Film People We Meet on Vacation, sebuah adaptasi yang sangat dinantikan dari novel laris karya Emily Henry, berhasil memikat imajinasi penonton dengan janji petualangan keliling dunia. Kisah yang menawan ini mengikuti perjalanan liburan tahunan Poppy dan Alex, dua sahabat yang tak terpisahkan, melintasi berbagai lanskap eksotis dari Kanada hingga Barcelona. Namun, di balik narasi yang luas dan visual yang memukau, tersembunyi sebuah rahasia produksi yang menarik: tim pembuat film secara cerdik hanya menggunakan dua lokasi syuting utama untuk menciptakan ilusi puluhan destinasi. Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan kecerdikan sinematik tetapi juga menawarkan perspektif baru bagi penggemar yang ingin menelusuri jejak Poppy dan Alex tanpa harus terpaku pada geografi cerita yang sebenarnya.
Dijadwalkan tayang perdana pada tanggal 9 Januari 2026 di platform streaming global Netflix, People We Meet on Vacation menghidupkan kembali pesona novel aslinya yang telah merebut hati jutaan pembaca. Dengan Emily Bader yang memerankan karakter Poppy Litchfield yang berjiwa bebas dan Tom Blyth sebagai Alex Nilsen yang lebih pendiam dan intelektual, dinamika persahabatan mereka yang kompleks dan berkembang menjadi romansa adalah inti dari cerita ini. Alur naratifnya terentang selama satu dekade, di mana Poppy dan Alex secara konsisten memenuhi janji mereka untuk bertemu setiap musim panas. Petualangan mereka membawa penonton dari pengalaman berkemah yang intim di hutan belantara Kanada, melewati hiruk pikuk pesta di New Orleans yang penuh warna, hingga keindahan pedesaan Tuscany yang mempesona, dan arsitektur megah Barcelona. Setiap liburan menjadi babak baru dalam evolusi hubungan mereka, yang pada akhirnya menantang batasan persahabatan dan cinta.
Sutradara Brett Haley mengungkapkan ambisinya yang mendalam untuk film ini kepada majalah People. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman imersif di mana penonton merasa seolah-olah mereka adalah bagian dari perjalanan liburan Poppy dan Alex, berbagi tawa, drama, dan momen-momen intim bersama karakter-karakter tersebut. Haley menekankan pentingnya “tetap setia pada cerita dan perjalanan karakter-karakter ini,” sebuah komitmen yang vital mengingat popularitas besar novel aslinya. Meskipun demikian, proses adaptasi dari halaman buku ke layar lebar seringkali memerlukan penyesuaian. Film ini, dengan persetujuan penuh dari penulis Emily Henry sendiri, melakukan beberapa perubahan lokasi atau penghapusan latar tertentu. Ini menunjukkan kolaborasi yang erat antara sutradara dan penulis, memastikan bahwa meskipun ada modifikasi, esensi dan suasana buku aslinya tetap terjaga dengan integritas artistik yang tinggi.
Perubahan lokasi ini, yang dilakukan dengan pertimbangan matang, seringkali didorong oleh faktor logistik, anggaran, atau potensi visual yang lebih menarik. Sebagai contoh, adegan pernikahan saudara laki-laki Alex, Davis, yang dalam novel berlatar di Palm Springs yang cerah, dipindahkan ke Barcelona yang lebih dramatis dan kaya sejarah. Demikian pula, perjalanan berkemah yang semula direncanakan di Banff, sebuah ikon taman nasional Kanada, diganti dengan Squamish, sebuah kota di British Columbia yang menawarkan pemandangan alam yang tak kalah menakjubkan namun mungkin lebih mudah diakses untuk produksi film. Beberapa lokasi lain seperti Kroasia dan Islandia, yang mungkin muncul dalam narasi novel, juga diubah atau disimulasikan. Modifikasi cerdas ini tidak hanya memfasilitasi proses produksi tetapi juga secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi para penggemar. Dengan fokus pada lokasi syuting yang lebih terkonsentrasi, para penggemar kini dapat merencanakan perjalanan yang terinspirasi film dengan rencana perjalanan yang berpotensi lebih terjangkau, mengunjungi tempat-tempat nyata yang menjadi latar belakang visual film.
