Peta persaingan menuju takhta tertinggi sepak bola Eropa semakin memanas setelah Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi merampungkan prosesi drawing atau undian babak play-off fase gugur Liga Champions musim 2025-2026 pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 18.00 WIB di markas besar UEFA, Nyon, Swiss. Langkah krusial ini menentukan nasib 16 klub yang harus bertarung dalam format dua leg demi memperebutkan tiket tersisa menuju babak 16 besar, di mana raksasa Spanyol Real Madrid dijadwalkan bertemu kembali dengan Benfica dalam laga ulangan yang penuh emosi setelah drama pada matchday kedelapan fase liga mengguncang dunia sepak bola. Melalui sistem kompetisi terbaru ini, tim-tim yang menempati peringkat 9 hingga 24 di klasemen akhir fase liga dipaksa untuk saling menjatuhkan dalam pertandingan hidup-mati yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17, 18, 24, dan 25 Februari 2026 mendatang.
Babak play-off fase gugur ini merupakan komponen integral dari format baru Liga Champions yang diperkenalkan UEFA untuk meningkatkan intensitas kompetisi. Sebanyak 16 tim yang gagal menembus posisi delapan besar secara otomatis di fase liga kini harus menempuh jalur terjal. Mereka yang menang dalam agregat dua pertandingan ini nantinya akan bergabung dengan delapan tim elit yang sudah lebih dulu menunggu di babak 16 besar. Atmosfer di Nyon saat pengundian berlangsung terasa sangat tegang, mengingat nama-nama besar seperti Juventus, Paris Saint-Germain (PSG), Inter Milan, hingga Borussia Dortmund harus berada di pot undian play-off, sebuah fakta yang menunjukkan betapa kompetitifnya fase liga musim ini. Setiap klub kini memiliki waktu kurang dari tiga minggu untuk mempersiapkan strategi terbaik guna mengamankan eksistensi mereka di panggung paling bergengsi di Benua Biru tersebut.
Dendam Membara di Santiago Bernabeu: Real Madrid Hadapi Ujian Benfica
Salah satu sorotan utama dari hasil undian kali ini adalah pertemuan kembali antara Real Madrid dan Benfica. Duel ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa, melainkan sebuah panggung penebusan dosa bagi Los Blancos. Sebagaimana diketahui, drama luar biasa terjadi pada matchday ke-8 fase liga yang baru saja usai, di mana Benfica berhasil memberikan kejutan yang mengguncang tatanan sepak bola dunia. Kekalahan atau hasil minor yang diderita Real Madrid saat itu memaksa sang raja Eropa harus puas finis di luar zona delapan besar, sebuah posisi yang jarang sekali ditempati oleh klub pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak tersebut. Pertandingan dua leg ini akan menjadi kesempatan emas bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti untuk membalaskan dendam sekaligus membuktikan bahwa mentalitas juara mereka tetap tak tergoyahkan.
Di sisi lain, Benfica datang dengan kepercayaan diri yang meluap. Klub asal Portugal tersebut telah menunjukkan bahwa mereka memiliki taktik yang mampu meredam agresivitas pemain-pemain bintang Madrid. Pertandingan leg pertama akan digelar di markas Benfica, Estadio da Luz, yang dikenal memiliki atmosfer sangat intimidatif bagi tim tamu. Dukungan penuh dari para pendukung “The Eagles” diprediksi akan menjadi faktor pembeda dalam upaya mereka menahan gempuran Vinicius Junior dan kawan-kawan. Real Madrid harus ekstra waspada, karena kegagalan di babak play-off ini akan menjadi catatan hitam dalam sejarah panjang mereka di kompetisi Eropa, sementara bagi Benfica, menyingkirkan Madrid akan mempertegas status mereka sebagai pembunuh raksasa musim ini.
