Persebaya Surabaya kini tengah menghadapi badai krisis pemain yang cukup serius menjelang laga krusial menghadapi Bali United FC dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026. Sang kapten andalan, Bruno Moreira, dipastikan harus menepi dari lapangan hijau akibat sanksi akumulasi kartu kuning, sebuah kehilangan besar yang memaksa pelatih Bernardo Tavares memutar otak lebih keras demi menjaga asa di papan atas klasemen. Absennya pilar utama asal Brasil ini terjadi di tengah momentum sulit tim berjuluk Green Force yang baru saja ditahan imbang oleh Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (1/2/2026) malam, meski lawan bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama. Kondisi ini menuntut kedalaman skuat Persebaya untuk membuktikan kualitas mereka tanpa kehadiran sang dirigen lapangan di lini depan saat bertandang ke markas Serdadu Tridatu nantinya.
Kehilangan Dua Pilar Utama: Pukulan Telak Bagi Bernardo Tavares
Pelatih Bernardo Tavares benar-benar berada dalam situasi yang sangat pelik. Pasalnya, bukan hanya Bruno Moreira yang harus absen dalam lawatan ke Bali, namun Persebaya juga dipastikan kehilangan gelandang jangkar Milos Raickovic. Kehilangan dua pemain asing sekaligus di sektor vital tentu menjadi pukulan telak bagi skema permainan yang telah dibangun Tavares. Bruno selama ini dikenal sebagai motor serangan yang memiliki kreativitas tinggi dan kemampuan individu di atas rata-rata, sementara Milos adalah penyeimbang di lini tengah yang menjaga transisi permainan dari bertahan ke menyerang. Tanpa keduanya, Persebaya kehilangan “nyawa” permainan yang selama ini menjadi tumpuan dalam membongkar pertahanan lawan yang rapat.
Bruno Moreira sendiri telah menyadari konsekuensi dari kartu kuning yang diterimanya dan menyatakan penyesalannya karena tidak bisa membantu rekan-rekannya secara langsung di lapangan. Sebagai kapten tim, ia menunjukkan kedewasaan dengan tetap memberikan dukungan moral yang kuat bagi skuat Green Force. “Saya pikir saya tidak bisa bermain di sana karena akumulasi kartu. Namun, saya mendoakan yang terbaik bagi rekan-rekan untuk mendapatkan tiga poin kembali,” ungkap Bruno dengan nada optimis. Pesan ini diharapkan mampu membakar semangat para pemain lain, terutama mereka yang akan diplot sebagai pengganti, untuk membuktikan bahwa Persebaya tidak hanya bergantung pada satu atau dua individu saja.
Evaluasi Pasca Hasil Imbang Melawan Dewa United
Kekecewaan Bernardo Tavares sebenarnya sudah memuncak sejak laga pekan sebelumnya. Persebaya gagal mencatatkan tiga kemenangan beruntun setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United. Padahal, Dewa United sudah harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, sebuah keuntungan numerik yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh tim tuan rumah. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; Persebaya tampak kesulitan menembus pertahanan berlapis lawan dan seringkali terburu-buru dalam penyelesaian akhir. Tavares tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya, terutama melihat bagaimana anak asuhnya gagal mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol kemenangan.
Selain performa tim, Tavares juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga tersebut yang dinilainya kurang tegas dalam mengambil keputusan-keputusan krusial. Rasa frustrasi ini semakin bertambah karena dalam laga tersebut, dua pemain asing lainnya, Bruno Paraiba dan Gustavo Fernandes, juga tidak terlihat dalam daftar susunan pemain maupun di bangku cadangan. Ketidakhadiran mereka memicu spekulasi mengenai kondisi kebugaran skuat Persebaya di putaran kedua Super League ini. Tanpa kehadiran pemain-pemain kunci tersebut, daya gedor Persebaya terlihat tumpul dan kurang memiliki variasi serangan yang mematikan.
Masalah Klasik: Absennya Predator Haus Gol di Lini Depan
Salah satu masalah fundamental yang terus menghantui Persebaya musim ini adalah ketiadaan sosok striker murni atau “predator” haus gol, terutama dari pemain lokal. Bernardo Tavares secara terbuka menyatakan bahwa dirinya enggan ambil pusing dengan situasi tersebut, meski secara teknis hal itu sangat mempengaruhi produktivitas tim. Persebaya melakoni putaran kedua Super League 2025/2026 tanpa ujung tombak lokal yang bisa diandalkan secara konsisten. Hal ini memaksa Tavares untuk terus melakukan eksperimen taktis, termasuk menempatkan pemain sayap atau gelandang serang di posisi yang lebih maju untuk menutupi celah di lini depan.
- Ketergantungan pada Pemain Asing: Persebaya sangat bergantung pada kontribusi gol dari pemain asing seperti Bruno Moreira dan Gustavo Fernandes.
- Minimnya Opsi Striker Lokal: Stok penyerang lokal yang memiliki naluri gol tinggi sangat terbatas di dalam skuat saat ini.
- Transisi Taktis: Tavares seringkali harus mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi skema tanpa striker murni (false nine) demi mengakomodasi ketersediaan pemain.
- Efektivitas Peluang: Rasio konversi peluang menjadi gol Persebaya menurun drastis dalam beberapa laga terakhir, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan rendah (low block).
Menjelang laga melawan Bali United, tantangan ini semakin berat. Bali United dikenal memiliki lini pertahanan yang sangat kokoh dan disiplin. Tanpa Bruno Moreira yang biasanya menjadi pemecah kebuntuan melalui aksi individunya, Tavares harus mencari cara lain untuk mengeksploitasi celah di pertahanan lawan. Strategi bola mati (set piece) dan serangan balik cepat kemungkinan besar akan menjadi senjata utama yang dipersiapkan oleh pelatih asal Portugal tersebut. Para pemain seperti Malik Risaldi atau pemain muda lainnya diharapkan mampu memikul beban yang ditinggalkan oleh sang kapten.
Misi Mencuri Poin di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Bertandang ke markas Bali United bukanlah perkara mudah bagi tim manapun. Atmosfer stadion dan kualitas pemain lawan selalu menjadi ujian mental bagi tim tamu. Bagi Persebaya, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian karakter setelah hasil mengecewakan di kandang sendiri. Kedalaman skuat Green Force benar-benar akan diuji; apakah mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan membuktikan bahwa kolektivitas tim lebih kuat daripada ketergantungan pada individu. Tavares menekankan pentingnya disiplin taktis dan kerja keras kolektif untuk meredam agresivitas Bali United yang dikenal sangat dominan saat bermain di depan pendukungnya sendiri.
Secara keseluruhan, kondisi Persebaya saat ini memang sedang berada di titik nadir akibat kehilangan pemain kunci dan hasil yang kurang memuaskan. Namun, dalam sepak bola, situasi sulit seringkali menjadi pemicu lahirnya pahlawan-pahlawan baru. Dukungan Bonek dan Bonita yang tak pernah surut, ditambah dengan pesan semangat dari Bruno Moreira, diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuat yang ada. Jika Bernardo Tavares mampu meramu strategi yang tepat dan para pemain pengganti mampu tampil lepas tanpa beban, bukan tidak mungkin Persebaya bisa mencuri poin penuh dari Pulau Dewata dan kembali ke jalur kemenangan di Super League 2025/2026.


















