- Restrukturisasi Organisasi: Mengkaji ulang kewenangan Polri yang dinilai terlalu luas agar lebih fokus pada fungsi penegakan hukum dan ketertiban masyarakat.
- Pembersihan Internal: Melakukan audit integritas terhadap pejabat-pejabat strategis di lingkungan Mabes Polri hingga tingkat daerah.
- Transparansi Penanganan Kasus: Memastikan kasus-kasus yang melibatkan anggota kepolisian, terutama yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil, diselesaikan secara terbuka tanpa intervensi.
- Pergantian Kepemimpinan: Menunjuk figur baru yang bersih, berintegritas, dan tidak memiliki beban masa lalu untuk memimpin proses transisi reformasi.
Komitmen Melawan Oligarki dan Perbaikan Indeks Persepsi Korupsi
Selain isu kepolisian, pertemuan lima jam tersebut juga membedah masalah sistemik korupsi yang berkaitan erat dengan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan dominasi oligarki. Abraham Samad menekankan bahwa pemerintah harus memiliki konsentrasi penuh untuk memperbaiki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang stagnan. Menurutnya, kegagalan dalam mereformasi Polri akan berimplikasi langsung pada rendahnya skor IPK, mengingat Polri adalah garda terdepan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di tingkat dasar dan menengah. Para tokoh mengingatkan Presiden bahwa komitmen melawan oligarki tidak akan membuahkan hasil jika instrumen penegak hukumnya sendiri masih rentan terhadap pengaruh eksternal dan kepentingan kelompok tertentu.
Presiden Prabowo, menurut keterangan Samad, menunjukkan komitmen kuat untuk mendengarkan kritik dan masukan tersebut. Diskusi yang berlangsung dinamis ini mencerminkan keinginan Presiden untuk merangkul semua pihak, termasuk mereka yang selama ini dianggap sebagai oposisi, demi mencari solusi atas kebuntuan reformasi di Indonesia. Pertemuan Kertanegara ini menjadi sinyal kuat bahwa dalam waktu dekat, publik mungkin akan melihat pergeseran besar dalam struktur kepemimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia, seiring dengan janji Presiden untuk melakukan pembersihan besar-besaran demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Sebagai penutup dari rangkaian diskusi panjang tersebut, para tokoh berharap agar Presiden Prabowo tidak hanya sekadar menampung aspirasi, tetapi segera mengeksekusi langkah-langkah strategis yang telah disarankan. Keberanian Presiden untuk mengganti pimpinan Polri akan menjadi ujian pertama bagi keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda reformasi yang telah dijanjikan sejak awal masa jabatan. Publik kini menanti apakah rekomendasi dari para tokoh Kertanegara ini akan segera diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata atau hanya akan menjadi catatan diskusi yang berakhir di meja kerja kepresidenan.

















