Pertandingan dramatis yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (1/2/2026), berakhir dengan tensi tinggi dan kekecewaan mendalam bagi publik tuan rumah. Dalam laga lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka 1-1 setelah gol kemenangan mereka di menit-menit akhir dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Hasil imbang ini terasa sangat menyakitkan bagi ribuan Bonek yang memadati stadion, mengingat Dewa United bermain dengan hanya 10 pemain sejak babak pertama setelah Nick Kuipers menerima kartu merah. Laga ini tidak hanya menyajikan adu taktik antara Bernardo Tavares dan Jan Olde Riekerink, tetapi juga menjadi panggung bagi talenta muda Kafiatur Rizky yang sukses mencuri poin dari markas “Bajul Ijo” sekaligus membawa tim tamu menyalip posisi Persebaya di klasemen sementara.
Dominasi Taktik dan Efektivitas Serangan Balik Persebaya
Memasuki peluit babak pertama, Persebaya Surabaya menunjukkan kedewasaan dalam bermain di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares. Alih-alih langsung menekan secara frontal, tim kebanggaan warga Surabaya ini memilih untuk bermain dengan penuh kesabaran, membiarkan Dewa United mengambil inisiatif penguasaan bola (ball possession). Strategi ini terbukti sangat ampuh karena tim tamu yang dijuluki “Banten Warriors” tersebut seolah-olah terpancing untuk keluar dari zona nyaman mereka. Dewa United yang tampil agresif melalui koordinasi Alexis Messidoro justru terjebak dalam skema serangan balik cepat yang menjadi senjata mematikan Persebaya musim ini.
Gol pembuka keunggulan Persebaya tercipta melalui sebuah proses transisi yang sangat rapi. Berawal dari umpan panjang akurat yang dilepaskan oleh Jefferson Silva menuju Gali Freitas, pemain asal Timor Leste tersebut berhasil melakukan kontrol bola yang sempurna di sisi sayap. Gali kemudian melihat pergerakan Arif Catur Pamungkas yang melakukan akselerasi cepat dari lini belakang. Tanpa sikap egois, Arif Catur merangsek masuk ke jantung pertahanan Dewa United dan mengirimkan umpan tarik mendatar yang presisi. Francisco Rivera yang berdiri dalam posisi bebas dengan mudah melakukan tap-in ke gawang yang sudah kosong, setelah kiper Jan Olde keluar untuk menutup ruang tembak Arif Catur. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah membuat atmosfer GBT bergemuruh hebat.
Respon Cepat Dewa United dan Kejutan dari Kafiatur Rizky
Kegembiraan pendukung Persebaya ternyata tidak bertahan lama. Dewa United yang tersengat oleh gol tersebut langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Hanya berselang delapan menit setelah gol Rivera, gawang Ernando Ari akhirnya bobol melalui aksi gemilang pemain muda berusia 19 tahun, Kafiatur Rizky. Gol ini bermula dari visi bermain Theo Numberi yang jeli melihat celah di sisi kiri pertahanan Persebaya yang ditinggalkan oleh para pemain belakang saat melakukan transisi bertahan. Kafiatur Rizky yang berdiri tanpa pengawalan (marking) ketat menerima umpan tersebut dengan tenang.
Dengan satu sentuhan kontrol, Kafiatur kemudian melepaskan sepakan keras menggunakan kaki kirinya yang menghujam deras ke pojok gawang tanpa mampu dijangkau oleh Ernando Ari. Skor berubah menjadi 1-1, sebuah gol yang membuktikan bahwa Dewa United memiliki kedalaman skuad yang sangat berbahaya meski ditekan oleh atmosfer stadion yang intimidatif. Setelah gol penyeimbang tersebut, Dewa United hampir saja berbalik unggul pada menit ke-35 melalui Alex Martins. Memanfaatkan kelengahan Risto Mitrevski yang mengira bola sudah keluar lapangan, Alex berhasil menjangkau si kulit bundar dan mengirimkan umpan berbahaya ke mulut gawang, namun beruntung bagi Persebaya karena tidak ada pemain lawan yang menyambut umpan tersebut.
