Gelombang antusiasme global menyapu Jakarta saat bintang K-pop fenomenal, Lisa BLACKPINK, dikabarkan tengah melangsungkan syuting untuk sebuah proyek film berskala internasional di jantung Kota Tua, Jakarta Barat. Kehadiran ikon musik dunia ini, yang terungkap melalui laporan kepolisian setempat, telah memicu serangkaian rekayasa lalu lintas yang cermat dan terencana di kawasan bersejarah tersebut, dimulai sejak 28 Januari 2026 dan diperkirakan akan berlanjut hingga 7 Februari 2026. Peristiwa ini tidak hanya menyoroti daya tarik Jakarta sebagai lokasi syuting kelas dunia, tetapi juga menggarisbawahi tantangan logistik dalam mengakomodasi produksi berskala besar yang melibatkan figur publik berkaliber internasional.
Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, denyut nadi Kota Tua merasakan getaran berbeda ketika area sekitar Gedung Jasindo, yang berlokasi strategis di samping kiri ikonik Cafe Batavia, menjadi pusat aktivitas syuting yang intens. Kanit Lantas Polsek Tamansari, AKP Teguh, dalam keterangannya yang disampaikan kepada Antara pada Kamis (29/1), mengonfirmasi berlangsungnya kegiatan syuting berskala internasional yang melibatkan kru dari Korea Selatan. Lokasi yang dipilih, Gedung Jasindo, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang megah, mencerminkan arsitektur kolonial Belanda yang menjadi ciri khas Kota Tua. Kawasan ini, dengan jajaran bangunan tuanya yang terpelihara, jalanan berbatu, dan suasana yang kental akan nuansa masa lalu, menawarkan latar belakang visual yang kaya dan otentik. Para sineas seringkali mencari lokasi yang memiliki “captivating classic abstract designs” dan “unparalleled visual quality” untuk menceritakan kisah visual yang mendalam, dan Kota Tua dengan gemerlap sejarahnya, jelas memenuhi kriteria tersebut. Setiap sudutnya berpotensi menjadi “beautiful city pattern” dalam resolusi penuh HD, siap diabadikan oleh lensa kamera berteknologi tinggi.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran Produksi
Untuk memastikan kelancaran proses syuting dan sekaligus menjaga ketertiban umum serta keamanan pengguna jalan, pihak kepolisian dan otoritas terkait mengambil langkah proaktif dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas. Pada hari pertama syuting, 28 Januari 2026, pengalihan arus lalu lintas secara spesifik dilakukan di Jalan Kunir. Jalan ini, yang merupakan salah satu arteri penting di kawasan Kota Tua, dialihkan untuk memfasilitasi pergerakan kru, peralatan syuting, serta menjaga privasi produksi. AKP Teguh menegaskan bahwa pada keesokan harinya, Kamis (29/1), kondisi lalu lintas di Jalan Kunir telah dinormalkan kembali, menunjukkan efektivitas dan koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan penyelenggara acara. Namun, ini hanyalah permulaan dari serangkaian penyesuaian yang lebih luas.
Melihat jadwal produksi yang lebih panjang, rekayasa lalu lintas yang lebih ekstensif direncanakan akan kembali diberlakukan. Mulai tanggal 1 hingga 7 Februari 2026, Jalan Cengkeh akan menjadi fokus pengalihan arus. Penutupan akses ini akan membentang dari simpang Jalan Kunir hingga simpang Jalan Nelayan Timur, dan akan berlaku setiap hari selama periode tersebut, mulai pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB. Durasi penutupan yang cukup panjang ini mengindikasikan skala dan kompleksitas syuting yang akan berlangsung, mungkin melibatkan adegan-adegan besar yang memerlukan kontrol penuh atas area tersebut. Jalan Cengkeh sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa titik penting di Kota Tua, dan penutupannya tentu memerlukan sosialisasi serta koordinasi yang matang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya. Pihak berwenang berupaya keras memastikan bahwa meskipun ada gangguan sementara, lalu lintas di seluruh area Kota Tua secara keseluruhan tetap terpantau lancar, dan pada Kamis (29/1), AKP Teguh melaporkan bahwa tidak ada lagi alat-alat syuting yang terlihat, menandakan jeda sementara dalam produksi.
