Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, berhasil mengukuhkan dominasi mereka di kancah internasional dengan merengkuh gelar juara turnamen bulu tangkis Thailand Masters 2026. Bertanding di Stadion Nimibutr, Bangkok, pada Minggu, 1 Februari 2026, pasangan unggulan pertama ini sukses menaklukkan rekan senegara sekaligus junior mereka, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, dalam laga bertajuk All Indonesian Final. Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-17 yang diraih dalam durasi 35 menit ini tidak hanya menegaskan posisi Leo/Bagas sebagai kekuatan utama ganda putra Merah Putih, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan regenerasi dan kompetisi internal yang sehat di dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI.
Dominasi Mutlak dan Kematangan Strategi di Gim Pertama
Sejak awal gim pertama dimulai, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana langsung menunjukkan kelasnya sebagai pasangan senior yang lebih berpengalaman. Mereka mengambil inisiatif serangan dengan penempatan bola yang sangat akurat dan smes keras yang sulit dikembalikan oleh Raymond/Joaquin. Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang yang diperagakan Leo/Bagas membuat junior mereka tampak kesulitan untuk mengembangkan pola permainan. Dominasi ini terlihat jelas saat mereka berhasil unggul jauh 11-5 pada interval gim pertama. Leo yang piawai dalam permainan net dan Bagas yang memiliki jangkauan luas di area belakang lapangan menciptakan sinergi yang sangat solid, memaksa Raymond/Joaquin melakukan banyak kesalahan sendiri akibat tekanan yang bertubi-tubi.
Setelah jeda interval, situasi tidak banyak berubah bagi pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Meskipun mereka mencoba untuk memberikan perlawanan dengan meningkatkan intensitas serangan, pertahanan rapat yang dibangun oleh Leo/Bagas seolah menjadi tembok yang sulit ditembus. Kesalahan-kesalahan elementer sering kali dilakukan oleh pasangan unggulan kedua tersebut, yang tampaknya masih terbebani oleh aura final turnamen besar. Leo/Bagas terus melaju tanpa hambatan berarti, memperlebar jarak poin, dan akhirnya menutup gim pertama dengan skor telak 21-10. Kemenangan di gim pembuka ini memberikan modal psikologis yang sangat besar bagi pasangan peringkat 16 dunia tersebut untuk menuntaskan pertandingan lebih cepat.
Resiliensi dan Mentalitas Juara di Balik Kebangkitan Gim Kedua
Memasuki gim kedua, dinamika pertandingan sempat berubah secara drastis. Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin yang tidak ingin menyerah begitu saja mulai menemukan ritme permainan mereka. Mereka tampil lebih agresif dan berani melakukan variasi serangan di depan net. Tekanan balik ini sempat membuat Leo/Bagas kewalahan, hingga pasangan senior tersebut tertinggal cukup jauh dengan skor 4-10. Raymond/Joaquin seolah mendapatkan momentum untuk memaksakan terjadinya gim penentuan (rubber game). Namun, di sinilah kematangan mental Leo/Bagas diuji. Alih-alih panik karena tertinggal, mereka tetap tenang dan perlahan mulai memangkas selisih poin dengan bermain lebih taktis dan meminimalisir kesalahan sendiri.
Pertarungan sengit terjadi setelah interval gim kedua. Leo/Bagas berhasil menyamakan kedudukan menjadi 12-12, namun Raymond/Joaquin kembali memberikan perlawanan sengit dan sempat memimpin kembali hingga skor 13-16. Dalam situasi kritis tersebut, Leo/Bagas menunjukkan mengapa mereka layak menyandang status unggulan pertama. Dengan determinasi tinggi, mereka berhasil meraih lima poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 18-16. Momentum ini tidak disia-siakan oleh Leo dan Bagas. Mereka terus menekan pertahanan Raymond/Joaquin yang mulai goyah hingga akhirnya menyudahi laga dengan kemenangan 21-17 di gim kedua. Kemenangan ini sekaligus memastikan gelar juara Thailand Masters 2026 jatuh ke pelukan mereka.
