Dalam upaya sistematis menekan angka prevalensi stunting nasional yang menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia unggul, PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menginisiasi langkah konkret melalui program intervensi gizi berkelanjutan di Desa Cijaura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi strategis bersama lembaga filantropi Rumah Zakat ini dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan holistik bagi balita dan ibu hamil melalui pemantauan intensif, edukasi gizi, serta penyediaan sarana pendukung kesehatan primer selama periode enam bulan penuh, terhitung mulai Februari hingga Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap risiko gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang dapat berdampak fatal pada kualitas hidup generasi mendatang, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen sektor industri asuransi dalam mendukung program pemerintah guna mencapai target penurunan stunting di bawah 14 persen secara nasional.
Implementasi program ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan sebuah intervensi mendalam yang mencakup berbagai aspek fundamental kesehatan anak. BRI Life menyadari bahwa pencegahan stunting memerlukan pendekatan multidimensi, sehingga program ini mencakup edukasi dan pelatihan melalui “Kelas Bebas Stunting” bagi para orang tua dan pengasuh. Di dalam kelas ini, masyarakat diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, praktik pengasuhan yang benar, serta sanitasi lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak. Selain edukasi, dilakukan pula pemantauan tumbuh kembang anak secara sangat intensif dan berkala. Tim ahli di lapangan melakukan pengukuran parameter antropometri yang meliputi berat badan untuk mendeteksi indikasi wasting, tinggi badan untuk memantau potensi stunting, hingga lingkar kepala guna memastikan perkembangan otak anak berjalan optimal sesuai dengan usianya. Proses screening perkembangan dan status gizi ini dilakukan secara presisi untuk memastikan setiap anak mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi klinisnya masing-masing.
Transformasi Infrastruktur Kesehatan Melalui Dapur Gizi dan PMT Lokal
Salah satu pilar utama dalam program di Desa Cijaura ini adalah penguatan infrastruktur kesehatan lokal melalui penyediaan Dapur Gizi. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat produksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang bergizi tinggi dan higienis. Dengan adanya Dapur Gizi, proses pengolahan makanan untuk balita dapat dikontrol dengan ketat standar nutrisinya, memastikan bahwa setiap kalori dan mikronutrien yang dikonsumsi anak-anak benar-benar mendukung pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh mereka. Dukungan gizi khusus ini secara spesifik menyasar kategori Baduta (bayi di bawah dua tahun) dan balita yang masuk dalam kategori undernutrition atau kekurangan gizi. Melalui mekanisme pemberian makanan tambahan setiap hari selama enam bulan, program ini memastikan adanya asupan nutrisi yang terukur dan termonitor secara harian, sehingga fluktuasi kondisi kesehatan anak dapat segera dideteksi dan diintervensi oleh tenaga medis maupun kader kesehatan yang bertugas.
Pejabat Eksekutif BRI Life, Aestika Oryza Gunarto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan. Beliau memaparkan bahwa BRI Life berupaya keras memberikan kontribusi nyata di bidang kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat yang memiliki tantangan tersendiri dalam isu gizi. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil untuk mencegah terjadinya stunting sejak dalam kandungan. Dengan memberikan asupan makanan bergizi dan edukasi kesehatan selama enam bulan, BRI Life ingin memastikan bahwa siklus kemiskinan dan masalah kesehatan akibat stunting dapat diputus secara efektif. Aestika juga menekankan pentingnya monitoring yang ketat agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi penurunan angka prevalensi stunting di wilayah Kecamatan Buahbatu.
Sinergi Strategis untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Lebih jauh lagi, program Corporate Social Responsibility (CSR) ini diposisikan sebagai dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability and Development Goals (SDGs), terutama pada poin kesehatan yang baik dan kesejahteraan serta penghapusan kelaparan. BRI Life memandang bahwa investasi pada kesehatan anak adalah investasi pada masa depan bangsa. Dengan meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa, program ini juga meninggalkan warisan keterampilan (skill legacy) bagi masyarakat setempat. Para kader dilatih untuk memiliki kemampuan dalam melakukan deteksi dini gejala stunting dan memberikan penyuluhan gizi secara mandiri di masa depan. Kolaborasi dengan pemerintahan desa setempat menjadi kunci sukses agar program ini memiliki akseptabilitas yang tinggi di mata warga dan dapat berjalan selaras dengan program-program kesehatan yang sudah ada di tingkat Puskesmas maupun Posyandu.
Keberhasilan program ini juga tercermin dari antusiasme dan apresiasi yang diberikan oleh warga Desa Cijaura. Suparti, salah satu ibu dari balita penerima manfaat, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan kepastian nutrisi bagi buah hatinya. Kehadiran dukungan berupa susu khusus anak dan makanan bergizi lainnya setiap hari diakui sangat membantu dalam memenuhi standar gizi yang sebelumnya sulit dipenuhi secara mandiri. Testimoni ini memperkuat fakta bahwa intervensi langsung di tingkat akar rumput memberikan dampak psikologis dan fisik yang nyata bagi masyarakat. Dengan adanya pengawasan yang berkelanjutan hingga Juli 2026, diharapkan tren pertumbuhan anak-anak di Desa Cijaura menunjukkan kurva positif yang stabil, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.
Melalui langkah komprehensif ini, BRI Life membuktikan bahwa peran perusahaan asuransi tidak hanya terbatas pada proteksi finansial, tetapi juga pada proteksi kualitas hidup masyarakat secara luas. Upaya penurunan angka stunting nasional yang menunjukkan tren positif harus terus didorong oleh kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan lembaga sosial. Dengan berakhirnya program ini nantinya, diharapkan model intervensi gizi di Desa Cijaura dapat menjadi percontohan (benchmark) bagi wilayah lain di Indonesia dalam menangani isu stunting secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Komitmen BRI Life untuk terus memonitor perkembangan para penerima manfaat selama enam bulan ke depan menjadi jaminan bahwa setiap sumber daya yang dikeluarkan akan membuahkan hasil nyata bagi penurunan angka stunting di Kota Bandung.












