- Kabupaten Berau: Pukul 18.28 WITA
- Kabupaten Kutai Barat: Pukul 18.38 WITA
- Kabupaten Paser: Pukul 18.36 WITA
- Kabupaten Penajam Paser Utara: Pukul 18.34 WITA
- Kota Balikpapan: Pukul 18.34 WITA
- Kota Bontang: Pukul 18.30 WITA
- Kota Samarinda: Pukul 18.32 WITA
- Kabupaten Mahakam Ulu: Pukul 18.39 WITA
- Kabupaten Kutai Timur: Pukul 18.29 WITA
Khusus untuk Kabupaten Kutai Kartanegara, jadwal berbuka puasa menunjukkan variasi yang lebih detail berdasarkan kecamatan, mencerminkan perbedaan posisi geografis di dalam satu kabupaten:
- Kecamatan Anggana: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Kembang Janggut: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kenohan: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kota Bangun: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kota Bangun Darat: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Loa Janan: Pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Loa Kulu: Pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Marangkayu: Pukul 18.30 WITA
- Kecamatan Muara Badak: Pukul 18.30 WITA
- Kecamatan Muara Jawa: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Muara Kaman: Pukul 18.33 WITA
- Kecamatan Muara Muntai: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Muara Wis: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Sangasanga: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Samboja: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Samboja Barat: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Sebulu: Pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Tabang: Pukul 18.36 WITA
- Kecamatan Tenggarong: Pukul 18.32 WITA
- Kecamatan Tenggarong Seberang: Pukul 18.31.30 WITA
Informasi ini sangat berharga bagi umat Muslim di Kaltim agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih teratur dan penuh kekhusyukan, memastikan setiap detik ibadah terhitung dengan tepat sesuai tuntunan syariat. Keberadaan jadwal yang rinci ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan masyarakat.
Doa Berbuka Puasa: Warisan Sunnah yang Sarat Makna
Selain jadwal waktu, momen berbuka puasa juga memiliki tuntunan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berdasarkan referensi dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat beberapa opsi doa yang bisa diamalkan oleh umat Muslim saat berbuka puasa, masing-masing memiliki keindahan makna dan riwayat yang kuat:
Lima Opsi Doa Berbuka Puasa yang Dianjurkan
Berikut adalah lima pilihan doa berbuka puasa yang bersumber dari hadis-hadis sahih:
-
Riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar RA:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insyaallah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Doa ini secara harfiah mengungkapkan rasa syukur atas hilangnya rasa haus, terbasahinya kerongkongan, dan harapan agar pahala puasa tetap tercurah.
-
Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Doa ini menekankan niat puasa yang semata-mata karena Allah dan pengakuan bahwa rezeki untuk berbuka berasal dari-Nya. Seringkali ditambahkan kalimat:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.” Penambahan ini memperkaya makna doa dengan permohonan rahmat.
-
Riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)
Doa ini adalah ungkapan puji syukur atas pertolongan Allah dalam menjalankan puasa dan atas rezeki yang diberikan untuk berbuka.
-
Riwayat dari Ibnu Sunni, dari Sahabat Ibnu Abbas RA:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)
Doa ini mengandung permohonan agar puasa yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT, dengan pengakuan bahwa puasa dan berbuka adalah atas kehendak-Nya.
-
Doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar RA:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.” (mar1/jpnn)
Doa penutup ini memohon ampunan dari Allah dengan bersandar pada rahmat-Nya yang maha luas, sebuah permohonan yang sangat penting di bulan penuh ampunan ini.
Memahami dan mengamalkan doa-doa ini tidak hanya menambah kekhusyukan saat berbuka, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setiap kalimat doa mengandung makna mendalam tentang ibadah, rasa syukur, dan permohonan ampunan, menjadikan momen berbuka puasa sebagai puncak refleksi diri dan penghambaan.
















