Dalam sebuah pertarungan yang mendebarkan dan penuh drama di jantung Old Trafford, Manchester United berhasil menorehkan kemenangan krusial pada pekan ke-24 Liga Inggris musim 2025/2026. Di hadapan ribuan pendukung setia yang memadati stadion ikonik mereka pada Minggu, 1 Februari 2026, Setan Merah mengalahkan tamunya, Fulham, dengan skor tipis 3-2. Pertandingan ini bukan sekadar tiga poin biasa; ia menjadi saksi bisu kebangkitan tim di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, yang kini telah mengukir tiga kemenangan beruntun. Puncak ketegangan terjadi di menit-menit akhir, ketika Benjamin Sesko muncul sebagai pahlawan, mencetak gol penentu kemenangan setelah Fulham secara mengejutkan berhasil menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu, sebuah momen yang secara signifikan memengaruhi posisi Manchester United di papan atas klasemen sementara.
Sejak peluit awal dibunyikan, Manchester United menunjukkan intensitas tinggi, bertekad untuk melanjutkan tren positif yang telah mereka bangun. Serangan demi serangan dilancarkan ke lini pertahanan Fulham, yang tampil dengan formasi solid namun sesekali kewalahan menghadapi tekanan tuan rumah. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19 melalui aksi brilian gelandang jangkar, Casemiro. Gol pembuka ini tercipta dari skema serangan yang terorganisir, di mana Casemiro berhasil memanfaatkan peluang di kotak penalti dengan penyelesaian yang tenang dan akurat, membuat Old Trafford bergemuruh dan membawa United unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir. Keunggulan satu gol ini memberikan kepercayaan diri bagi pasukan Carrick, namun mereka tahu betul bahwa Fulham bukanlah lawan yang mudah menyerah.
Drama Lima Gol dan Keberanian Fulham
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas dengan tempo permainan yang meningkat dari kedua tim. Manchester United, yang berusaha mengamankan keunggulan, terus menekan dan akhirnya berhasil menggandakan skor pada menit ke-56. Kali ini, giliran penyerang muda berbakat, Matheus Cunha, yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol Cunha yang memperlebar keunggulan menjadi 2-0 seolah memberikan jaminan kemenangan bagi Setan Merah. Namun, sepak bola seringkali menyajikan kejutan, dan Fulham menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Mereka tidak menyerah begitu saja. Di menit ke-85, harapan Fulham kembali menyala setelah wasit menunjuk titik putih. Penalti tersebut sukses dieksekusi oleh striker andalan mereka, Raul Jimenez, yang dengan tenang menaklukkan kiper United, mengubah skor menjadi 2-1 dan menghidupkan kembali asa tim tamu.
Momentum sepenuhnya bergeser ke arah Fulham ketika, di menit ke-90+1, hanya beberapa detik sebelum peluit panjang dibunyikan, Kevin berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol ini tercipta dari sebuah serangan cepat yang mengejutkan pertahanan United, membuat skor menjadi 2-2. Keadaan ini sontak membuat Stadion Old Trafford terdiam sejenak, seolah tidak percaya bahwa keunggulan dua gol mereka telah sirna di masa krusial. Rasa frustrasi mulai menyelimuti para pemain United dan pendukungnya, dengan hasil imbang yang tampaknya sudah di depan mata. Namun, semangat pantang menyerah adalah ciri khas tim besar, dan Manchester United membuktikan hal tersebut.
Momen Magis Sesko dan Dampak Carrick
Di tengah keputusasaan yang melanda, keajaiban datang tiga menit setelah gol Kevin. Dalam sebuah serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Fulham yang terlalu percaya diri, Benjamin Sesko menunjukkan insting predatornya. Dengan ketenangan yang luar biasa, Sesko berhasil menyarangkan bola ke gawang Fulham, mengembalikan keunggulan Manchester United menjadi 3-2. Gol dramatis ini, yang tercipta di menit-menit terakhir pertandingan, memicu ledakan kegembiraan di Old Trafford. Para pemain United dan staf pelatih merayakan gol tersebut dengan euforia, menyadari betapa pentingnya gol tersebut. Setelah gol Sesko, pasukan Michael Carrick dengan sigap mengunci pertahanan mereka, fokus untuk mempertahankan keunggulan tipis tersebut hingga peluit akhir berbunyi, mengamankan kemenangan yang sangat berharga.
Kemenangan atas Fulham ini menjadi penegas dampak signifikan yang dibawa oleh Michael Carrick sejak penunjukannya sebagai pelatih interim pada 13 Januari lalu. Dalam waktu singkat, Carrick telah berhasil menanamkan semangat baru dan strategi yang efektif. Ini adalah kemenangan ketiga beruntun bagi Setan Merah di bawah asuhannya, sebuah rekor impresif yang dimulai dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas rival sekota Manchester City di kandang. Keberhasilan ini kemudian diikuti dengan kemenangan tandang yang sulit 3-2 atas Arsenal di Stadion Emirates. Konsistensi dalam meraih poin penuh, terutama di laga-laga besar dan krusial, menunjukkan bahwa Carrick tidak hanya membawa perubahan taktis, tetapi juga membangkitkan mentalitas pemenang dalam skuad. Filosofi permainannya, yang mengedepankan keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan agresif, mulai terlihat membuahkan hasil, menempatkan Manchester United kembali di jalur yang benar.
Implikasi Klasemen dan Tantangan Mendatang
Dengan tambahan tiga poin dari kemenangan dramatis ini, Bruno Fernandes dan rekan-rekannya berhasil melesat naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris. Manchester United kini mengoleksi 41 poin, sebuah pencapaian penting yang membuat mereka menggeser Chelsea dan Liverpool yang sebelumnya berada di atasnya. Kedua pesaing langsung ini sempat mendahului United setelah mencatat kemenangan pada Sabtu sebelumnya, menjadikan persaingan di zona Liga Champions semakin ketat dan menarik. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi United di empat besar, tetapi juga memberikan dorongan moral yang besar untuk menghadapi sisa musim. Sementara itu, Fulham, yang menempati urutan ke-8, harus menerima kenyataan pahit kehilangan poin di menit-menit akhir, meskipun telah menunjukkan performa yang gigih dan mampu merepotkan tuan rumah.
Perjalanan Manchester United di Liga Inggris akan berlanjut dengan tantangan berat berikutnya. Mereka akan kembali bermain di kandang, Stadion Old Trafford, untuk menjamu tim kuat Tottenham Hotspur pada Sabtu, 7 Februari mendatang. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi dan strategi Michael Carrick, mengingat Tottenham juga merupakan salah satu pesaing utama di papan atas. Bagi Fulham, mereka akan memiliki kesempatan untuk bangkit ketika menghadapi Everton di kandang sendiri pada hari yang sama. Kedua pertandingan ini akan menjadi krusial bagi masing-masing tim dalam upaya mereka mencapai target di musim ini, baik itu perburuan gelar dan zona Liga Champions bagi United, maupun mengamankan posisi di papan tengah yang lebih nyaman bagi Fulham.

















