- Kabupaten Berau: Pukul 18.28 WITA
- Kabupaten Kutai Timur: Pukul 18.29 WITA
- Kota Bontang: Pukul 18.30 WITA
- Kota Samarinda: Pukul 18.32 WITA
- Kota Balikpapan: Pukul 18.34 WITA
- Kabupaten Penajam Paser Utara: Pukul 18.34 WITA
- Kabupaten Paser: Pukul 18.36 WITA
- Kabupaten Kutai Barat: Pukul 18.37 WITA
- Kabupaten Mahakam Ulu: Pukul 18.39 WITA
Menarik untuk dicatat bahwa terdapat pergeseran waktu yang dinamis dibandingkan hari sebelumnya. Di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser, waktu Magrib tercatat maju satu menit, sebuah perubahan kecil namun penting bagi masyarakat yang menjalankan ibadah secara presisi. Sementara itu, wilayah Mahakam Ulu menjadi daerah dengan waktu berbuka paling akhir di Kaltim pada pukul 18.39 WITA karena posisi geografisnya yang berada lebih ke arah barat dibandingkan kota-kota pesisir seperti Bontang atau Berau.
Distribusi Waktu Magrib Spesifik di Wilayah Kutai Kartanegara
Sebagai salah satu kabupaten dengan wilayah administrasi terluas, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki jadwal yang sangat mendetail hingga ke tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi perbedaan letak astronomis antar wilayah di Kukar yang sangat luas. Berikut adalah jadwal buka puasa khusus untuk berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara pada 22 Februari 2026:
- Kecamatan Tenggarong: Pukul 18.32 WITA
- Kecamatan Marangkayu & Muara Badak: Pukul 18.30 WITA
- Kecamatan Anggana, Muara Jawa, Sangasanga, Samboja, & Samboja Barat: Pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Sebulu, & Tenggarong Seberang: Pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Muara Kaman: Pukul 18.33 WITA
- Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Muntai, & Muara Wis: Pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Tabang: Pukul 18.36 WITA
Perbedaan waktu hingga hitungan detik di beberapa kecamatan seperti Loa Janan dan Sebulu menunjukkan betapa telitinya Kemenag Kaltim dalam menyusun jadwal ini agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum syar’i dalam menjalankan ibadahnya. Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten menjadi titik acuan utama bagi wilayah sekitarnya, namun warga di kecamatan terjauh seperti Tabang harus menunggu beberapa menit lebih lama untuk berbuka puasa.
Kumpulan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunah dan Riwayat Sahabat
Momen berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa. Berdasarkan panduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat beberapa pilihan doa berbuka puasa yang bersumber dari hadis-hadis sahih maupun riwayat para sahabat Nabi Muhammad SAW. Masyarakat dapat memilih salah satu dari opsi doa berikut ini untuk memperkaya kualitas ibadah mereka:
Opsi Pertama: Doa yang sangat masyhur berdasarkan riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar RA. Doa ini menekankan pada rasa syukur atas hilangnya rasa haus setelah seharian berpuasa.
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insyaallah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Opsi Kedua: Doa yang juga diriwayatkan oleh Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah. Doa ini merupakan bentuk pengakuan hamba bahwa puasa dan rezeki berbuka semuanya berasal dari Allah SWT.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Masyarakat Indonesia juga sering menambahkan kalimat pujian sebagai berikut: Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin, yang berarti “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Opsi Ketiga: Berasal dari riwayat Ibnu Sunni melalui Mu’adz bin Zahrah, doa ini menitikberatkan pada pertolongan Allah yang memungkinkan seorang hamba menyelesaikan puasanya.
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”
Opsi Keempat: Riwayat dari Ibnu Sunni melalui Sahabat Ibnu Abbas, yang memohon agar ibadah puasa tersebut diterima oleh Allah Yang Maha Mendengar.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
Opsi Kelima: Doa yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dari Ibnu Umar, yang berisi permohonan ampunan melalui rahmat Allah yang maha luas.
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Dengan adanya jadwal resmi dan panduan doa ini, diharapkan masyarakat di Kalimantan Timur dapat menjalani ibadah Ramadan 1447 H dengan lebih terorganisir dan penuh makna. Kemenag Kaltim senantiasa menghimbau agar warga tetap merujuk pada pengumuman resmi pemerintah dan menjaga ukhuwah islamiyah selama bulan suci ini. Pastikan untuk selalu memperbarui informasi jadwal harian mengingat adanya potensi perubahan waktu akibat pergerakan posisi matahari yang memengaruhi waktu salat dan berbuka puasa di setiap harinya.
















