Universitas Kristen Maranatha (UK Maranatha) mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di tanah air, secara resmi diakui masuk dalam jajaran lima besar perguruan tinggi dengan jumlah profesor terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pengakuan prestisius ini disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam sebuah sidang terbuka pengukuhan Guru Besar yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Januari 2026. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan akademik UK Maranatha, tetapi juga komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi, sejalan dengan program nasional Diktisaintek Berdampak yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam paparannya yang disampaikan melalui platform video, Dr. Lukman merinci bahwa UK Maranatha kini sejajar dengan institusi ternama lainnya seperti Universitas Pakuan dan Universitas Telkom dalam hal jumlah profesor yang dimiliki. Ketiga perguruan tinggi tersebut menempati posisi yang sama, yaitu urutan ketiga hingga kelima dalam daftar sepuluh besar perguruan tinggi dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV. Data ini mengindikasikan adanya persaingan yang sehat dan pertumbuhan yang signifikan di sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut, di mana UK Maranatha mampu bersaing di level teratas.
Pencapaian luar biasa ini bukan hanya sekadar angka, melainkan manifestasi dari upaya berkelanjutan UK Maranatha dalam melakukan peningkatan kualitas akademik secara menyeluruh. Lebih jauh lagi, hal ini menjadi bukti nyata dukungan institusi terhadap visi dan misi LLDIKTI Wilayah IV serta program nasional Diktisaintek Berdampak. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan kontribusi nyata dari perguruan tinggi bagi kemajuan bangsa. Komitmen UK Maranatha dalam menghasilkan dan mempertahankan tenaga pengajar berkualitas tinggi, khususnya para profesor, menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan tersebut.
Penghargaan Gold Winner dan Pengukuhan Guru Besar Baru
Sebelumnya, UK Maranatha telah menerima apresiasi yang sangat membanggakan berupa penghargaan Gold Winner Anugerah LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2025. Penghargaan ini secara spesifik diberikan pada kategori Perguruan Tinggi yang Menghasilkan Guru Besar Terbanyak Tahun 2025. Acara penganugerahan bergengsi ini diselenggarakan di Kota Baru Parahyangan pada akhir tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Oktober 2025, semakin menegaskan reputasi UK Maranatha sebagai institusi yang produktif dalam pengembangan sumber daya akademik.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam paparannya lebih lanjut memberikan gambaran kuantitatif mengenai perkembangan keilmuan di wilayahnya. Berdasarkan data terkini dari sistem Sister Diktisaintek per Januari 2026, tercatat bahwa LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten kini memiliki total 301 profesor yang tersebar di 63 perguruan tinggi, mencakup 121 program studi yang berbeda. Angka ini menunjukkan dinamika yang kuat dalam pengembangan kapasitas keilmuan di seluruh perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Dua Guru Besar Baru Memperkaya Bidang Hukum Perbankan dan Akuntansi Manajemen
Pada momen sidang terbuka pengukuhan yang diselenggarakan pada 28 Januari 2026, UK Maranatha secara resmi mengukuhkan dua akademisi terkemuka sebagai Guru Besar baru. Profesor pertama adalah Prof. Dr. Hassanain Haykal, S.H., M.Hum., yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang hukum perbankan. Kedua, Prof. Joni, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., yang mendapatkan gelar Guru Besar dalam bidang akuntansi manajemen. Pengukuhan kedua tokoh akademis ini semakin memperkuat barisan profesor di UK Maranatha, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan di bidang masing-masing.
Dalam upacara pengukuhan yang khidmat, Prof. Dr. Hassanain Haykal, S.H., M.Hum., menyampaikan orasi ilmiahnya yang bertajuk “Peran Hukum Perbankan dalam Mendorong Green Economy: Analisis Kritis terhadap Kebijakan Nasional Perbankan Indonesia”. Dalam orasinya, Prof. Haykal dengan tegas menekankan bahwa hukum perbankan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kontrol semata, melainkan memiliki peran transformatif yang krusial dalam mewujudkan keadilan ekologis. Pandangannya ini membuka perspektif baru mengenai keterkaitan erat antara regulasi perbankan dengan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi hijau.
Selanjutnya, Prof. Joni, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., memaparkan orasi ilmiahnya yang berjudul “Economic Consequences of Political Connection in Indonesia”. Orasi ini mengupas tuntas permasalahan ekonomi yang erat kaitannya dengan fenomena koneksi politik di Indonesia. Prof. Joni mempresentasikan hasil penelitiannya yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir, menyoroti berbagai dampak, baik positif maupun negatif, yang timbul dari praktik koneksi politik yang melibatkan institusi atau perusahaan. Kajian kritis ini diharapkan dapat memberikan referensi berharga bagi para pelaku bisnis, investor, serta para pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi dan regulasi yang lebih efektif dan berkeadilan.
Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada kedua Guru Besar yang baru saja dikukuhkan. Beliau menyoroti pencapaian gelar akademik tertinggi ini yang diraih pada usia yang masih tergolong relatif muda, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Prof. Frans juga mengingatkan bahwa gelar Guru Besar membawa serta tuntutan dan tanggung jawab yang besar. “Tuntutan terbesar bagi seorang Guru Besar adalah keteladanan,” tegas Rektor. Beliau berpesan agar para Guru Besar tidak hanya menjadi gelar semata, yang berarti setelah dikukuhkan lantas berhenti dalam aktivitas penelitian, inovasi, dan publikasi. Sebaliknya, Rektor menekankan bahwa seorang Guru Besar harus terus aktif berkarya, memberikan kontribusi nyata, dan berperan dalam memajukan peradaban bangsa. Di samping keteladanan akademik, Prof. Frans juga menggarisbawahi pentingnya keteladanan dalam aspek karakter dan spiritualitas sebagai bagian integral dari peran seorang Guru Besar.


















