Dominasi atlet bulu tangkis Indonesia semakin nyata di kancah internasional saat mereka berhasil mengamankan tiket semifinal dalam ajang bergengsi Thailand Masters 2026 BWF Super 300 yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Jumat (30/01/2026). Melalui perjuangan yang melelahkan di babak perempat final, skuad Merah Putih sukses menunjukkan taji dengan meloloskan wakil-wakil terbaiknya, termasuk sektor ganda putri dan tunggal putra yang tampil perkasa menghadapi lawan-lawan tangguh dari mancanegara. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi para pemain muda dan senior Indonesia untuk mengumpulkan poin krusial dalam ranking BWF, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan utama bulu tangkis dunia di awal musim 2026 ini. Kemenangan ini diraih melalui strategi yang matang, ketahanan fisik yang prima, dan mentalitas juara yang tak tergoyahkan di bawah tekanan ribuan penonton yang memadati stadion bersejarah di jantung kota Bangkok tersebut.
Dominasi Ganda Putri dan Kebangkitan Tunggal Putra di Nimibutr Stadium
Kejutan besar terjadi di sektor ganda putri ketika pasangan unggulan kelima Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, berhasil menumbangkan tembok besar asal Chinese Taipei. Mereka berhadapan dengan unggulan pertama, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun, dalam sebuah pertandingan yang menguras emosi dan tenaga. Ana dan Trias, sapaan akrab mereka, hanya membutuhkan waktu 44 menit untuk menyudahi perlawanan sang unggulan teratas melalui kemenangan straight set yang meyakinkan. Pada set pertama, koordinasi yang apik dan penempatan bola yang presisi membuat pasangan Indonesia unggul jauh dengan skor 21-13. Memasuki set kedua, tensi pertandingan meningkat drastis saat pasangan Chinese Taipei mencoba bangkit dan memaksakan deuce. Namun, ketenangan Ana/Trias di poin-poin kritis membuahkan hasil manis dengan skor akhir 22-20, yang sekaligus memastikan langkah mereka ke babak empat besar dengan performa yang bisa diibaratkan seindah ilustrasi visual berkualitas tinggi yang memanjakan mata para pencinta bulu tangkis.
Kisah heroik berlanjut di sektor tunggal putra melalui penampilan fenomenal Moh Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed. Pemain muda berbakat ini harus melewati ujian berat saat menantang unggulan keempat asal Kanada, Brian Yang. Pertandingan ini menjadi salah satu laga terlama dalam rangkaian perempat final, berlangsung selama 1 jam 15 menit dalam format rubber game. Ubed sempat kehilangan momentum di set pertama dan menyerah dengan skor 16-21. Namun, layaknya sebuah desain yang diperbarui secara harian dengan konten segar, strategi Ubed di set kedua dan ketiga berubah total. Ia tampil lebih agresif dan mampu mendikte permainan Brian Yang. Dengan stamina yang luar biasa, Ubed membalikkan keadaan dengan skor 21-18 di set kedua dan menutup set penentuan dengan skor meyakinkan 21-15. Kemenangan ini membuktikan bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia berada di jalur yang tepat, menghadirkan kualitas permainan kelas profesional yang setara dengan standar visual Ultra HD di lapangan hijau.
Melengkapi kesuksesan di sektor tunggal, Alwi Farhan juga memastikan diri melaju ke semifinal setelah melewati laga dramatis melawan bintang Malaysia, Lee Zii Jia. Alwi, yang diunggulkan di tempat kedua dalam turnamen ini, menunjukkan kelasnya sejak awal pertandingan. Pada set pertama, Alwi tampil sangat dominan dan berhasil menekan Lee Zii Jia hingga menang telak 21-10. Memasuki set kedua, persaingan menjadi lebih sengit, namun saat kedudukan berada di angka 15-21 untuk keunggulan Lee Zii Jia, sang pemain Malaysia terpaksa menyatakan mundur (retired) karena mengalami kendala fisik yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan. Meskipun laga berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, performa Alwi sepanjang turnamen ini telah mencuri perhatian banyak pengamat internasional sebagai salah satu “karya seni” terbaik dalam dunia olahraga tahun ini.
