Jakarta Popsivo Polwan secara meyakinkan berhasil menghidupkan kembali asa mereka untuk melaju ke babak Final Four Proliga 2026 setelah menumbangkan perlawanan sengit Jakarta Livin Mandiri dengan skor telak 3-0 pada laga pembuka putaran kedua yang digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Sabtu (31/1/2026). Kemenangan krusial dengan skor set 25-14, 32-30, dan 25-18 ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi tim asuhan Darko Dobreskov, tetapi juga menjadi pernyataan tegas mengenai kesiapan mereka bersaing di papan atas klasemen. Hasil ini merupakan kemenangan ketiga bagi Popsivo dari tujuh pertandingan yang telah mereka jalani sejak putaran pertama, sekaligus membawa mereka merangkak naik satu tingkat ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 9 poin. Sebaliknya, kekalahan ini memaksa Jakarta Livin Mandiri turun ke peringkat keenam dengan raihan 7 poin dari catatan dua kemenangan dan lima kekalahan, yang membuat persaingan memperebutkan tiket empat besar semakin memanas di sisa lima pertandingan putaran kedua.
Dominasi Taktis dan Drama Marathon Set Kedua yang Menentukan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Jakarta Popsivo Polwan langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Pada set pembuka, Popsivo menunjukkan kelasnya dengan menerapkan strategi servis yang sangat agresif, yang secara efektif merusak sistem penerimaan bola (receive) dari Jakarta Livin Mandiri. Transisi permainan yang rapi antara pertahanan dan serangan balik membuat Popsivo terus mendulang poin demi poin tanpa hambatan berarti. Ketajaman serangan yang dibangun oleh setter Naysilla Wiedy Kirana berhasil memanjakan para spiker mereka, sehingga set pertama ditutup dengan kemenangan dominan 25-14. Dominasi ini sempat memberikan kesan bahwa laga akan berjalan mudah bagi Popsivo, namun Jakarta Livin Mandiri memberikan respons yang luar biasa pada set berikutnya.
Memasuki set kedua, atmosfer pertandingan berubah menjadi sangat dramatis dan emosional bagi kedua tim. Jakarta Livin Mandiri yang tidak ingin kehilangan momentum mulai bangkit melalui motor serangan mereka, Weronika Szlagowska dan Ana Bjelica. Kedua pemain asing ini berkali-kali menembus blokade Popsivo, memaksa kejar-mengejar angka yang sangat ketat hingga mencapai poin kritis. Pertarungan mental terjadi saat kedudukan imbang 24-24, memicu terjadinya deuce yang berkepanjangan. Kedua tim silih berganti meraih set point dalam reli-reli panjang yang menguras fisik. Namun, ketenangan menjadi pembeda utama; Jakarta Popsivo Polwan berhasil memanfaatkan celah koordinasi di area belakang Livin Mandiri pada momen-momen krusial. Setelah melalui perjuangan melelahkan, Popsivo akhirnya menyudahi set kedua dengan skor fantastis 32-30, sebuah kemenangan yang secara psikologis meruntuhkan mental bertanding lawan.
Kemenangan dramatis di set kedua terbukti menjadi titik balik yang melemahkan daya juang Jakarta Livin Mandiri di set ketiga. Stamina yang terkuras habis setelah drama deuce membuat koordinasi permainan tim asuhan asisten pelatih Wilda Siti Nurfadilah ini menurun drastis. Situasi ini langsung dimanfaatkan secara maksimal oleh duet maut Popsivo, Bethania De La Cruz dan Yonkaira Paola Pena. Keduanya tampil tanpa ampun dengan melancarkan smash-smash keras yang sulit dibendung oleh blok lawan yang mulai melambat. Popsivo terus menekan tanpa memberikan kesempatan bagi Livin Mandiri untuk mengembangkan permainan. Dengan konsistensi yang terjaga hingga akhir laga, Jakarta Popsivo Polwan menutup set ketiga dengan skor 25-18, sekaligus memastikan kemenangan tiga set langsung yang sangat berarti bagi posisi mereka di tabel klasemen.