Menelusuri Jejak Poppy dan Alex: Lokasi Syuting Sesungguhnya
Meskipun cerita membawa Poppy dan Alex melintasi berbagai benua, tim produksi film People We Meet on Vacation secara jenius memusatkan sebagian besar syuting mereka di dua lokasi utama yang kaya akan karakter: New Orleans, Amerika Serikat, dan Costa Brava, Spanyol. Kecerdikan ini memungkinkan mereka untuk menciptakan ilusi berbagai destinasi dengan memanfaatkan arsitektur, lanskap, dan budaya lokal yang beragam dari kedua wilayah tersebut.
Pesona Abadi New Orleans: Dari Pesta Jalanan hingga Rumah Masa Kecil
New Orleans, dengan warisan budayanya yang kaya dan atmosfernya yang unik, menjadi kanvas utama untuk berbagai adegan penting dalam film. Salah satu momen paling ikonik adalah adegan jalan-jalan malam Poppy dan Alex di tengah keramaian French Quarter yang riuh. Sutradara Haley mengungkapkan bahwa timnya berupaya keras untuk menciptakan suasana yang tampak nyata, tanpa menggunakan pencahayaan buatan yang berlebihan, hanya mengandalkan lampu jalanan kota, kamera, dan penampilan alami para aktor. Pendekatan ini berhasil menangkap energi otentik dan semangat tak tertandingi dari French Quarter, dengan bangunan bersejarahnya, balkon berukir besi tempa, dan suara musik jazz yang mengalun dari setiap sudut. Selain itu, beberapa adegan lain juga difilmkan di Royal Street yang terkenal dengan galeri seninya yang elegan, Frenchman Street Art Bizarre yang merupakan pusat kreativitas lokal, dan Pepper Palace, sebuah toko yang didedikasikan untuk segala hal berbau pedas. Tidak ketinggalan, Cafe Du Monde yang legendaris di Jackson Square, tempat ikonik yang terkenal dengan beignet dan kopi chicory-nya, juga menjadi bagian dari perjalanan sinematik mereka, menambahkan sentuhan keaslian pada pengalaman New Orleans.
Haley, yang memiliki ikatan pribadi dengan New Orleans, juga dengan sengaja menyelipkan beberapa tempat lokal favoritnya ke dalam film. Adegan adu tari yang penuh semangat antara Poppy dan Alex, misalnya, berlangsung di Bamboula’s di Frenchmen Street, sebuah tempat musik live populer yang juga menawarkan hidangan Cajun-Creole otentik, serta Domilise’s Po-boy & Bar, sebuah institusi lokal yang terkenal dengan sandwich po-boy-nya yang lezat. Pilihan lokasi-lokasi ini tidak hanya menambah kedalaman visual tetapi juga memberikan penghormatan kepada budaya New Orleans yang semarak. Lebih jauh lagi, lingkungan New Orleans juga secara cerdik digunakan untuk syuting adegan yang berlatar di kota fiktif Linfield, Ohio, tempat para karakter dibesarkan dan tempat Alex kembali sebagai orang dewasa. Perancang produksi film, Bruce Curtis, menjelaskan bagaimana St. Johns dan Audubon Park yang rindang dipilih untuk menggambarkan suasana pinggiran kota Midwest yang tenang dan subur. Sementara itu, rumah masa kecil Poppy yang penuh kenangan terletak di seberang Danau Pontchartrain, di kota Covington, sebuah lokasi yang memberikan nuansa pedesaan yang menenangkan dan kontras dengan hiruk pikuk kota.
Keindahan Costa Brava, Spanyol: Dari Pernikahan Megah hingga Hutan Ajaib
Beralih ke benua Eropa, wilayah Costa Brava di Spanyol, sebuah garis pantai yang menakjubkan di utara Barcelona yang membentang ke timur menuju perbatasan Prancis, menjadi lokasi syuting kedua yang multifungsi. Di sinilah tim produksi berhasil menciptakan ilusi berbagai destinasi Eropa lainnya, termasuk Tuscany dan bahkan hutan belantara Kanada.

















