Mantan Presiden Joko Widodo secara resmi menginstruksikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melakukan ekspansi struktur organisasi secara masif hingga menyentuh level akar rumput paling bawah, yakni tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), guna mengamankan kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang. Dalam pidato kunci yang disampaikan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), Jokowi menegaskan bahwa partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, tidak lagi bisa hanya mengandalkan struktur di tingkat daerah (DPD) jika ingin menjadi kekuatan politik utama di Indonesia. Instruksi strategis ini menandai babak baru keterlibatan mendalam Jokowi dalam memperkuat mesin politik partai berlogo mawar tersebut, dengan target penyelesaian struktur hingga tingkat desa secara nasional pada akhir tahun 2026. Melalui arahan ini, Jokowi menekankan pentingnya penguasaan teritorial yang nyata untuk mengonversi popularitas digital menjadi perolehan suara yang signifikan di kotak suara.
Dalam analisis mendalamnya mengenai peta politik nasional, Jokowi menguraikan bahwa kekuatan sebuah partai politik modern tidak boleh timpang. Ia menyoroti adanya dua medium jaringan utama yang wajib diperkuat secara simultan, yakni jaringan luring (offline) dan jaringan daring (online). Selama ini, PSI dikenal memiliki penetrasi yang kuat di media sosial dan ruang digital, namun Jokowi menilai hal tersebut tidaklah cukup untuk memenangkan kontestasi elektoral yang kompleks di Indonesia. Ia memerintahkan agar jaringan luring diperluas secara agresif, mulai dari pusat kota hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru tanah air. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, mesin partai yang besar adalah prasyarat mutlak bagi PSI yang mengusung target ambisius untuk lolos ke parlemen dan menjadi pemenang di Pemilu 2029. Struktur partai tidak boleh berhenti di tingkat Kabupaten/Kota atau DPD saja, melainkan harus hidup dan berdenyut di setiap gang dan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Transformasi Struktur: Dari Jaringan Digital Menuju Akar Rumput RT/RW
Langkah strategis yang diminta Jokowi ini merupakan pergeseran paradigma besar bagi PSI yang selama ini identik dengan pemilih muda perkotaan. Dengan menginstruksikan pembentukan dewan partai hingga tingkat RT/RW, Jokowi ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program partai dapat tersampaikan langsung secara door-to-door kepada masyarakat. Ia beranggapan bahwa struktur partai yang kuat adalah struktur yang benar-benar “hidup”, yang berarti pengurusnya hadir di tengah persoalan warga sehari-hari. Menanggapi instruksi presiden ke-7 RI tersebut, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, dikabarkan langsung merumuskan langkah-langkah konkret dan strategi operasional untuk memastikan mesin partai siap menghadapi tantangan tersebut. Ahmad Ali menekankan bahwa pembangunan struktur ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya membangun loyalitas konstituen yang berbasis pada kedekatan emosional dan sosial di tingkat lokal.
Jokowi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan diskusi intensif dengan jajaran elite PSI, termasuk Ketua Umum Kaesang Pangarep dan Ketua Harian Ahmad Ali, mengenai teknis penguatan struktur ini. Dalam forum Rakernas yang berlangsung selama tiga hari di Makassar tersebut, Jokowi memberikan tenggat waktu yang sangat ketat bagi para kader. Ia mendorong agar seluruh struktur partai hingga tingkat desa harus rampung secara nasional pada akhir tahun 2026. “Akhir 2026 harus selesai. Siap? Sanggup?” tanya Jokowi dengan nada tegas dari atas podium, yang langsung disambut dengan gemuruh teriakan “siap” dan “sanggup” dari ribuan kader serta pengurus yang memadati lokasi acara. Penekanan pada batas waktu ini menunjukkan urgensi bagi PSI untuk segera bertransformasi menjadi partai dengan organisasi yang solid dan menjangkau seluruh lapisan demografi.
