Dalam sebuah gejolak pasar yang mengguncang fundamental perekonomian, investor asing secara masif menarik modalnya dari pasar modal Indonesia, mencatatkan aksi jual bersih atau net sell bernilai fantastis sebesar Rp 13,92 triliun hanya dalam rentang waktu lima hari perdagangan, yakni dari 26 hingga 30 Januari 2026. Penjualan besar-besaran ini, yang sebagian besar terfokus pada saham-saham blue-chip di indeks LQ45, dipicu oleh keputusan mengejutkan dari pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan proses rebalancing indeks saham Indonesia. Konsekuensinya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

















