Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, pada Selasa (17 Februari 2026), diselimuti atmosfer khidmat dan penuh harap, memikat ratusan umat Khonghucu untuk berkumpul dan menunaikan ibadah di kelenteng tertua di ibukota ini. Sejak fajar menyingsing, area Vihara Dharma Bhakti, yang berlokasi strategis di kawasan Petak Sembilan, Glodok, telah dipadati oleh jemaat yang datang dari berbagai penjuru kota. Mereka berbondong-bondong memanjatkan doa, menyalakan ribuan batang hio yang memancarkan aroma mistis, serta melemparkan kertas emas dan perak ke dalam kobaran api perapian, sebuah ritual simbolis yang sarat makna dalam menyambut pergantian tahun. Suasana sakral ini diperkuat dengan gemerlap cahaya lilin merah yang berderet rapi di setiap altar, menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus menenangkan jiwa.
Ritual Ibadah di Area ‘Langit’ dan ‘Bumi’ Vihara Dharma Bhakti
Pengalaman beribadah di Vihara Dharma Bhakti terbagi menjadi dua area utama yang memiliki kekhasan tersendiri: area ‘langit’ dan area ‘bumi’. Begitu tiba di kompleks vihara, para pengunjung diarahkan untuk memulai rangkaian ibadah mereka di area ‘langit’. Di ruang-ruang yang terletak di bagian atas vihara ini, suasana terasa lebih personal dan mendalam. Banyak jemaat terlihat khusyuk duduk, bersujud, atau merapalkan doa-doa mereka, terbungkus dalam keheningan yang hanya dipecah oleh bisikan-bisikan permohonan. Beberapa pengunjung bahkan memanfaatkan momen kebersamaan keluarga dengan mengabadikan momen tersebut melalui foto, menambah kehangatan dalam suasana spiritual.
Charles (39), seorang penganut Khonghucu yang telah menjadikan Vihara Dharma Bhakti sebagai lokasi ibadah tahunannya, mengonfirmasi keramaian yang senantiasa menyelimuti tempat ini setiap perayaan Imlek. “Ibadah ramai, padat di atas,” ungkapnya, menggambarkan kepadatan pengunjung di area ‘langit’. Ia menambahkan, “Nah ini kan tiap tahun, pada hari pertama Imlek kita selalu datang di sini, begitu. Jadi ya, sudah acara tahunan sih seperti ini. Selalu ramai.” Pengalaman ini menunjukkan betapa Vihara Dharma Bhakti menjadi titik sentral bagi komunitas Khonghucu di Jakarta untuk merayakan momen penting ini secara kolektif.
Setelah menyelesaikan ibadah di area ‘langit’, para jemaat kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke area ‘bumi’, yang berada di bagian bawah vihara. Di sini, suasana terasa lebih dinamis dan interaktif. Aroma dupa semakin pekat tercium, berpadu dengan visualisasi ritual pelemparan kertas emas dan perak ke dalam api yang membara di perapian. Ritual ini merupakan bagian integral dari tradisi Imlek, di mana kertas-kertas tersebut diyakini akan terbakar menjadi “uang” atau persembahan bagi para leluhur dan dewa-dewi, membawa keberkahan dan kemakmuran di tahun yang baru. Pengunjung juga terlihat menempatkan sejumlah uang di altar sebagai bentuk persembahan dan permohonan rezeki.
Pita (30), seorang pengunjung yang baru saja mendalami keyakinan Khonghucu, berbagi pengalamannya mengenai suasana peribadatan di Vihara Dharma Bhakti. Ia merasa sangat terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan oleh para pengunjung lainnya. “Di sini suasananya cukup bagus sih, welcome banget,” ujarnya. “Tadi beberapa aku lihat ada orang-orang yang baru ke sini juga diajarin gitu meskipun dari beda agama.” Pengalaman positif ini menyoroti nilai-nilai toleransi dan inklusivitas yang dijunjung tinggi di Vihara Dharma Bhakti, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua orang, terlepas dari latar belakang keyakinan mereka.
Makna Imlek: Doa untuk Kesehatan, Kedamaian, dan Kelancaran
Lebih dari sekadar perayaan seremonial, Tahun Baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti dimaknai sebagai momentum penting untuk memanjatkan doa bersama. Pengurus yayasan Vihara Dharma Bhakti, Tet Sen, menekankan bahwa perayaan Imlek tahun ini, yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, menjadi ajang untuk mendoakan kesehatan, kedamaian, dan kelancaran di tahun yang baru. “Kita Gong Xi Fa Cai ini hari kan tahun baru Imlek 2577. Semua umat sembahyang untuk kesehatan, dengan damai, dengan tenang,” ujarnya. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kebaikan seluruh umat dan bangsa, mencerminkan semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Perayaan Imlek di Vihara Dharma Bhakti, sebagai kelenteng tertua di Jakarta, tidak hanya menjadi ajang ibadah bagi umat Khonghucu, tetapi juga sebuah cerminan dari kekayaan budaya dan tradisi yang terus lestari di tengah dinamika kota metropolitan. Suasana khidmat yang tercipta, ritual-ritual yang dijalankan dengan penuh keyakinan, serta nilai-nilai kebersamaan dan harapan yang terjalin, menjadikan Vihara Dharma Bhakti sebagai destinasi spiritual yang tak terpisahkan dari perayaan Imlek di Jakarta. Keberlangsungan perayaan yang tertib dan penuh makna setiap tahunnya menegaskan peran penting vihara ini sebagai pusat keagamaan dan pelestari budaya Tionghoa di Indonesia.















