Dalam langkah strategis yang menandai babak baru pengelolaan sumber daya mineral krusial di Indonesia, pemerintah akan membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang secara spesifik ditugaskan untuk mengelola tambang-tambang kritis. Entitas baru ini, yang diidentifikasi sebagai Perminas, akan mengambil alih operasional dan manajemen salah satu aset pertambangan emas paling signifikan di tanah air, yakni Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Tapanuli Selatan. Pengalihan pengelolaan ini, yang sebelumnya berada di bawah kendali PT Agincourt Resources, anak usaha United Tractors, merupakan bagian integral dari visi besar pemerintah untuk menempatkan bisnis strategis di bawah payung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Pernyataan ini disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, pada Rabu (29/1), menggarisbawahi komitmen terhadap optimalisasi nilai dan keberlanjutan sektor pertambangan nasional.
Pembentukan Perminas bukan sekadar penambahan entitas dalam daftar BUMN, melainkan sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat kedaulatan negara atas sumber daya mineral strategis. Dony Oskaria secara tegas menyatakan bahwa Perminas akan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dari MIND ID, BUMN holding pertambangan yang sudah ada. Perbedaan fundamental ini terletak pada fokus dan struktur operasionalnya. Jika MIND ID berperan sebagai holding yang membawahi berbagai BUMN pertambangan, Perminas dirancang untuk beroperasi secara langsung di bawah Danantara, sebuah lembaga yang bertindak sebagai pengelola investasi strategis pemerintah. Ini mengindikasikan bahwa Perminas akan menjadi lengan operasional Danantara dalam mengelola aset-aset pertambangan kritis, memastikan bahwa seluruh aspek bisnis, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, hingga hilirisasi, selaras dengan agenda investasi nasional yang lebih luas. Melalui skema ini, pemerintah berupaya menciptakan sinergi yang lebih erat antara kebijakan investasi dan operasional pertambangan, demi mencapai tujuan ekonomi dan pembangunan yang lebih ambisius.
Fokus utama Perminas pada tahap awal adalah Tambang Emas Martabe, sebuah aset vital yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. Tambang Emas Martabe, yang saat ini dioperasikan oleh PT Agincourt Resources, anak usaha dari konglomerat United Tractors, dikenal sebagai salah satu produsen emas terkemuka di Indonesia. Pengalihan pengelolaan tambang ini ke Perminas menandai pergeseran paradigma dalam kepemilikan dan kendali aset-aset strategis. Langkah ini bukan hanya tentang perubahan operator, melainkan tentang penempatan aset tersebut di bawah entitas yang secara langsung terintegrasi dengan kerangka investasi nasional melalui Danantara. Harapannya, dengan pengelolaan langsung oleh BUMN baru ini, nilai tambah dari Tambang Emas Martabe dapat dimaksimalkan, baik melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan teknologi, maupun melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih terarah. Ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan bahwa keuntungan dari sumber daya alam yang tak terbarukan ini dapat dinikmati secara lebih luas oleh masyarakat dan negara.
Berdasarkan informasi yang diakses melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Perminas telah resmi didirikan sejak November 2025. Meskipun tanggal pendirian ini mungkin menimbulkan pertanyaan terkait operasionalisasi saat ini, fakta bahwa jajaran direksi dan komisaris telah ditetapkan menunjukkan kesiapan struktur organisasi. Perminas akan dipimpin oleh empat direktur dan lima komisaris, yang secara kolektif membawa latar belakang dan keahlian yang beragam, mulai dari bidang teknik, keuangan, hingga manajemen strategis. Keberadaan jajaran pimpinan yang kuat dan berpengalaman ini menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi Perminas sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan kritis. Penempatan Perminas langsung di bawah Danantara juga menegaskan posisinya sebagai instrumen strategis untuk mencapai tujuan investasi dan pengelolaan aset negara yang lebih efektif dan akuntabel.
Profil Direksi Perminas: Pilar Kepemimpinan Strategis
Jajaran direksi Perminas diisi oleh individu-individu berkaliber tinggi dengan rekam jejak yang terbukti di berbagai sektor, mencerminkan komitmen terhadap profesionalisme dan keunggulan operasional. Setiap direktur membawa perspektif dan keahlian unik yang diharapkan dapat mendorong Perminas menuju pencapaian visi dan misinya.
