Universitas Brawijaya Rilis Kuota Mahasiswa Baru 2026: Analisis Mendalam Daya Tampung SNBP dan SNBT di Berbagai Fakultas
Universitas Brawijaya (UB) telah secara resmi mengumumkan alokasi daya tampung mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026, sebuah langkah krusial yang akan memetakan peta persaingan bagi ribuan calon mahasiswa yang bercita-cita menempuh pendidikan tinggi di salah satu perguruan negeri terkemuka di Indonesia. Pengumuman ini, yang dirilis melalui situs resmi universitas, selma.ub.ac.id, menyajikan gambaran rinci mengenai jumlah kuota yang tersedia di setiap fakultas dan program studi, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Analisis mendalam terhadap angka-angka ini tidak hanya memberikan gambaran kuantitatif tentang peluang masuk, tetapi juga menyoroti tren minat calon mahasiswa dan strategi seleksi yang diterapkan oleh UB dalam menghadapi lonjakan pendaftar.
Keputusan Universitas Brawijaya untuk mempublikasikan daya tampung secara transparan merupakan wujud komitmen universitas terhadap prinsip keadilan dan akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Informasi ini menjadi panduan vital bagi calon mahasiswa dalam merancang strategi pendaftaran mereka, memungkinkan mereka untuk mengevaluasi tingkat persaingan berdasarkan pilihan program studi dan jalur seleksi yang tersedia. Dengan mengetahui jumlah kursi yang diperebutkan, calon mahasiswa dapat melakukan riset lebih lanjut mengenai rekam jejak akademik, nilai rata-rata, dan preferensi umum calon pendaftar pada program studi incaran mereka, sehingga dapat mempersiapkan diri secara optimal.
Analisis Mendalam Daya Tampung Fakultas Hukum dan Ilmu Kesehatan
Sebagai salah satu fakultas dengan peminat terbanyak, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengalokasikan daya tampung yang cukup signifikan untuk tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis, fakultas ini menyediakan 140 kursi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebuah jalur yang mengutamakan pencapaian akademik siswa selama di bangku sekolah. Sementara itu, untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang mengandalkan hasil ujian tulis, kuota yang tersedia lebih besar, yaitu sebanyak 210 mahasiswa. Angka ini menunjukkan bahwa UB memberikan porsi yang lebih besar pada jalur SNBT untuk fakultas hukum, mengindikasikan strategi untuk menjaring talenta yang tidak hanya unggul secara akademis di sekolah tetapi juga memiliki kemampuan kognitif yang teruji melalui tes.
Beranjak ke ranah kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya juga memperlihatkan alokasi daya tampung yang spesifik untuk program studi unggulannya. Jurusan Ilmu Keperawatan, misalnya, menetapkan kuota yang relatif ketat, yaitu hanya 44 kursi untuk jalur SNBP dan 66 kursi untuk jalur SNBT. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan selektivitas yang melekat pada program studi keperawatan, yang menuntut standar kompetensi tinggi sejak awal. Hal serupa terlihat pada jurusan Gizi, di mana Universitas Brawijaya menyediakan 36 kursi untuk jalur SNBP dan 54 kursi untuk jalur SNBT. Meskipun jumlahnya sedikit lebih kecil dibandingkan keperawatan, kuota ini tetap menunjukkan bahwa persaingan di jurusan gizi diprediksi akan cukup ketat, menuntut calon mahasiswa untuk memiliki persiapan yang matang baik dalam prestasi akademik maupun kesiapan mengikuti ujian.
Pentingnya Memahami Alokasi Kuota dalam Strategi Pendaftaran
Pemahaman mendalam mengenai alokasi daya tampung ini menjadi fundamental bagi calon mahasiswa dalam merumuskan strategi pendaftaran yang efektif. Dengan mengetahui jumlah kursi yang tersedia di setiap program studi dan jalur seleksi, calon mahasiswa dapat mengukur secara lebih akurat tingkat persaingan yang akan mereka hadapi. Misalnya, program studi dengan kuota SNBP yang lebih kecil dibandingkan SNBT mungkin akan menarik minat calon mahasiswa yang memiliki nilai rapor tinggi dan rekam jejak prestasi yang kuat, sementara program studi dengan kuota SNBT yang lebih besar dapat menjadi pilihan bagi mereka yang lebih siap menghadapi ujian tulis. Analisis ini juga dapat membantu calon mahasiswa dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai pilihan program studi kedua atau ketiga, jika universitas memungkinkan demikian, dengan mempertimbangkan tingkat persaingan yang lebih moderat.
Selain itu, informasi daya tampung ini juga menjadi cerminan dari kebijakan penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya secara keseluruhan. Kenaikan daya tampung secara umum, seperti yang dilaporkan terjadi dari 18.855 mahasiswa pada tahun 2025 menjadi 18.970 mahasiswa pada tahun 2026, menunjukkan upaya universitas untuk terus meningkatkan akses pendidikan tinggi tanpa mengorbankan kualitas. Peningkatan ini mungkin didorong oleh berbagai faktor, termasuk penambahan kapasitas infrastruktur, pengembangan program studi baru, atau respons terhadap kebutuhan tenaga profesional di berbagai bidang. Namun, penting untuk diingat bahwa peningkatan kuota tidak serta-merta mengurangi tingkat persaingan, terutama pada program studi favorit yang selalu menarik minat ribuan pendaftar.
Jadwal Penting SNBP 2026: Panduan Lengkap untuk Calon Peserta
Bagi calon mahasiswa yang berencana mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pemahaman mendalam mengenai timeline atau jadwal penting adalah kunci keberhasilan. Universitas Brawijaya, sejalan dengan jadwal nasional SNPMB, telah menetapkan serangkaian tanggal krusial yang harus diperhatikan dengan cermat. Tahap awal dimulai dengan pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025, diikuti dengan masa sanggah yang memberikan kesempatan bagi sekolah untuk melakukan koreksi data apabila diperlukan, berlangsung dari 29 Desember 2025 hingga 15 Januari 2025. Periode ini sangat penting untuk memastikan akurasi data yang akan menjadi dasar penilaian.
Selanjutnya, proses registrasi akun SNPMB untuk sekolah dijadwalkan pada 5-26 Januari 2026, di mana sekolah akan melakukan pendaftaran akun yang akan digunakan untuk mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Pengisian PDSS oleh sekolah sendiri akan berlangsung dari 5 Januari hingga 2 Februari 2026. Sementara itu, registrasi akun SNPMB untuk siswa akan dibuka mulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026. Periode ini sangat krusial bagi siswa untuk mendaftar dan memverifikasi data pribadi mereka. Puncak dari seluruh persiapan ini adalah periode pendaftaran SNBP itu sendiri, yang dibuka mulai 3 hingga 18 Februari 2026. Calon mahasiswa harus memastikan bahwa semua persyaratan telah terpenuhi dan pendaftaran dilakukan sebelum batas waktu berakhir.
Pengumuman hasil SNBP, momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para pendaftar, akan dilangsungkan pada 31 Maret 2026. Bagi mereka yang dinyatakan lulus, masa unduh kartu peserta SNBP akan tersedia mulai 3 Februari hingga 30 April 2026, yang menjadi bukti kelulusan dan dapat digunakan untuk keperluan administrasi selanjutnya. Memperhatikan setiap detail jadwal ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga merupakan strategi cerdas untuk memastikan tidak ada celah yang terlewatkan, sehingga memaksimalkan peluang untuk diterima di Universitas Brawijaya melalui jalur prestasi.


















