Sebuah dinamika politik yang signifikan terkuak di panggung nasional ketika Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan pidato arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar pada akhir Januari 2026. Kehadiran dan pidato Jokowi ini, yang disambut antusias oleh para petinggi PSI seperti Ketua Harian DPP Ahmad Ali dan Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni, bukan sekadar agenda seremonial biasa. Peristiwa ini diinterpretasikan sebagai sinyal kuat dan eksplisit kepada jutaan loyalis serta relawan Jokowi di seluruh penjuru negeri untuk merapat dan mengonsolidasikan kekuatan mereka di bawah bendera PSI, dengan tujuan utama memompa semangat serta memenangkan Partai Solidaritas Indonesia dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2029 mendatang. Momen ini menandai babak baru bagi PSI, yang kini diyakini telah mendapatkan “imam besar” dan energi politik yang luar biasa dari sosok yang telah memimpin Indonesia selama satu dekade.
Ahmad Ali, figur sentral dalam kepengurusan harian DPP PSI, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya mendengar pidato politik langsung dari Presiden Joko Widodo. Dalam pernyataannya di arena Penutupan Rakernas I PSI, yang berlokasi di Sandeq Ballroom, Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/2/2026), Ali secara tegas menyatakan bahwa pidato tersebut lebih dari sekadar arahan internal partai. Bagi Ali, yang baru saja hijrah ke PSI setelah tidak lagi aktif sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, pidato Jokowi adalah sebuah pemberitahuan langsung, sebuah isyarat yang jelas dan tidak ambigu, kepada seluruh basis loyalis dan jaringan relawan yang selama ini setia mendukungnya. “Itu adalah pernyataan tokoh sekaligus petinggi daripada partai,” kata Ali, menekankan bobot dan implikasi dari setiap ucapan Jokowi. “Artinya bahwa lewat pernyataan tadi kita harapkan bahwa semua loyalis Jokowi itu adalah sinyal pemberitahuan kepada loyalis beliau bahwa saya ada di sini. Saya ada di PSI.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Jokowi, melalui platform PSI, secara efektif mengumumkan afiliasi batinnya, mengarahkan para pengikut setianya untuk menempatkan dukungan politik mereka pada partai berlambang bunga mawar tersebut.
