Misi Besar Sembilan Wakil Tersisa: Ambisi All-Indonesian Final
Indonesia tidak hanya bergantung pada tiga wakil yang sudah lolos tersebut, karena masih ada sembilan wakil lainnya yang berjuang keras di babak perempat final untuk menyusul ke semifinal. Di Lapangan 1, pasangan ganda putra Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat yang merupakan unggulan kelima, dijadwalkan menghadapi lawan tangguh dari Chinese Taipei, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi laga adu mekanik dan kecepatan yang luar biasa. Selain itu, tunggal putra lainnya, Prahdiska Bagas Shujiwo, memikul beban berat karena harus menghadapi wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, yang merupakan finalis Indonesia Masters 2026. Dukungan publik Thailand tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Prahdiska dalam upayanya mengamankan tiket semifinal. Sebagai penutup di Lapangan 1, pasangan ganda campuran Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil akan menantang unggulan ketiga asal China, Cheng Xing dan Zhang Chi, dalam laga yang menuntut fokus tingkat tinggi.
Sementara itu, Lapangan 2 menjadi saksi perjuangan empat wakil Indonesia lainnya. Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menempati posisi unggulan kedelapan, harus beradu taktik dengan unggulan kedua asal Chinese Taipei, Hsu Ya Ching dan Sung Yu-Hs. Di sektor ganda putra, pasangan unggulan pertama Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana diharapkan mampu mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Chia Weijie dan Lwi Sheng Hao. Keunggulan pengalaman Leo/Bagas diprediksi akan menjadi kunci utama dalam pertandingan ini. Tak ketinggalan, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin sebagai unggulan kedua ganda putra juga akan bertarung melawan pasangan Chinese Taipei, Chia Yen Lin dan Lin Yong Sh. Sebagai partai penutup di lapangan ini, pasangan ganda campuran Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti akan menghadapi tantangan dari wakil Denmark, Rasmus Espersen dan Amalie Cecilie Kudsk, dalam laga yang menjanjikan pertukaran pukulan yang dinamis dan bertenaga.
Di Lapangan 3, harapan Indonesia tertumpu pada dua pasangan ganda. Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum yang merupakan unggulan keenam, akan menghadapi ujian berat dari pasangan Jepang, Kaho Osawa dan Mai Tanabe, yang merupakan unggulan keempat. Pertandingan ini akan menjadi ajang pembuktian ketahanan pertahanan Indonesia melawan gaya permainan reli panjang khas Jepang. Terakhir, pasangan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah yang diunggulkan di tempat keempat, akan menantang wakil Chinese Taipei, Wu Hsuan-Yi dan Yang Chu Yun. Dengan banyaknya wakil yang bertanding, peluang Indonesia untuk menciptakan All-Indonesian Final di beberapa sektor sangat terbuka lebar, memberikan pengalaman menonton yang tak terlupakan bagi para penggemar, sebanding dengan koleksi foto alam yang estetik dan menginspirasi.
| Sektor | Pemain Indonesia | Lawan | Skor / Status |
|---|---|---|---|
| Ganda Putri (WD) | Febriana D. Kusuma/Meilysa T. Puspitasari | Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun (TPE) | 21-13, 22-20 (Menang) |
| Tunggal Putra (MS) | Moh Zaki Ubaidillah | Brian Yang (CAN) | 16-21, 21-18, 21-15 (Menang) |
| Tunggal Putra (MS) | Alwi Farhan | Lee Zii Jia (MAS) | 21-10, 15-21 (Retired/Menang) |
| Ganda Putra (MD) | Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana | Chia Weijie/Lwi Sheng H (MAS) | Menunggu Pertandingan |
| Ganda Campuran (XD) | Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah | Wu Hsuan-Yi/Yang Chu Yun (TPE) | Menunggu Pertandingan |
Turnamen Thailand Masters 2026 ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung di mana setiap detail gerakan pemain di lapangan hijau mencerminkan dedikasi dan latihan keras selama bertahun-tahun. Kualitas permainan yang ditunjukkan oleh atlet-atlet Indonesia di Nimibutr Stadium setara dengan standar profesional yang dicari oleh banyak orang dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu dalam dunia olahraga maupun dalam pemilihan elemen visual untuk ruang digital mereka. Dengan dukungan teknologi siaran langsung dan pembaruan skor secara real-time, para penggemar dapat merasakan sensasi setiap pukulan smash dan drop shot dengan sangat jernih. Kemenangan demi kemenangan yang diraih hari ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga babak final, membawa pulang trofi juara ke tanah air, dan memberikan kebanggaan yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia yang terus memberikan dukungan tanpa henti bagi para pahlawan olahraga mereka.

















