Panggung megah Nimibutr Arena di Bangkok, Thailand, menjadi saksi bisu dominasi talenta muda bulu tangkis Indonesia dalam babak semifinal turnamen BWF World Tour Super 300, Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026, pada Sabtu (31/1/2026) sore WIB. Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, berhasil mengunci satu tiket ke partai puncak setelah memenangi duel bertajuk “Derbi Merah Putih” melawan kompatriotnya, Alwi Farhan, melalui pertarungan dua gim langsung yang berakhir dengan skor 21-18 dan 21-14. Kemenangan krusial ini tidak hanya mengantarkan pebulu tangkis berusia 18 tahun tersebut ke babak final, tetapi juga menjadi momentum pembalasan yang manis setelah pertemuan sebelumnya di final SEA Games 2025, sekaligus menegaskan regenerasi tunggal putra Indonesia yang kian kompetitif di level internasional.
Analisis Gim Pertama: Kebangkitan Dramatis Ubed di Nimibutr Arena
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi di mana Alwi Farhan, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai jawara Indonesia Masters 2026, langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Alwi menunjukkan kelasnya dengan permainan net yang tipis dan smes menyilang yang sulit diantisipasi, membuat Ubed sempat tertinggal jauh di awal gim pertama dengan skor 2-7. Dominasi Alwi terus berlanjut hingga memasuki masa interval, di mana ia berhasil mengamankan keunggulan signifikan 5-11. Pada titik ini, Alwi tampak memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan, memanfaatkan setiap celah pertahanan Ubed yang tampak masih mencari ritme permainan terbaiknya di lapangan Nimibutr yang dikenal memiliki karakteristik angin yang cukup menantang bagi para pemain.
Namun, momentum pertandingan berubah drastis pasca-jeda interval gim pertama. Ubed, yang dibimbing dengan instruksi taktis dari pinggir lapangan, mulai merubah pola permainannya menjadi lebih sabar dan berani melakukan reli panjang untuk menguras stamina lawan. Perlahan tapi pasti, Ubed mulai mengikis selisih poin yang sebelumnya terlihat mustahil untuk dikejar. Dari ketertinggalan 14-16, pemain muda berbakat ini menunjukkan ketenangan luar biasa yang jarang dimiliki pemain seusianya. Ia berhasil mencetak empat poin beruntun untuk memberikan tekanan psikologis yang nyata kepada Alwi. Puncaknya, dengan determinasi yang sangat tinggi, Ubed menyapu bersih lima poin terakhir secara berturut-turut untuk menikung perolehan angka Alwi dan menutup gim pertama dengan kemenangan dramatis 21-18. Keberhasilan membalikkan keadaan ini menjadi titik balik mental yang sangat krusial bagi jalannya sisa pertandingan.
Memasuki gim kedua, kepercayaan diri Mohammad Zaki Ubaidillah meningkat pesat berkat kemenangan “comeback” yang ia raih di gim sebelumnya. Ia tidak memberikan sedikit pun kesempatan bagi Alwi Farhan untuk mengembangkan permainan agresif seperti yang ditunjukkan di awal laga. Dengan variasi serangan yang lebih tajam dan pertahanan yang jauh lebih rapat, Ubed langsung memimpin perolehan angka dengan skor 8-5. Alwi Farhan mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan dan mencoba mempercepat tempo, namun Ubed tetap tampil solid dan disiplin dalam menjaga area lapangannya. Ubed pun berhasil mencapai interval gim kedua dengan keunggulan meyakinkan 11-6. Keunggulan lima poin ini memberikan ruang napas yang cukup bagi Ubed untuk mendikte tempo permainan, memaksa Alwi melakukan beberapa kesalahan sendiri (unforced errors) karena terburu-buru ingin mengejar ketertinggalan di paruh kedua gim tersebut.
Dominasi Total dan Tiket Menuju Partai Puncak
Upaya keras Alwi Farhan untuk mengejar ketertinggalan sempat membuahkan hasil ketika ia berhasil menipiskan jarak menjadi 14-10 melalui beberapa penempatan bola yang akurat. Namun, Ubed yang sudah berada di atas angin menunjukkan kematangan taktik dengan tetap tenang dan tidak terpancing pola permainan cepat yang coba diterapkan oleh Alwi. Ubed terus menjauh dengan penempatan bola yang akurat di sudut-sudut lapangan yang sulit dijangkau, memaksa Alwi untuk terus berlari dan melakukan pengembalian yang kurang sempurna. Konsistensi Ubed dalam menjaga keunggulan akhirnya membuahkan hasil manis saat ia berhasil menyudahi perlawanan Alwi dengan skor akhir 21-14 di gim kedua. Kemenangan ini memastikan langkah Ubed ke final Thailand Masters 2026, sekaligus mencatatkan kemenangan penting dalam rekor pertemuan (head-to-head) versi BWF melawan rekan senegaranya tersebut.
Kemenangan Mohammad Zaki Ubaidillah atas Alwi Farhan ini memiliki makna mendalam bagi peta persaingan tunggal putra Indonesia di masa depan. Sebagai pemain yang baru menginjak usia 18 tahun, Ubed membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pemain yang lebih senior dan berpengalaman seperti Alwi yang sudah mencicipi gelar juara di level World Tour. Pertemuan keempat mereka di ajang resmi BWF ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Ubed untuk keluar dari bayang-bayang kekalahan di final SEA Games 2025 lalu. Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif bagi PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) bahwa stok pemain muda potensial terus bermunculan dan siap bersaing memperebutkan gelar-gelar bergengsi di kalender turnamen dunia, menciptakan persaingan sehat di dalam pelatnas yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pemain secara keseluruhan.

