Rekam Jejak Gemilang dan Signifikansi Gelar bagi Leo/Bagas
Gelar juara di Thailand Masters 2026 ini memiliki makna historis yang sangat mendalam, khususnya bagi Leo Rolly Carnando. Ini merupakan kali kedua Leo berhasil naik ke podium tertinggi di turnamen BWF Super 300 ini. Sebelumnya, pada tahun 2023, ia juga sukses meraih gelar serupa saat masih berpasangan dengan Daniel Marthin. Keberhasilan mempertahankan supremasi di Stadion Nimibutr menunjukkan bahwa Leo memiliki kecocokan gaya main dengan atmosfer pertandingan di Bangkok. Sementara itu, bagi kemitraan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, ini adalah gelar kedua mereka sejak dipasangkan secara resmi, menyusul kesuksesan besar mereka saat menjuarai Korea Open 2024 beberapa waktu lalu.
Perjalanan Leo/Bagas menuju tangga juara di Thailand Masters 2026 juga diwarnai dengan performa yang sangat konsisten. Sebelum mengandaskan perlawanan Raymond/Joaquin di partai puncak, mereka harus melewati hadangan berat di babak semifinal. Leo/Bagas harus berhadapan dengan senior mereka yang juga pasangan tangguh, Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat. Dalam laga tersebut, Leo/Bagas tampil sangat dominan dan berhasil menang dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-18. Kemenangan beruntun atas sesama wakil Indonesia ini membuktikan bahwa Leo/Bagas saat ini tengah berada dalam performa puncak dan siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi pada turnamen-turnamen mendatang.
Harapan Baru bagi Raymond/Joaquin dan Dominasi Indonesia
Di sisi lain, meskipun harus puas dengan posisi runner-up, pencapaian Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tetap patut diapresiasi setinggi langit. Bagi pasangan muda ini, final Thailand Masters 2026 merupakan final kedua mereka secara berturut-turut dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, mereka juga berhasil menembus partai final Indonesia Masters 2026, namun harus mengakui keunggulan pasangan asal Malaysia. Kegagalan meraih gelar juara di dua final beruntun ini tentu menjadi pelajaran berharga sekaligus motivasi tambahan bagi Raymond/Joaquin untuk terus mengasah kemampuan dan mental bertanding mereka di turnamen internasional berikutnya.
Secara keseluruhan, turnamen Thailand Masters 2026 menjadi panggung unjuk gigi bagi skuat bulu tangkis Indonesia. Tidak hanya di sektor ganda putra, dominasi Indonesia juga terlihat di sektor-sektor lainnya. Keberhasilan menciptakan All Indonesian Final di sektor ganda putra dan ganda campuran menunjukkan kedalaman skuat yang sangat baik. Hasil ini menjadi modal positif bagi PBSI dalam menatap kalender turnamen BWF tahun 2026 yang masih sangat panjang, sekaligus memberikan sinyal waspada bagi negara-negara pesaing bahwa Indonesia tetap menjadi kiblat utama kekuatan bulu tangkis dunia, terutama di nomor ganda.
Ringkasan Hasil Final Thailand Masters 2026
Berikut adalah rincian hasil pertandingan partai final Thailand Masters 2026 yang berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok:
| Sektor | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| Ganda Putri | Amallia Chaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) vs Bao Li Jing/Li Yi Jing (Cina) | 15-21, 21-15, 21-18 |
| Ganda Putra | Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Indonesia) vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia) | 21-10, 21-17 |
| Tunggal Putri | Devika Sihag (India) vs Goh Jin Wei (Malaysia) | (Menunggu Hasil) |
| Ganda Campuran | Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktovianti (Indonesia) vs Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia) | (Menunggu Hasil) |
| Tunggal Putra | Moh. Zaki Ubaidillah (Indonesia) vs Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) | (Menunggu Hasil) |
Dengan hasil gemilang ini, Indonesia dipastikan membawa pulang setidaknya dua gelar juara dari sektor ganda putri dan ganda putra. Keberhasilan Amallia Chaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti yang mampu bangkit dari ketertinggalan di gim pertama melawan pasangan Cina juga menjadi catatan impresif tersendiri. Semangat juang yang ditunjukkan oleh para atlet Indonesia di Thailand Masters 2026 ini diharapkan dapat terus konsisten hingga turnamen-turnamen mayor lainnya seperti All England dan kejuaraan dunia mendatang.
















