Arema FC Melakukan Perombakan Skuad di Paruh Musim Super League 2025/2026: Strategi Peminjaman Pemain dan Ambisi Bangkit
Malang, Jawa Timur – Mengawali lembaran baru di paruh kedua kompetisi Super League 2025/2026, Arema FC, tim berjuluk Singo Edan, kembali mengejutkan publik dengan manuver transfer yang signifikan. Pada Minggu, 1 Februari 2026, klub kebanggaan masyarakat Malang ini secara resmi mengumumkan kedatangan dua amunisi baru berlabel tim nasional, Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata. Kedua pemain ini didatangkan dengan skema peminjaman dari Persija Jakarta, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk memperkuat lini pertahanan klub hingga akhir musim. Keputusan ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam terhadap performa tim, menunjukkan komitmen manajemen dalam menambal sektor-sektor krusial yang membutuhkan penguatan, sekaligus menegaskan keseriusan Arema FC untuk bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil maksimal di sisa kompetisi.
Perkuat Lini Belakang: Kedatangan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata
Manajemen Arema FC tidak main-main dalam upayanya meningkatkan daya saing tim di paruh kedua Super League 2025/2026. Perekrutan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata dengan status pinjaman dari Persija Jakarta hingga akhir musim menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Keputusan ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan sebuah langkah terencana yang didasari oleh evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim, terutama di sektor pertahanan yang dinilai krusial. Proses negosiasi yang intens antara kedua klub membuahkan hasil, di mana Persija Jakarta sepakat untuk melepas kedua pemainnya demi memberikan kesempatan bermain yang lebih reguler dan berkontribusi bagi tim lain.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, secara gamblang menjelaskan bahwa keputusan perekrutan ini murni didorong oleh kebutuhan tim. Ia menyatakan, “Perekrutan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata merupakan hasil evaluasi kami bersama jajaran pelatih. Arema FC membutuhkan tambahan kualitas dan kedalaman skuad untuk menghadapi sisa kompetisi, dan kedua pemain ini dinilai sesuai dengan kebutuhan tersebut.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pemilihan Rio dan Hansamu bukan karena faktor lain, melainkan murni atas dasar kebutuhan taktis dan teknis yang teridentifikasi oleh tim pelatih dan manajemen.
Lebih lanjut, Yusrinal juga menyampaikan apresiasinya kepada Persija Jakarta atas terjalinnya kerja sama yang baik, serta kepada Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata atas profesionalisme mereka dalam menerima tawaran. “Kami mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Persija Jakarta hingga tercapainya kesepakatan ini dan juga apresiasi yang sebesar besarnya kepada rio dan hansamu yang secara profesional bersedia membantu mempersolid team Arema FC,” tuturnya. Ia berharap kedua pemain dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru, bersaing secara sehat di dalam tim, dan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi pencapaian Arema FC di sisa musim. Dengan kehadiran dua pemain berpengalaman ini, Arema FC menaruh harapan besar untuk dapat tampil lebih solid, tangguh, dan kompetitif dalam menghadapi setiap pertandingan yang tersisa di Super League 2025/26.
Misi Joel Vinicius: Mengangkat Performa Arema FC dari Zona Degradasi
Di sisi lain, Arema FC juga kedatangan amunisi baru di lini serang, yaitu Joel Vinicius, yang resmi bergabung pada 28 Januari 2026. Pemain asal Brasil ini sebelumnya sempat memperkuat Borneo FC dan menunjukkan performa yang cukup impresif di paruh pertama Super League 2025-2026, dengan mencetak tujuh gol dari 18 penampilan. Keputusan Vinicius meninggalkan Borneo FC sempat menimbulkan pertanyaan, namun ia akhirnya memberikan klarifikasi bahwa faktor keluarga menjadi alasan utama kepindahannya. “Ini bukan soal keinginan, tetapi ketika saya datang ke Borneo FC, ke Indonesia, saya mempunyai tujuan untuk menjalani pertandingan yang baik dan mencari beberapa tujuan khusus bagi saya dan keluarga saya,” ungkap Vinicius, dilansir dari laman resmi I.League. Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa saya berhasil menjalani pertandingan pertama dengan baik dan beberapa peluang pun muncul. Saya sangat senang bisa datang ke sini dan mencari beberapa tujuan khusus bagi saya dan keluarga saya. Bukan karena Borneo FC lebih bagus daripada Arema FC atau Arema FC lebih bagus. Ke depan, keputusan ini juga demi keluarga saya.”
Joel Vinicius memiliki misi besar bersama Arema FC, yaitu membantu tim untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara Super League 2025-2026. Sebagaimana diketahui, Arema FC saat ini tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Hingga pekan ke-18, tim berjuluk Singo Edan ini baru mampu meraih lima kemenangan, mengumpulkan 25 poin, dan tertahan di urutan ke-21 klasemen. Vinicius menyadari kondisi tim yang sedang tidak prima. “Kami tahu bahwa saat ini Arema FC tidak berada dalam kondisi terbaik di pertandingan. Ada rangkaian laga tanpa kemenangan. Kami tahu bahwa saat ini Arema FC tidak dalam performa terbaik,” ujar striker berusia 31 tahun tersebut.
Meskipun demikian, Joel Vinicius menunjukkan optimisme yang tinggi. Ia menilai Arema FC sebagai klub besar dengan basis suporter yang fanatik, yang mampu mengisi stadion. Hal ini menjadi motivasi tersendiri baginya. “Namun karena Arema FC adalah tim besar, Arema FC juga memiliki basis suporter yang fanatik, stadion bisa penuh. Sehingga saya memilih ke sini agar bisa meningkatkan level saya dan membantu Arema FC menjadi lebih besar,” tegasnya. Dengan kehadiran Vinicius di lini serang dan penguatan di lini pertahanan melalui Rio Fahmi dan Hansamu Yama, Arema FC berharap dapat segera menemukan performa terbaiknya dan menjauh dari ancaman degradasi di sisa kompetisi.
Eks Penyerang Arema FC Menjadi Momok Bagi Persipal
Di luar aktivitas transfer Arema FC, sorotan juga tertuju pada performa mantan pemain mereka. Dalam pertandingan pekan ke-18 Championship 2025/2026 yang mempertemukan Persipal FC melawan Persela Lamongan di Stadion Galiwase, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 31 Januari 2026, mantan penyerang Arema FC, Titan Agung Bagus Fawwazai, tampil gemilang dan menjadi mimpi buruk bagi Persipal. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Persela Lamongan dengan skor 3-1.
Persipal sempat unggul lebih dulu melalui gol Riku Ichimura pada menit ke-40. Namun, Persela berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-46 melalui sundulan Herwin Tri Saputra, yang sempat melalui pengecekan VAR namun akhirnya dinyatakan sah. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+4, Persela berhasil membalikkan keadaan melalui serangan cepat dari tengah yang diselesaikan oleh Titan Agung Bagus Fawwazai. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Persela 2-1.
Memasuki babak kedua, Persipal mendapat peluang emas pada menit ke-51 namun bola hanya membentur mistar gawang. Dua menit berselang, Persela kembali menambah keunggulan melalui gol ketiga yang kembali dicetak oleh Titan Agung. Hingga peluit panjang dibunyikan, Persipal tidak mampu mencetak gol balasan. Kekalahan ini membuat Persipal harus menelan pil pahit, sementara Persela berhasil meraih poin penuh berkat kontribusi signifikan dari Titan Agung, eks pemain Arema FC yang kini menjadi momok bagi pertahanan lawan.
