Komitmen Total Jokowi: Strategi Menuju Kemenangan Pemilu 2029
Hal yang paling menarik perhatian dalam Rakernas tersebut adalah pernyataan komitmen pribadi Jokowi untuk turun tangan langsung membantu PSI. Meski secara formal belum dilantik sebagai pengurus struktural partai, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi secara totalitas. Ia menegaskan bahwa jika keberadaannya diperlukan untuk memperkuat basis partai, ia tidak akan ragu untuk hadir. “Kalau diperlukan harus datang, saya masih sanggup,” tegas Jokowi. Komitmen ini bukan sekadar retorika, karena ia menyatakan kesanggupannya untuk melakukan safari politik ke seluruh provinsi, kabupaten, kota, hingga tingkat kecamatan di Indonesia. Kehadiran figur Jokowi yang memiliki basis massa loyal diharapkan mampu menjadi magnet penarik suara (vote getter) yang efektif bagi PSI dalam memperlebar jaringan partainya di daerah-daerah yang selama ini sulit ditembus.
Lebih lanjut, Jokowi memberikan suntikan motivasi yang sangat kuat kepada para kader dengan menjanjikan kerja keras yang setara. Ia menggunakan diksi “mati-matian” dan “habis-habisan” untuk menggambarkan level dedikasi yang ia harapkan dari seluruh jajaran pengurus PSI. “Saudara kerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ucapnya yang disambut tepuk tangan berdiri (standing ovation) dari peserta Rakernas. Pernyataan ini memberikan sinyal kuat kepada publik dan lawan politik bahwa Jokowi akan menjadi faktor kunci dalam pergerakan PSI menuju 2029. Dengan dukungan penuh dari mantan presiden yang masih memiliki tingkat kepuasan publik tinggi, PSI optimis dapat melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang menjadi batu sandungan mereka pada pemilu-pemilu sebelumnya.
Rakernas PSI yang diselenggarakan pada 29-31 Januari 2026 di Makassar ini memang dirancang sebagai momentum konsolidasi besar-besaran. Selain membahas penguatan struktur, agenda utama pertemuan ini adalah menetapkan arah kebijakan strategis dan peta jalan kerja partai untuk jangka pendek hingga tahun 2029. Target yang dipatok tidak main-main: PSI harus bertransformasi dari partai non-parlemen menjadi partai pemenang pemilu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penguatan akar rumput di tingkat RT/RW dianggap sebagai kunci utama untuk melawan dominasi partai-partai besar yang sudah memiliki basis tradisional. Dengan strategi yang memadukan kekuatan digital dan militansi luring di tingkat RT/RW, serta dukungan penuh dari figur sentral seperti Joko Widodo, PSI berupaya menciptakan sejarah baru dalam lanskap politik Indonesia pada kontestasi elektoral mendatang.
Tabel Target Pengembangan Struktur PSI 2026-2029
| Level Struktur | Target Pencapaian | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Tingkat Desa/Kelurahan | Desember 2026 | Pembentukan pengurus inti dan sekretariat lokal. |
| Tingkat RT/RW | Juni 2027 | Rekrutmen koordinator lingkungan dan pendataan basis massa. |
| Tingkat Kecamatan | Selesai (Optimasi) | Koordinasi logistik dan kampanye mikro-teritorial. |
| Nasional (Parlemen) | Pemilu 2029 | Melewati Parliamentary Threshold dan memenangkan kursi signifikan. |
Secara keseluruhan, arahan Jokowi dalam Rakernas Makassar ini mempertegas posisi PSI sebagai instrumen politik yang akan diperhitungkan secara serius. Transformasi dari partai yang sekadar “berisik” di media sosial menjadi partai dengan “mesin” yang menjangkau RT/RW adalah tantangan organisasi yang sangat besar. Namun, dengan kepemimpinan Kaesang Pangarep, bimbingan strategis dari Ahmad Ali, serta sokongan penuh dari Joko Widodo, PSI tampaknya sedang membangun fondasi yang sangat kokoh untuk tidak hanya sekadar lolos ke Senayan, tetapi juga merombak peta kekuatan politik nasional di masa depan.

















