Ternate, Maluku Utara – Sebuah pertarungan krusial yang sarat akan ambisi dan harapan akan tersaji di Stadion Gelora Kie Raha ketika Malut United FC, tim promosi yang tengah menunjukkan taringnya, menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan pekan ke-19 Super League 2025-2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 15.30 WIB ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan sebuah duel yang akan menentukan arah perjalanan kedua tim di papan klasemen. Malut United bertekad mengamankan posisi empat besar demi menjaga asa perburuan gelar juara, sementara Bhayangkara FC berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan performa demi menjauh dari zona degradasi, membawa misi revans setelah takluk di kandang sendiri pada pertemuan sebelumnya. Analisis mendalam mengenai prediksi skor, susunan pemain, dan faktor-faktor kunci lainnya akan mengupas tuntas potensi hasil akhir dari bentrokan sengit ini.
Pertarungan Kunci di Gelora Kie Raha: Misi Berbeda di Papan Klasemen
Stadion Gelora Kie Raha di Maluku Utara akan menjadi saksi bisu pertarungan yang memiliki signifikansi besar bagi kedua kontestan, Malut United FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bagi tuan rumah, Laskar Kie Raha, pertandingan ini merupakan peluang emas untuk memperkokoh posisi mereka di jajaran elite Super League. Saat ini, Malut United menduduki peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 37 poin yang impresif. Angka ini menempatkan mereka hanya terpaut empat poin dari Persib Bandung yang sementara memimpin puncak klasemen, menegaskan bahwa mereka adalah salah satu penantang serius dalam perburuan gelar juara musim ini. Status sebagai tim promosi tidak menghalangi mereka untuk menunjukkan “taji” di hadapan tim-tim besar, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap kompetisi.
Di sisi lain, Bhayangkara Presisi Lampung FC, yang dikenal dengan julukan The Guardians of Saburai, datang ke Ternate dengan misi yang jauh berbeda. Mereka kini tertahan di posisi kesembilan klasemen dengan raihan 23 poin, sebuah posisi yang jauh dari harapan untuk tim sekelas Bhayangkara. Performa yang belum stabil membuat mereka harus berjuang keras untuk bangkit dan menjauh dari potensi ancaman degradasi. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi The Guardians untuk memutus tren negatif dan meraih poin di kandang lawan yang dikenal angker. Harapan untuk meraih kemenangan di kandang Malut United menjadi dorongan moral yang kuat bagi skuad Bhayangkara.
Tren Performa Kontras: Laskar Kie Raha dalam Momentum Positif, The Guardians Terseok-seok
Performa kedua tim dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan kontras yang mencolok. Malut United tiba di laga ini dengan kepercayaan diri tinggi, didukung oleh catatan impresif empat kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka. Konsistensi ini telah menjadikan mereka salah satu tim yang paling diperhitungkan musim ini. Penampilan apik mereka di kandang juga menjadi faktor krusial; sejauh musim ini, mereka hanya menerima satu kekalahan kandang yang terjadi saat menjamu PSIM Yogyakarta dengan skor 0-2. Catatan ini memberikan “suntikan semangat” tambahan bagi skuad asuhan Hendri Susilo untuk mempertahankan dominasi di Gelora Kie Raha.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi Lampung FC masih berupaya keras untuk menemukan performa terbaiknya. Dalam lima laga terakhir, The Guardians mencatatkan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan hanya satu kemenangan. Catatan buruk ini diperparah dengan rapuhnya lini belakang mereka yang kebobolan 10 gol dalam periode tersebut, menunjukkan adanya celah yang signifikan dalam pertahanan. Di saat yang sama, lini serang Bhayangkara FC juga kurang produktif, hanya mampu mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir. Kondisi ini membuat mereka “dibayang-bayangi dua laga tanpa kemenangan” dan menimbulkan pertanyaan besar tentang kemampuan mereka untuk membendung “badai serangan tuan rumah” yang sedang on fire.
