Derbi Prancis di Panggung Eropa: PSG Tantang Monaco
Kejutan lain yang muncul dari hasil drawing adalah terciptanya “Derby de France” di kancah internasional, di mana juara bertahan Ligue 1, Paris Saint-Germain, harus berhadapan dengan rival domestik mereka, AS Monaco. Pertemuan dua klub asal Prancis ini dipastikan akan berlangsung sengit karena kedua tim sudah sangat mengenal karakter permainan satu sama lain. PSG, yang diperkuat oleh barisan pemain bintang dunia, tentu lebih diunggulkan di atas kertas. Namun, Monaco di bawah asuhan Adi Hütter telah bertransformasi menjadi tim yang sangat solid dengan transisi serangan balik yang mematikan. Fakta bahwa PSG harus melalui babak play-off menunjukkan bahwa mereka masih memiliki celah yang bisa dieksploitasi oleh tim-tim yang memiliki disiplin taktik tinggi seperti Monaco.
Laga ini juga menjadi ujian berat bagi manajemen PSG yang selalu menargetkan trofi Liga Champions sebagai prioritas utama. Menghadapi Monaco berarti mereka tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun, karena kekalahan akan berarti bencana besar bagi proyek ambisius klub ibu kota tersebut. Monaco sendiri tidak akan merasa inferior; mereka memiliki sejarah panjang dalam menyulitkan PSG di kompetisi domestik. Dengan format dua leg, strategi dalam mengatur ritme permainan di Stade Louis II dan Parc des Princes akan menjadi kunci utama. Pemenang dari duel sesama wakil Prancis ini dipastikan akan membawa modal kepercayaan diri yang sangat besar saat melangkah ke babak 16 besar nanti.
Dominasi Klub Italia dan Tantangan Berat dari Jerman serta Inggris
Klub-klub Italia juga menghadapi tantangan yang tidak kalah berat di babak play-off ini. Juventus dijadwalkan bertandang ke markas Galatasaray, sebuah tempat yang sering disebut sebagai “neraka” bagi tim tamu karena fanatisme suporternya yang luar biasa. Si Nyonya Tua harus mampu menjaga ketenangan di Istanbul sebelum akhirnya menjamu wakil Turki tersebut di Turin pada leg kedua. Sementara itu, Inter Milan akan menghadapi wakil Norwegia, Bodø/Glimt. Meski di atas kertas Inter jauh lebih unggul, bermain di wilayah utara Eropa pada bulan Februari dengan suhu yang ekstrem bisa menjadi kendala non-teknis yang menyulitkan bagi skuad asuhan Simone Inzaghi.
Dari Jerman, Borussia Dortmund akan terlibat dalam duel taktis tingkat tinggi melawan Atalanta. Kedua tim dikenal memiliki gaya permainan menyerang yang atraktif, sehingga pertemuan ini diprediksi akan menghasilkan banyak gol. Dortmund yang didukung oleh “Yellow Wall” di Signal Iduna Park akan mencoba mengamankan keunggulan agregat sebelum terbang ke Bergamo. Di sisi lain, Newcastle United sebagai wakil Inggris akan menghadapi tantangan jauh ke timur melawan Qarabağ. Perjalanan panjang menuju Azerbaijan bisa menjadi faktor kelelahan bagi skuad The Magpies, namun kualitas individu pemain Newcastle diharapkan mampu mengatasi perlawanan gigih dari Qarabağ yang kerap tampil mengejutkan di kandang sendiri.
Jadwal Lengkap Pertandingan Play-Off Liga Champions 2025-2026
Berikut adalah jadwal rinci pertandingan babak play-off fase gugur yang akan disiarkan secara langsung dan dapat dipantau melalui layanan live score. Seluruh pertandingan leg pertama akan dilaksanakan pada 18 Februari 2026, diikuti oleh leg kedua pada 25 Februari 2026.
| Waktu (WIB) | Pertandingan Leg Pertama (18 Februari 2026) |
|---|---|
| 03.00 WIB | Galatasaray vs Juventus (18:45 CET) |
| 03.00 WIB | Monaco vs Paris Saint-Germain |
| 03.00 WIB | Borussia Dortmund vs Atalanta |
| 03.00 WIB | Benfica vs Real Madrid |
| 03.00 WIB | Qarabağ vs Newcastle United (18:45 CET) |
| 03.00 WIB | Club Brugge vs Atlético de Madrid |
| 03.00 WIB |
Leave a Reply |
















