Dalam sebuah manuver politik yang mengejutkan di kancah perpolitikan Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, secara resmi telah menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengumuman bersejarah ini dilangsungkan bertepatan dengan momen Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Kota Makassar, pada hari Kamis, 29 Januari 2025. Langkah politik RMS ini tidak hanya menandai perubahan afiliasi partainya, tetapi juga mengikuti jejak sang putra, Muammar Gandi Rusdi, yang sehari sebelumnya telah dilantik sebagai Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan. Keputusan ini sontak memicu berbagai spekulasi dan analisis mengenai implikasinya terhadap peta politik daerah dan nasional, terutama mengingat rekam jejak RMS yang berhasil mengantarkan Partai NasDem meraih kemenangan signifikan dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Selatan pada tahun 2024.
Perpindahan Rusdi Masse dari Partai NasDem ke PSI diumumkan secara langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di hadapan para kader dan simpatisan partai yang memadati Hotel Claro Makassar. Momen tersebut semakin terasa khidmat ketika Rusdi Masse secara simbolis mengenakan jaket kebesaran PSI, sebuah gestur yang menandakan penerimaannya secara penuh ke dalam keluarga besar partai berlambang tangan mengepal tersebut. Tidak hanya itu, Kaesang Pangarep dalam pidato politiknya memberikan sinyal kuat bahwa bergabungnya RMS bukanlah sebuah peristiwa tunggal. Ia secara tegas menyatakan, “Ini tidak akan berhenti di Pak RMS saja,” sembari menambahkan bahwa masih banyak tokoh politik lain yang direncanakan akan merapat ke PSI. Klaim ini mengindikasikan adanya strategi ambisius dari PSI untuk melakukan ekspansi dan memperkuat basis kadernya dengan merekrut figur-figur berpengaruh dari partai lain.
Penegasan Komitmen dan Motivasi di Balik Keputusan Politik
Setelah resmi dilantik sebagai kader PSI, Rusdi Masse Mappasessu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia tidak hanya menyatakan rasa syukur atas sambutan yang diberikan, tetapi juga secara lantang mengikrarkan komitmennya untuk berkontribusi dalam memajukan PSI. “Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI bisa berbuat banyak untuk bagaimana PSI jauh lebih bagus daripada yang pernah saya lalui,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Ia juga mengingatkan kembali pencapaiannya di kancah politik Sulawesi Selatan, “Saya sudah buktikan kok menjadi pemenang di Sulsel. Kamu tahu Sulsel punya siapa,” sambungnya, merujuk pada kesuksesannya membawa Partai NasDem meraih kemenangan pada kontestasi politik sebelumnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan PSI didasari oleh keyakinan akan kemampuannya untuk memberikan kontribusi nyata dan membawa perubahan positif bagi partai.
Rusdi Masse juga secara eksplisit membantah adanya motif tersembunyi atau kepentingan kelompok di balik kepindahannya ke PSI. Ia menegaskan bahwa keputusan ini murni berasal dari keinginan pribadi, baik bagi dirinya maupun sang putra. “Saya dan anak saya tidak punya gerbong. Saya cuma punya istri dan anak. Kalau dibilang gerbong, itu kerja tim. Tapi tidak ada yang memiliki itu,” tegasnya, menekankan bahwa ia tidak terikat oleh kepentingan golongan tertentu. Ia juga meluruskan persepsi bahwa perpindahan politiknya dari NasDem ke PSI merupakan hal yang tidak lazim. Rusdi Masse menyoroti bahwa fenomena serupa telah terjadi sebelumnya, di mana beberapa kader Partai NasDem, seperti Ahmad Ali dan Bestari Barus, juga telah lebih dulu merapat ke PSI. “Ini nurani. Memang seperti itu politik,” ucapnya, menyiratkan bahwa dalam dinamika politik, perpindahan partai adalah sebuah keniscayaan yang didorong oleh keyakinan dan pertimbangan pribadi.
Generasi Muda Pimpin PSI Sulawesi Selatan
Kepindahan Rusdi Masse ke PSI menjadi semakin menarik perhatian publik mengingat sehari sebelumnya, pada hari Rabu, 28 Januari 2025, putranya, Muammar Gandi Rusdi, telah resmi dilantik sebagai Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan. Upacara pelantikan yang juga berlangsung di Hotel Claro Makassar ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PSI di tingkat provinsi. Gandi, sapaan akrab Muammar Gandi Rusdi, dalam pidato pertamanya sebagai Ketua DPW, menyampaikan ambisinya untuk membawa PSI Sulawesi Selatan menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan. “Kita tidak ingin hanya jadi peserta Pemilu. Kita akan menjadi pemenang di Sulawesi Selatan,” tegasnya, menunjukkan tekad kuat untuk tidak sekadar menjadi pelengkap dalam setiap kontestasi politik.
Gandi berjanji akan menjalankan roda organisasi PSI Sulawesi Selatan sesuai dengan arahan dan kebijakan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. “Insya Allah PSI Sulawesi Selatan tidak akan mempermalukan Ketua Umum,” ujarnya penuh semangat. Pernyataan ini disambut baik oleh Kaesang Pangarep, yang menyatakan kebanggaannya melihat PSI Sulawesi Selatan dipimpin oleh figur-figur muda. “Saya ini jujur senang sekali ketika bisa datang ke Sulawesi Selatan, termasuk di Makassar. Karena kita lihat pengurus DPW, pengurus DPD di sini masih anak-anak muda semua,” kata Kaesang. Ia menambahkan, meskipun Gandi baru berusia 19 tahun, ia yakin bahwa kepemimpinan anak muda akan membawa energi dan inovasi baru bagi partai. “Bayangkan. Bukan hal yang mudah, tapi saya yakin buat Mas Gandi itu jauh lebih gampang untuk membangun partai di sini ketimbang kuliah,” tutur Kaesang, memberikan apresiasi atas keberanian dan potensi Gandi dalam memimpin partai di usianya yang masih sangat muda.
Perlu dicatat bahwa hingga berita ini diturunkan, nama Rusdi Masse Mappasessu secara administratif masih tercantum sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang mewakili Partai NasDem. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengunduran diri dan transisi kepengurusan politiknya dari Partai NasDem ke PSI masih dalam tahap penyelesaian administratif. Namun demikian, langkah politik yang telah diambilnya, baik oleh Rusdi Masse maupun putranya, telah memberikan sinyal kuat tentang arah baru perpolitikan di Sulawesi Selatan dan potensi pergeseran kekuatan politik di masa mendatang.


