Direktur Utama: Gilarsi Wahju Setijono
Gilarsi Wahju Setijono, seorang alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1987, memiliki perjalanan karir yang panjang dan cemerlang di berbagai industri. Mengawali karirnya sebagai manajer produksi di Upprindo Utama Leather Manufacture dari tahun 1987 hingga 1991, Gilarsi kemudian menapaki tangga korporat di PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) sejak 1991 sebagai Senior Business Development Manager. Pengalamannya yang luas di sektor konglomerasi dan pengembangan bisnis memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika pasar dan strategi korporat. Saat ini, ia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di VKTR, anak usaha BNBR yang fokus pada mobilitas listrik, menunjukkan kemampuannya dalam memimpin inovasi dan transformasi. Latar belakangnya yang kuat dalam teknik dan manajemen strategis sangat relevan untuk memimpin Perminas dalam mengelola aset-aset pertambangan kritis dengan efisiensi dan visi jangka panjang.
Direktur: La Ode Tarfin Jaya
La Ode Tarfin Jaya membawa keahlian dari sektor publik, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelum bergabung dengan Perminas, ia menjabat sebagai Inspektur III di Inspektorat Jenderal ESDM, sebuah posisi yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang regulasi, kepatuhan, dan tata kelola di sektor energi dan pertambangan. Pengalaman ini sangat krusial dalam memastikan operasional Perminas berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku. Meskipun informasi detail mengenai La Ode tidak banyak dipublikasikan, penelusuran menunjukkan bahwa ia sedang menempuh jenjang magister Studi Pembangunan di ITB sejak 2024, melengkapi gelar Doktor Ilmu Lingkungan yang telah diraihnya pada tahun 2013. Kombinasi latar belakang di bidang lingkungan dan pembangunan, ditambah dengan pengalaman di Kementerian ESDM, menjadikannya aset berharga dalam mengarahkan Perminas menuju praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Direktur: Oktoria Masniari Manurung
Oktoria Masniari Manurung adalah sosok yang sangat kompeten di bidang manajemen dan pembangunan berkelanjutan. Ia meraih gelar Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, Surabaya, pada tahun 2016. Komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan semakin diperkuat dengan gelar Magister of Sustainable Development dari University of Sussex Business School, Brighton, pada tahun 2021. Pendidikan terakhirnya adalah program Studi Profesi Insinyur Teknik Kimia di ITB pada tahun 2023. Sebelum bergabung dengan Perminas, Oktoria menjabat sebagai GM of Research & Development di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sejak Januari 2021. Pengalaman riset dan pengembangan serta fokus pada keberlanjutan sangat vital bagi Perminas, terutama dalam mengimplementasikan teknologi pertambangan yang inovatif dan praktik-praktik yang ramah lingkungan.
Direktur: Hartian Surya Widhanto
Hartian Surya Widhanto, alumni Teknik Elektro ITB, memiliki karir yang beragam dan kaya pengalaman di berbagai sektor. Mengawali karirnya pada tahun 1997 sebagai System Integration Specialist di PT Astra Graphia Information Technology, ia kemudian menjelajahi dunia konsultasi, industri pupuk di Petrokimia Gresik, hingga menjadi bagian dari anak usaha Pertamina di PT PGN (Persero). Keahliannya di bidang sistem integrasi dan pengalaman di berbagai perusahaan besar menunjukkan kemampuannya dalam mengelola operasional yang kompleks dan memanfaatkan teknologi untuk efisiensi. Selain perannya di Perminas, Hartian juga aktif sebagai Chairman of the Audit Committee dan Independent Board Member di PT Bina Artha Ventura, serta Co-founder dan Chairman of Advisory Board dari Centria Integrity Advisory. Peran-peran ini menegaskan integritas dan keahliannya dalam tata kelola perusahaan, yang akan sangat berharga bagi Perminas dalam membangun fondasi yang kuat dan transparan.


