Pesan Publik di Balik Tirai Kerahasiaan
Meskipun informasi mengenai keterlibatan Lisa BLACKPINK telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, narasi publik yang disajikan melalui spanduk pengumuman rekayasa lalu lintas memiliki nuansa yang lebih umum. Spanduk-spanduk tersebut, yang masih terpasang di ujung Jalan Kunir dan mencantumkan logo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Jakarta Experience Board, menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas pengalihan akses pada 28 dan 29 Januari 2026. Menariknya, spanduk tersebut hanya menyebutkan adanya “kegiatan” tanpa secara spesifik mengidentifikasi syuting film atau nama Lisa BLACKPINK. Pendekatan ini mungkin merupakan strategi untuk menjaga kerahasiaan produksi, menghindari kerumunan massa yang berlebihan, atau meminimalkan gangguan yang tidak diinginkan, mengingat status Lisa sebagai mega bintang global. Upaya untuk menangkap keindahan Kota Tua, yang layaknya “City Illustration Collection” dengan “High Resolution Quality” atau “Classic Light Illustration” yang “Optimized for all devices in stunning Ultra HD,” seringkali membutuhkan lingkungan yang terkontrol dan bebas dari distraksi.
Kerahasiaan ini, meski tidak secara eksplisit diungkapkan, adalah praktik umum dalam produksi film berskala besar, terutama ketika melibatkan selebriti internasional. Tujuannya adalah untuk melindungi detail plot, menjaga eksklusivitas visual, dan memastikan keamanan semua yang terlibat. Namun, kabar mengenai kehadiran Lisa BLACKPINK di Jakarta telah menyebar luas, memicu kegembiraan di kalangan penggemar K-pop dan masyarakat umum. Momen ini juga menegaskan posisi Lisa sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri hiburan global. Keterlibatannya dalam proyek film ini menambah panjang daftar pencapaian individual anggota BLACKPINK. Sebelumnya, Lisa sendiri telah mencetak sejarah di ajang Golden Globe Awards 2026, sementara rekan-rekannya juga aktif dalam proyek-proyek personal; Jisoo BLACKPINK dikabarkan membintangi drama berjudul “Boyfriend on Demand,” dan Rose BLACKPINK bersaing di BRIT Awards 2026 bersama Huntr/x. Ini menunjukkan tren di mana para anggota BLACKPINK tidak hanya bersinar sebagai grup, tetapi juga membangun portofolio individu yang kuat dan beragam, dari musik hingga akting, semakin mengukuhkan dominasi mereka di panggung dunia.
Kehadiran Lisa BLACKPINK untuk syuting di Kota Tua bukan hanya sekadar berita hiburan semata, melainkan juga sebuah indikator penting bagi industri kreatif dan pariwisata Jakarta. Ini menegaskan potensi Jakarta sebagai destinasi syuting yang menarik bagi produksi internasional, menawarkan perpaduan unik antara modernitas dan sejarah, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Kota Tua, dengan pesona “Vintage wallpaper” yang tak lekang oleh waktu, menjadi kanvas sempurna yang siap menghadirkan “gorgeous and visually striking images” dengan “perfect color balance, sharpness, and clarity.” Kolaborasi antara bintang global, kru produksi internasional, dan otoritas lokal dalam mengelola logistik acara sebesar ini, mencerminkan kemampuan Jakarta untuk beradaptasi dan bersaing di kancah global. Diharapkan, proyek film ini tidak hanya akan menghasilkan karya sinematik yang memukau tetapi juga akan meningkatkan profil Jakarta di mata dunia, menarik lebih banyak investasi dan peluang di masa depan.


















