Pertempuran sengit di kancah sepak bola kasta tertinggi Indonesia akan segera tersaji saat Dewa United bersiap melakoni laga tandang krusial melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-19 kompetisi kasta tertinggi musim 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (1/2) malam. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa di papan klasemen, melainkan panggung adu taktik tingkat tinggi antara dua pelatih asing kawakan yang memiliki reputasi besar, yakni Jan Olde Riekerink di kubu Dewa United dan Bernardo Tavares yang kini menahkodai skuad “Green Force”. Dengan ambisi besar untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menguji konsistensi performa tim, laga ini menjadi ujian mental sekaligus pembuktian bagi Jan Olde bahwa proses panjang yang tengah ia bangun bersama skuad “Tangsel Warriors” berada di jalur yang benar demi menghadapi kekuatan tuan rumah yang dipastikan akan didukung penuh oleh puluhan ribu suporter fanatiknya. Fokus utama dalam laga ini adalah bagaimana Dewa United mampu meredam agresivitas Persebaya yang sedang dalam tren positif, sekaligus membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim-tim elit di liga.
Bagi Jan Olde Riekerink, lawatan ke Surabaya kali ini membawa beban ekspektasi yang cukup berat namun menantang untuk dipecahkan. Berdasarkan catatan performa terakhir, Dewa United tengah berada dalam fase yang menuntut evaluasi mendalam di mana mereka hanya mampu mengamankan satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir yang telah dilalui. Statistik ini tidak membuat Riekerink berkecil hati; sebaliknya, ia menjadikannya sebagai pelecut bagi tim untuk segera menemukan momentum kebangkitan yang hilang. Pelatih asal Belanda ini menekankan bahwa setiap pertandingan adalah bagian dari evolusi tim yang tidak bisa dilihat secara instan atau hanya dari satu hasil akhir saja. Riekerink menegaskan kepada para pemainnya bahwa meskipun hasil akhir adalah tujuan utama, proses teknis dan kematangan cara bermain di lapangan adalah pondasi yang sedang ia perkuat untuk jangka panjang. Ia ingin para pemain menerima fakta statistik tersebut sebagai bahan refleksi untuk tampil lebih klinis dan disiplin, memastikan bahwa setiap kesalahan di laga sebelumnya tidak terulang kembali saat menghadapi tekanan tinggi di kandang lawan.
Analisis Strategi: Menghadapi Tembok Mid-Block dan Serangan Balik Persebaya
Fokus utama Jan Olde Riekerink dalam mempersiapkan timnya adalah bagaimana meredam skema permainan Persebaya Surabaya di bawah asuhan Bernardo Tavares yang dikenal sangat disiplin dan taktis. Persebaya belakangan ini menunjukkan kematangan luar biasa dalam menerapkan strategi mid-block yang terbukti ampuh mengunci pergerakan lawan di area tengah lapangan dan membuahkan kemenangan beruntun dalam dua laga terakhir mereka. Strategi ini dikombinasikan dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, memanfaatkan kecepatan para pemain sayap untuk melancarkan serangan balik yang mematikan saat lawan kehilangan bola. Riekerink secara terbuka menyatakan kewaspadaannya terhadap kebangkitan Persebaya di era Tavares ini, yang ia nilai telah memberikan identitas permainan yang lebih solid, pragmatis, dan sangat efektif dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Untuk mengantisipasi hal itu, Dewa United dituntut untuk tampil lebih terorganisasi di semua lini, memastikan jarak antar pemain tetap rapat agar tidak meninggalkan celah bagi para penyerang Persebaya untuk mengeksploitasi ruang kosong di lini pertahanan mereka yang seringkali menjadi titik lemah saat asyik menyerang.
Menghadapi atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dikenal sangat intimidatif bagi tim tamu justru dipandang sebagai peluang emas dan motivasi tambahan oleh Jan Olde Riekerink. Alih-alih merasa tertekan oleh gemuruh dukungan Bonek Mania yang memenuhi setiap sudut tribun, mantan pelatih Galatasaray ini justru ingin anak asuhnya menjadikan tekanan tersebut sebagai bahan bakar untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Baginya, bermain di stadion dengan sejarah besar dan dukungan suporter yang luar biasa adalah impian setiap pemain profesional dan menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan karakter asli tim. Ia berharap para pemain Dewa United bisa menikmati setiap detik pertandingan, bermain lepas tanpa beban psikologis yang berlebihan, namun tetap mempertahankan fokus penuh pada instruksi taktis yang telah diberikan. Keberanian untuk menguasai bola di tengah intimidasi penonton dan ketenangan dalam mengambil keputusan krusial akan menjadi faktor pembeda yang sangat menentukan dalam laga yang diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.
Adu Mekanik Jan Olde Riekerink vs Bernardo Tavares: Pertarungan Filosofi Pelatih Kelas Dunia

















