KOBA, BANGKA TENGAH – Ancaman lonjakan harga komoditas pangan pokok yang kerap membayangi masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan dan tradisi adat, kini direspons sigap oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Melalui inisiatif strategis yang dikenal sebagai Gerakan Pangan Murah (GPM), kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung berhasil menciptakan solusi konkret. Kegiatan ini, yang dipusatkan di Desa Keretak Atas, Kecamatan Sungaiselan, pada Jumat (30/1/2026), bertujuan vital untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, meredam laju inflasi, serta meringankan beban ekonomi rumah tangga dalam menyambut tradisi Ruwah dan persiapan menjelang bulan suci Ramadhan. Langkah proaktif ini menjadi jaminan bagi warga untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Tradisi Ruwah, sebuah ritual sakral yang mengakar kuat dalam budaya masyarakat Bangka Tengah, secara historis selalu menjadi pemicu peningkatan permintaan akan berbagai komoditas pangan. Prosesi “sedekah nganggung” yang melibatkan pembagian makanan kepada sesama, serta “ziarah kubur” yang seringkali diikuti dengan acara kumpul keluarga, secara alami mendorong konsumsi bahan makanan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan bahkan sayur-mayur. Fenomena tahunan ini, jika tidak diantisipasi dengan baik, berpotensi memicu gejolak harga di pasar, yang pada akhirnya akan membebani masyarakat, terutama kelompok rentan. Kenaikan harga yang tidak terkendali bukan hanya menggerus daya beli, tetapi juga dapat memicu inflasi daerah, mengganggu stabilitas ekonomi makro lokal. Oleh karena itu, intervensi pemerintah menjadi krusial untuk memastikan ketersediaan pasokan yang memadai dan harga yang stabil, menjaga agar tradisi luhur dapat terus berjalan tanpa hambatan ekonomi.
Sinergi Strategis Menjaga Daya Beli Masyarakat
Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tidak bergerak sendiri. Sebuah sinergi kuat terjalin dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, membentuk sebuah front bersama dalam upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan (SPHP). Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Desa Keretak Atas, Kecamatan Sungaiselan, pada tanggal yang telah ditentukan, menjadi manifestasi nyata dari kolaborasi ini. Desa Keretak Atas dipilih sebagai titik lokasi strategis untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, terutama menjelang momen penting seperti tradisi Ruwah dan persiapan menyambut bulan Ramadhan, di mana kebutuhan rumah tangga cenderung melonjak tajam. Inisiatif ini bukan sekadar penjualan barang murah, melainkan sebuah instrumen kebijakan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, sekaligus mengirimkan sinyal positif kepada pasar bahwa pemerintah aktif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

