Kartu Merah Nick Kuipers dan Drama VAR di Menit Akhir
Momen krusial terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Persebaya melancarkan serangan balik kilat melalui Malik Risaldi. Nick Kuipers, bek berpengalaman eks Persib Bandung, terpaksa melakukan professional foul dengan menarik baju Malik Risaldi yang sudah berhasil melewatinya. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah karena Nick dianggap sebagai orang terakhir yang menghalangi peluang bersih mencetak gol. Bermain dengan 10 pemain, Dewa United justru menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat rapi di bawah komando Brian Fatari dan Wahyu Prasetyo. Di babak kedua, meskipun kalah jumlah pemain, Alexis Messidoro dan Taisei Marukawa tetap mampu memberikan ancaman melalui serangan balik yang terukur.
Puncak drama terjadi pada masa injury time babak kedua. Persebaya Surabaya sempat merayakan gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Mihailo Perovic, setelah menerima umpan manja dari Risto Mitrevski. Namun, selebrasi pemain dan Bonek seketika terhenti saat wasit memutuskan untuk meninjau VAR. Setelah melakukan pengecekan yang cukup lama, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap pemain Persebaya, Pedro Matos, terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Brian Fatari dalam proses terjadinya gol. Keputusan ini membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat Dewa United berhasil menyalip Persebaya di peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan 43 poin dari 24 pertandingan, terpaut tujuh angka dari Persib Bandung yang masih kokoh di puncak klasemen.
Susunan Pemain Resmi
Persebaya Surabaya (Pelatih: Bernardo Tavares):
- Kiper: Ernando Ari
- Belakang: Arief Catur Pamungkas, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Jefferson Silva
- Tengah: Francisco Rivera, Milos Raickovic, Toni Firmansyah
- Depan: Bruno Moreira, Malik Risaldi, Gali Freitas
- Cadangan: Oktafianus Fernando, Dimas Wicaksono, Moch Ichsas Baihaqi, Randy Hanson, Sadida Nugraha, Alfan Suaib, Mikael Tata, Pedro Matos, Bruno Albuquerque, Rachmat Irianto, Andhika Ramadhani, Koko Ari.
Dewa United (Pelatih: Jan Olde Riekerink):
- Kiper: Sonny Stevens
- Belakang: Brian Fatari, Edo Febriansah, Nick Kuipers, Wahyu Prasetyo
- Tengah: Alexis Messidoro, Kafiatur Rizky, Theo Numberi
- Depan: Noah Sadaoui, Taisei Marukawa, Alex Martins
- Cadangan: Stefano Lilipaly, M Natshir, Rangga Muslim, Ady Setiawan, Rizdjar Nurviat, Cassio Scheid, Vco Duarte, Jonathan Carlos, Egy Maulana Vikri, Septian Bagaskara, Alta Ballah.
Statistik Pertandingan Utama
| Kategori Statistik | Persebaya Surabaya | Dewa United |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 1 |
| Penguasaan Bola | 48% | 52% |
| Tembakan ke Gawang | 5 | 3 |
| Kartu Merah | 0 | 1 (Nick Kuipers) |
| Keputusan VAR | 1 Gol Dianulir | 0 |
Secara keseluruhan, pertandingan ini menggambarkan betapa krusialnya peran teknologi VAR dalam menentukan hasil akhir sebuah laga di BRI Liga 1. Persebaya Surabaya yang tampil dominan di babak kedua gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain akibat disiplinnya lini belakang Dewa United. Sebaliknya, Dewa United membuktikan bahwa mereka adalah kandidat kuat juara dengan mentalitas baja yang mampu mencuri poin di kandang lawan yang angker meski dalam kondisi pincang. Hasil ini memaksa Persebaya untuk mengevaluasi efektivitas lini depan mereka, sementara Dewa United terus menempel ketat Persib Bandung di jalur perburuan gelar juara musim 2024/2025.
















