- Ketidakkonsistenan Sikap: Ezel seringkali menunjukkan kemarahan yang tidak beralasan saat ditegur, yang merupakan indikasi perilaku manipulatif.
- Pelanggaran Batasan: Kedekatan Ezel dengan wanita lain dengan dalih “bestie” dianggap tidak wajar bagi seseorang yang sedang menjalin hubungan serius.
- Masalah Integritas: Adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan uang yang mencoreng nama baik Ezel sebelum dan sesudah pernikahan.
- Intuisi Sahabat: Vincent, Desta, dan Andre secara konsisten merasakan adanya ketidakcocokan karakter yang fundamental antara Boiyen yang tulus dengan Ezel.
Kini, setelah gugatan cerai resmi didaftarkan di Pengadilan Agama Tigaraksa, publik hanya bisa menyaksikan bagaimana Boiyen berupaya untuk bangkit dari kegagalan rumah tangga yang sangat singkat ini. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mendengarkan intuisi serta saran dari orang-orang terdekat yang memiliki pandangan objektif terhadap sebuah hubungan. Dukungan dari lingkaran pertemanan “The Prediksi” dan kolega artis lainnya dipastikan akan menjadi pilar kekuatan bagi Boiyen dalam menghadapi proses hukum perceraian serta memulihkan luka emosional akibat pengkhianatan dan kekecewaan yang ia alami. Meskipun pahit, langkah berani Boiyen untuk menyudahi hubungan yang dianggap tidak sehat ini dinilai sebagai keputusan terbaik demi masa depannya yang lebih cerah dan tenang, jauh dari bayang-bayang masalah hukum dan tabiat buruk sang suami.

















