Gegap gempita turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026 mencapai puncaknya di babak semifinal, Sabtu (31/1), dengan kontingen Indonesia menunjukkan dominasi luar biasa di Nimibutr Stadium, Bangkok. Sebanyak sepuluh wakil Merah Putih berhasil menembus empat besar, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan bulu tangkis dunia. Dari sepuluh wakil tersebut, tiga di antaranya akan terlibat dalam “perang saudara” atau All-Indonesian Semifinals, sebuah skenario yang menjamin Indonesia telah mengamankan setidaknya tiga tiket ke partai puncak di tiga nomor berbeda. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kedalaman talenta bulu tangkis Indonesia, tetapi juga mempersiapkan panggung untuk persaingan internal yang ketat demi memperebutkan gelar juara.
Dominasi Indonesia di turnamen level Super 300 ini menjadi sorotan utama. Dengan sepuluh wakil yang melaju ke semifinal, Indonesia secara signifikan mengungguli negara-negara lain, menempatkan para pemainnya di empat nomor berbeda. Pencapaian ini menegaskan keberhasilan program pembinaan dan regenerasi atlet bulu tangkis di Tanah Air. Kehadiran tiga laga yang mempertemukan sesama wakil Indonesia, atau yang akrab disebut “perang saudara”, menjadi bukti nyata kualitas merata yang dimiliki para pebulu tangkis Indonesia. Meskipun menjamin adanya wakil Indonesia di final, pertandingan-pertandingan ini juga menghadirkan dilema emosional, di mana dua rekan senegara harus saling menyingkirkan demi satu tempat di partai puncak. Ini adalah cerminan dari persaingan sehat dan ketat di dalam tubuh tim nasional, yang pada akhirnya akan menghasilkan finalis dengan mental baja.
Analisis Mendalam “Perang Saudara” di Semifinal
Tiga pertarungan internal yang akan tersaji di Nimibutr Stadium tidak hanya sekadar perebutan tiket final, melainkan juga ajang pembuktian diri dan strategi antar sesama pemain yang telah saling mengenal gaya permainan masing-masing. Di sektor tunggal putra, publik akan disuguhkan duel antara dua talenta muda, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah. Pertemuan ini bukan yang pertama bagi mereka; menilik catatan head-to-head, Alwi Farhan unggul tipis 2-1 atas Ubed. Alwi, yang dikenal dengan gaya bermain agresif dan pukulan bertenaga, akan berusaha mempertahankan dominasinya. Sementara itu, Ubed, dengan ketenangan dan kemampuan mengolah bola yang apik, akan berjuang membalikkan keadaan. Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit, menjadi barometer penting bagi perkembangan kedua pemain di kancah internasional.
Beralih ke sektor ganda campuran, pertarungan tak kalah menarik akan mempertemukan pasangan Amri Syahnawi/Nita Marwah melawan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan Amri/Nita merupakan kombinasi yang solid dan telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Di sisi lain, Bobby Setiabudi yang berpasangan dengan Melati Daeva, mantan ganda campuran peringkat satu dunia bersama Praveen Jordan, menghadirkan dinamika yang berbeda. Kehadiran Melati dengan segudang pengalaman dan kematangan di level tertinggi akan menjadi aset berharga bagi pasangan barunya. Laga ini akan menjadi ujian seberapa jauh Amri/Nita bisa menandingi pengalaman dan taktik yang dibawa oleh Melati, sekaligus menjadi kesempatan bagi Bobby untuk membuktikan kapasitasnya di samping pemain senior.
Di nomor ganda putra, duel antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang dikenal sebagai “The Babbies” dengan gaya bermain eksplosif mereka, akan menghadapi pasangan Rian Ardianto/Rahmat Hidayat. Leo/Daniel telah membuktikan diri sebagai salah satu ganda putra top dunia dengan berbagai gelar juara. Namun, Rian/Rahmat, meskipun merupakan pasangan yang relatif baru, telah menunjukkan potensi besar dan kerap memberikan kejutan. Pertandingan ini akan menjadi adu strategi dan kekuatan fisik, di mana Leo/Daniel akan berusaha mempertahankan reputasi mereka, sementara Rian/Rahmat akan berupaya keras untuk membuat kejutan dan menembus final. Ini adalah pertarungan yang menjanjikan reli-reli panjang dan smash-smash keras yang akan memanjakan mata penonton.
Peluang Lain dan Potensi Final Sesama Indonesia
Selain tiga “perang saudara” tersebut, Indonesia juga memiliki wakil-wakil lain yang berjuang untuk meraih tiket final. Di ganda putra, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan menghadapi tantangan berat dari wakil China, Hu Keyuan/Lin Xiangyi. Raymond/Nikolaus perlu menampilkan performa terbaik mereka untuk mengatasi lawan dari Negeri Tirai Bambu yang dikenal tangguh.
Sektor ganda putri juga menjanjikan potensi All-Indonesian Final yang menarik. Dua pasangan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, akan berjuang di semifinal. Febriana/Amallia akan berhadapan dengan pasangan China, Bao Lijing/Li Yijing. Sementara itu, Siti Fadia/Ribka akan bersua dengan ganda putri Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe. Jika kedua pasangan Indonesia ini berhasil melewati hadangan lawan masing-masing, maka akan tercipta final sesama Indonesia di nomor ganda putri, sebuah skenario yang akan mengukuhkan dominasi Indonesia di sektor ini dan menambah koleksi gelar juara bagi Merah Putih.
Di ganda campuran, selain “perang saudara” antara Amri/Nita dan Bobby/Melati, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga akan berjuang di semifinal. Mereka akan menghadapi pasangan Jepang, Akira Koga/Natsu Saito. Adnan/Indah memiliki kesempatan untuk menambah wakil Indonesia di final jika mampu mengatasi perlawanan wakil Jepang ini. Keberhasilan mereka akan semakin memperkuat posisi Indonesia di turnamen tersebut.
Jadwal Lengkap Wakil RI di Semifinal Thailand Masters 2026
Pertandingan semifinal Thailand Masters 2026 akan dimulai pada Sabtu (31/1) di Nimibutr Stadium, Bangkok, dengan jadwal yang terbagi di dua lapangan utama. Para penggemar bulu tangkis di Indonesia dapat menyaksikan aksi para pahlawan Merah Putih mulai siang hari.
Court 1 (Mulai Pukul 12:00 WIB)
-
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Indonesia) vs Bao Lijing/Li Yijing (China) – Match 1 (Ganda Putri)
-
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia) vs Hu Keyuan/Lin Xiangyi (China) – Match 2 (Ganda Putra)
-
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto (Indonesia) vs Kaho Osawa/Mai Tanabe (Jepang) – Match 3 (Ganda Putri)
-
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Indonesia) vs Rian Ardianto/Rahmat Hidayat (Indonesia) – Match 4 (Ganda Putra)
-
Amri Syahnawi/Nita Marwah (Indonesia) vs Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia) – Match 6 (Ganda Campuran)
-
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia) vs Akira Koga/Natsu Saito (Jepang) – Match 8 (Ganda Campuran)
Court 2 (Mulai Pukul 15:30 WIB)
-
Alwi Farhan (Indonesia) vs Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia) – Match 1 (Tunggal Putra)
Dengan jadwal yang padat dan potensi drama yang tinggi, babak semifinal Thailand Masters 2026 dipastikan akan menjadi tontonan yang mendebarkan bagi para pecinta bulu tangkis. Setiap pertandingan akan menjadi pertaruhan prestise dan tiket menuju puncak, dengan Indonesia berharap dapat membawa pulang sebanyak mungkin gelar juara dari Bangkok.















