PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau yang lebih dikenal sebagai BRI, telah mengukir pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2025. Dengan total realisasi mencapai Rp 178,08 triliun, BRI berhasil menjangkau 3,8 juta debitur yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendukung program-program prioritas pemerintah. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: bagaimana BRI mampu mencapai angka sebesar ini, sektor mana yang paling banyak tersentuh, dan apa implikasinya bagi perekonomian nasional? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan diuraikan secara mendalam, menyoroti peran vital BRI dalam menjaga denyut nadi perekonomian kerakyatan Indonesia.
Peran Strategis BRI dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah
Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, dalam sebuah keterangan pers yang dirilis di Jakarta pada Minggu, 1 Februari 2026, menegaskan kembali fokus dan komitmen BRI. Beliau menyatakan bahwa perseroan secara konsisten menempatkan dukungan terhadap program prioritas pemerintah sebagai garda terdepan operasionalnya. Komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan terwujud nyata dalam alokasi penyaluran kredit yang secara strategis diarahkan pada sektor-sektor ekonomi yang memiliki dampak multiplier tinggi. Sektor-sektor ini mencakup berbagai bidang yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama yang memiliki kapabilitas besar dalam menyerap tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan bangsa.
Dominasi Sektor Produktif dan Penguatan Ketahanan Pangan
Data yang dipaparkan oleh BRI menunjukkan bahwa porsi penyaluran kredit KUR yang diarahkan kepada sektor-sektor produktif mencapai angka yang sangat mengesankan, yakni 64,49 persen dari total keseluruhan penyaluran KUR yang dilakukan oleh BRI. Angka ini mencakup berbagai sub-sektor vital, mulai dari pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga berbagai jenis jasa lainnya yang menopang aktivitas ekonomi. Dari keseluruhan sektor produktif tersebut, sektor pertanian menonjol sebagai kontributor utama. Pembiayaan yang disalurkan untuk sektor pertanian mencapai Rp 80,09 triliun, yang setara dengan 44,97 persen dari total keseluruhan KUR yang telah berhasil disalurkan oleh BRI. Pencapaian ini, menurut perseroan, merupakan refleksi mendalam dari dedikasi dan upaya BRI untuk terus memperkuat sektor riil, yang menjadi fondasi utama perekonomian Indonesia.
Lebih lanjut, Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa upaya BRI tidak berhenti pada penyaluran dana semata. Perseroan secara proaktif terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar senantiasa dalam kondisi yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini sangat penting mengingat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi dari level akar rumput. Pendekatan komprehensif ini juga mencakup aspek pendampingan yang intensif. Dengan adanya pendampingan, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses terhadap permodalan yang mereka butuhkan, tetapi juga dibekali dengan peningkatan kapasitas usaha. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku UMKM secara keseluruhan.
Prinsip Penyaluran KUR yang Prudent, Transparan, dan Akuntabel
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memegang teguh prinsip-prinsip penyaluran yang prudent, transparan, dan akuntabel. Hal ini merupakan sebuah keharusan mengingat status KUR yang notabene merupakan kredit yang 100 persen bersumber dari dana bank, atau dengan kata lain, menggunakan dana perbankan yang dihimpun dari masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kualitas kredit agar tetap baik dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi prioritas utama. Dengan menerapkan standar operasional yang ketat dan pengawasan yang cermat, BRI memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima dan terjaga keamanannya.
Dampak positif dari penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga di Indonesia terlihat secara konsisten mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga akhir Desember 2025, tercatat bahwa sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah berhasil mengakses fasilitas KUR yang disediakan oleh BRI. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan cakupan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, jangkauan KUR BRI menyentuh 15 rumah tangga, dan pada tahun 2024, angka tersebut meningkat menjadi 17 rumah tangga. Pertumbuhan positif ini mengindikasikan efektivitas program dan semakin luasnya penetrasi BRI dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan permodalan.
Secara kumulatif, BRI telah mencatatkan sejarah panjang dalam mendukung UMKM melalui penyaluran KUR. Sejak program ini dimulai pada tahun 2015 hingga akhir Desember 2025, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp 1.435 triliun. Dana sebesar ini telah didistribusikan kepada 46,4 juta penerima, yang mayoritas adalah pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Angka-angka ini menegaskan peran BRI sebagai motor penggerak utama dalam revitalisasi dan pengembangan sektor UMKM, yang merupakan pilar fundamental bagi keberlanjutan ekonomi nasional.

















