Momentum politik besar terjadi di jantung Kota Makassar saat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara resmi memperkenalkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) sebagai kader baru dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 29 Januari 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat basis massa partai di wilayah Indonesia Timur menjelang Pemilu 2029, di mana Kaesang secara simbolis menyematkan jaket kebesaran partai kepada mantan tokoh kunci Partai NasDem tersebut di hadapan ratusan kader yang antusias. Bergabungnya tokoh sekaliber Rusdi Masse bukan sekadar perpindahan partai biasa, melainkan sebuah sinyal kuat mengenai transformasi PSI yang kini semakin agresif merangkul politikus ulung dan tokoh nasional untuk menembus ambang batas parlemen di masa depan. Kehadiran RMS yang didampingi oleh istri dan anak-anaknya dalam acara tersebut menegaskan totalitas dukungannya terhadap visi politik yang dibawa oleh putra bungsu Presiden ke-7 RI tersebut.
Acara pembukaan Rakernas PSI tahun 2026 ini berlangsung dengan atmosfer yang sangat dinamis dan penuh energi. Kaesang Pangarep, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang santai namun tajam, naik ke atas podium untuk menyampaikan orasi politiknya yang telah ditunggu-tunggu oleh para kader dari seluruh penjuru tanah air. Dalam pidatonya, Kaesang tidak langsung mengumumkan bergabungnya Rusdi Masse secara formal, melainkan menggunakan sebuah pantun yang dirancang khusus untuk membakar semangat hadirin. “Ke Makassar naik Air Asia, jangan lupa minum es. Keluarga besar PSI, mari kita sambut Bang RMS,” seru Kaesang dengan nada optimis. Pantun tersebut seketika memicu sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari para peserta Rakernas, menandai sebuah babak baru dalam perjalanan politik Rusdi Masse yang selama ini dikenal sebagai “magnet” suara di wilayah Sulawesi Selatan.
Segera setelah namanya disebut, Rusdi Masse yang sebelumnya duduk di barisan tengah bersama para elite partai lainnya, berdiri dan berjalan menuju panggung utama dengan langkah mantap. Di atas panggung, sebuah prosesi simbolis dilakukan di mana Kaesang Pangarep secara langsung memakaikan jaket putih berlogo gajah khas PSI kepada Rusdi Masse. Momen ini menjadi puncak dari spekulasi yang telah beredar selama beberapa bulan terakhir mengenai kepindahan tokoh yang juga mantan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) tersebut. Dalam pernyataan perdananya sebagai kader PSI, Rusdi Masse mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya untuk bekerja keras bagi partai. Ia menyatakan harapannya agar kehadirannya dapat memberikan dampak positif yang signifikan, bahkan melampaui apa yang telah ia capai selama memimpin struktur partai sebelumnya di Sulawesi Selatan, demi memastikan PSI menjadi kekuatan politik yang dominan di wilayah tersebut.
Eskalasi Politik Nasional: Target Besar PSI Menuju Parlemen Senayan
Kaesang Pangarep menegaskan bahwa bergabungnya Rusdi Masse adalah bukti nyata dari janji politik yang ia sampaikan pada Kongres PSI tanggal 20 Juli 2025 yang lalu. Kala itu, Kaesang berjanji akan membawa gerbong tokoh-tokoh nasional untuk memperkuat struktur dan daya tawar PSI di kancah politik nasional. Menurutnya, fenomena bergabungnya tokoh-tokoh berpengaruh seperti RMS tidak akan berhenti sampai di sini, melainkan akan terus berlanjut seiring dengan semakin kuatnya daya tarik PSI bagi para politikus senior yang menginginkan perubahan cara berpolitik. Kaesang melihat bahwa keberadaan Rusdi Masse, dengan rekam jejaknya yang mumpuni dalam memenangkan pemilu di tingkat lokal dan regional, akan menjadi katalisator penting bagi PSI untuk meraih kemenangan telak di daerah pemilihan Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029 mendatang.
Optimisme Kaesang bukan tanpa alasan, mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung suara paling kompetitif di Indonesia. Dengan bergabungnya RMS, PSI menargetkan untuk tidak hanya sekadar lolos ke parlemen, tetapi juga menjadi pemenang di berbagai tingkatan legislatif. Dalam dialog interaktifnya di atas panggung, Kaesang sempat melontarkan tantangan kepada Rusdi Masse mengenai kesiapannya untuk memenangkan partai di wilayah tersebut. PSI sendiri telah menjadwalkan Rakernas ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 hingga 31 Januari 2026, dengan agenda utama menetapkan arah kebijakan strategis jangka pendek hingga menengah. Fokus utama dari konsolidasi besar-besaran ini adalah memastikan mesin partai bekerja secara efektif di akar rumput untuk mencapai target ambisius menjadi partai papan atas di tahun 2029.
Di sisi lain, perpindahan Rusdi Masse ke PSI membawa dampak pada konstelasi internal Partai NasDem. DPP Partai NasDem bergerak cepat dengan menunjuk Syaharuddin Alrif, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sidenreng Rappang, untuk mengisi posisi Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan yang ditinggalkan oleh Rusdi. Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, memberikan pernyataan resmi bahwa hubungan antara partainya dengan Rusdi Masse tetap terjaga dengan baik secara personal meskipun jalur politik mereka kini berbeda. Saan menyatakan keyakinannya bahwa Syaharuddin Alrif, yang memiliki pengalaman matang sebagai Sekretaris DPW dan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, akan mampu menjaga stabilitas dan marwah partai di wilayah timur Indonesia tanpa harus merasa khawatir dengan perubahan kepemimpinan yang terjadi.
Dinamika Internal NasDem dan Proyeksi Kepemimpinan Baru di Sulawesi Selatan
Kabar mengenai hijrahnya Rusdi Masse sebenarnya sudah mulai terendus sejak September tahun lalu, tepatnya saat PSI bersiap mengumumkan susunan pengurus DPP periode 2025-2030. Pada saat itu, nama Rusdi Masse santer dikaitkan dengan mantan Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, yang lebih dahulu merapat ke partai pimpinan Kaesang tersebut. Meskipun Rusdi sempat tidak hadir dalam acara pelantikan di Djakarta Theater pada 26 September, kehadirannya di Rakernas Makassar kali ini menjadi penegasan akhir atas pilihannya. Ahmad Ali sendiri mengakui bahwa Rusdi Masse memang sudah lama masuk dalam radar PSI sebagai tokoh strategis yang memiliki basis massa riil dan loyalitas konstituen yang sangat tinggi di Sulawesi Selatan, sehingga kehadirannya dianggap sebagai aset yang sangat berharga bagi masa depan partai.


