Evaluasi Mendalam dari Kubu Jakarta Livin Mandiri
Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi Jakarta Livin Mandiri yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan. Kapten tim, Yolla Yuliana, dengan jujur mengakui bahwa performa timnya hari ini berada jauh di bawah standar yang diharapkan. Yolla menyoroti kelemahan mencolok baik dalam aspek penyerangan maupun pertahanan yang tidak solid, sangat kontras dengan penampilan gigih mereka saat memaksa Gresik Phonska bermain lima set pada pertandingan sebelumnya. Meskipun faktor kelelahan fisik sempat mencuat mengingat jadwal pertandingan yang padat, Yolla enggan menjadikannya sebagai alasan utama. Menurutnya, lawan pun berada dalam kondisi fisik yang serupa, sehingga faktor mental dan kesiapan di lapanganlah yang menjadi pembeda. Tekanan yang terus-menerus diberikan oleh Popsivo sejak awal laga membuat Livin Mandiri sulit keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan pola permainan terbaik mereka.
Senada dengan sang kapten, Wilda Siti Nurfadilah yang kini menjabat sebagai asisten pelatih memberikan analisis teknis yang lebih mendalam terkait kegagalan timnya. Mantan middle blocker andalan tim nasional Indonesia tersebut menyayangkan tidak keluarnya kemampuan individu para pemain dalam situasi tertekan. Wilda mencatat beberapa poin krusial yang menjadi penyebab kekalahan, di antaranya adalah absennya servis yang mengancam, blok yang terlalu mudah ditembus, serta efektivitas serangan balik (counter-attack) yang sangat rendah. Menurutnya, kegagalan dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang membuat Livin Mandiri kehilangan banyak momentum untuk mengejar ketertinggalan. Evaluasi total dipastikan akan dilakukan oleh tim pelatih guna menghadapi lima laga sisa di putaran kedua demi menjaga peluang mereka tetap hidup dalam persaingan menuju babak empat besar.
Optimisme Jakarta Popsivo Polwan Menuju Final Four
Di sisi lain, kemenangan ini disambut dengan rasa syukur dan optimisme tinggi oleh kubu Jakarta Popsivo Polwan. Pelatih kepala Darko Dobreskov memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang mampu menjalankan instruksi taktis dengan sangat disiplin. Darko mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah fokus pada setiap poin tanpa terlalu terbebani oleh papan skor, sebuah pendekatan psikologis yang terbukti ampuh saat menghadapi situasi kritis di set kedua yang berakhir 32-30. Ia menilai soliditas tim dalam bertahan dan menyerang sudah jauh lebih meningkat dibandingkan laga-laga di putaran pertama. Meski peluang menuju Final Four kini terbuka lebar, Darko tetap mengingatkan para pemainnya untuk tetap membumi dan bersiap menghadapi laga-laga berikutnya yang diprediksi akan jauh lebih berat karena setiap tim akan tampil habis-habisan di putaran kedua ini.
Kapten tim sekaligus setter andalan Popsivo, Naysilla Wiedy Kirana, menambahkan bahwa bermain lepas tanpa beban menjadi kunci utama keberhasilan mereka meredam perlawanan Livin Mandiri. Naysilla menekankan pentingnya meminimalkan kesalahan sendiri (unforced errors) yang seringkali menjadi batu sandungan bagi timnya di masa lalu. Dengan performa yang semakin stabil, ia merasa kepercayaan diri rekan-rekannya telah kembali sepenuhnya. Fokus utama Popsivo kini adalah menjaga konsistensi permainan dan semangat pantang menyerah dalam lima laga sisa. Bagi Naysilla dan kawan-kawan, setiap pertandingan di putaran kedua ini ibarat partai final yang harus dimenangkan demi mengamankan satu tiket di babak empat besar Proliga 2026 yang sangat bergengsi.
Dengan hasil ini, peta persaingan di sektor putri Proliga 2026 dipastikan akan semakin dinamis. Jakarta Popsivo Polwan kini berada di atas angin dengan momentum kemenangan yang mereka miliki, sementara Jakarta Livin Mandiri harus segera berbenah jika tidak ingin terlempar dari persaingan. GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik menjadi saksi bagaimana kematangan strategi dan ketangguhan mental menjadi faktor penentu dalam kompetisi level tinggi ini. Publik voli tanah air kini menantikan apakah Popsivo mampu mempertahankan tren positif ini atau justru akan muncul kejutan lain dari tim-tim papan bawah yang tengah berupaya melakukan kudeta di sisa musim reguler.

















