Kabar gembira bagi umat Muslim yang akan berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Ramadan 1447 Hijriah atau sekitar Maret 2026. Masjid Negara IKN, sebuah ikon arsitektur modern yang memadukan unsur spiritualitas, dipastikan siap difungsikan sepenuhnya untuk berbagai kegiatan ibadah, termasuk salat Tarawih berjamaah dan bahkan Salat Idulfitri. Kepastian ini diumumkan oleh Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN (OIKN), Suwito, yang menegaskan bahwa infrastruktur peribadatan masjid megah ini telah rampung dan siap menyambut para jemaah. Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Negara IKN dirancang sebagai pusat interaksi sosial dan peradaban, mencerminkan visi Otorita IKN dalam membangun ekosistem yang holistik bagi para penghuni dan pengunjung ibu kota baru Indonesia.
Masjid Negara IKN: Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial Berstandar Internasional
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN (OIKN), Suwito, dalam keterangannya di Sepaku pada Kamis (12/2/2026), memberikan konfirmasi yang sangat dinanti terkait kesiapan Masjid Negara IKN. Beliau secara tegas menyatakan bahwa fasilitas peribadatan ini telah selesai dibangun dan siap melengkapi infrastruktur dasar lainnya yang sedang digenjot di IKN. Masjid Negara IKN, yang dirancang dengan standar internasional, diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat sentral untuk kegiatan ibadah umat Muslim, tetapi juga sebagai wadah penting untuk interaksi sosial. Rencananya, mulai Ramadan 1447 Hijriah, masjid ini akan terbuka untuk aktivitas ibadah rutin, mulai dari salat fardu lima waktu, salat Jumat, hingga salat Tarawih yang menjadi ciri khas bulan suci Ramadan. Lebih jauh lagi, Suwito menambahkan bahwa masjid ini juga akan menjadi tuan rumah untuk kajian-kajian khusus yang dirancang untuk menyasar berbagai segmen penghuni IKN, memastikan bahwa masjid ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan Masjid Negara IKN ini merupakan bukti nyata komitmen Otorita IKN dalam menyediakan fasilitas yang memadai bagi kebutuhan spiritual dan sosial para pekerja, aparatur sipil negara, dan masyarakat yang akan bermukim di ibu kota baru. Suwito menekankan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bagian integral dari pengembangan infrastruktur dasar di IKN, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, harmonis, dan beradab. Dengan kesiapan ini, Otorita IKN berupaya memastikan bahwa transisi dan kehidupan di IKN berjalan lancar, termasuk dalam aspek pemenuhan kebutuhan spiritual umat Muslim.
Arsitektur Megah dan Kapasitas Luas: Menyongsong Ramadan 1447 H
Masjid Negara IKN bukan sekadar bangunan ibadah biasa. Proyek ambisius ini dibangun di atas lahan seluas 32.125 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 61.596 meter persegi. Kapasitasnya sangat impresif, mampu menampung lebih dari 60.000 orang secara bersamaan, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Indonesia. Kehadiran kolam retensi di sekitarnya juga menunjukkan perhatian terhadap aspek lingkungan dan keberlanjutan. Dari segi arsitektur, Masjid Negara IKN memadukan unsur modern dan spiritualitas yang kental. Desain kubahnya yang unik menyerupai sorban, serta menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan Asmaul Husna, memberikan identitas visual yang kuat dan mendalam. Hingga kini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 98,4 persen, sebuah angka yang sangat meyakinkan untuk kesiapan fungsionalnya.
Kesiapan fungsional ini berarti bahwa umat Muslim yang berada di IKN pada Ramadan 1447 Hijriah tidak perlu lagi khawatir mencari tempat ibadah yang memadai. Mereka dapat melaksanakan salat Tarawih berjamaah dengan khidmat, serta merayakan hari kemenangan Idulfitri di masjid yang megah ini. Lebih dari sekadar salat, Masjid Negara IKN juga dirancang sebagai pusat peradaban yang multifungsi. Fasilitas pendukung seperti perpustakaan digital, ruang pertemuan serbaguna, dan area komersial yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, akan semakin memperkaya fungsi masjid ini. Keberadaan UMKM di area masjid diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan beraktivitas.
Rangkaian Kegiatan Ramadan yang Dicanangkan
Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Otorita IKN telah menyiapkan serangkaian kegiatan yang padat dan menarik di Masjid Negara IKN. Suwito mengungkapkan bahwa berbagai acara akan digelar untuk menciptakan suasana Ramadan yang semarak dan penuh makna. Di antaranya adalah bazar yang akan menampilkan produk-produk lokal, acara berbuka puasa bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, serta pusat jajanan takjil yang menyediakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Kehadiran pusat jajanan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta memberikan pengalaman kuliner Ramadan yang otentik.
Selain itu, rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Negara IKN juga mencakup kajian subuh dan kultum tarawih yang akan diisi oleh para tokoh agama dan pakar. Kegiatan pengajian khusus yang ditujukan bagi Generasi Z (Gen Z) dan ibu-ibu juga menjadi prioritas, guna memastikan pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan kepada semua kalangan usia. Puncak dari rangkaian kegiatan Ramadan adalah peringatan Nuzulul Quran, momen penting yang memperingati turunnya ayat-ayat suci Al-Qur’an. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan akan turut hadir dan memberikan tausiyah pada 2 Ramadan 1447 Hijriah, yang semakin menegaskan pentingnya acara ini.
Perluasan jangkauan kegiatan ibadah tidak hanya terpusat di Masjid Negara IKN. Suwito juga menginformasikan bahwa Otorita IKN telah menyiapkan fasilitas ibadah di 12 masjid dan 37 musala yang tersebar di berbagai kawasan penting IKN. Fasilitas ini mencakup area perkantoran, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), hingga rumah susun. Dengan demikian, seluruh penghuni dan pekerja di IKN akan memiliki akses yang mudah terhadap tempat ibadah selama bulan Ramadan dan seterusnya. Langkah ini menunjukkan komitmen Otorita IKN untuk memastikan bahwa aspek spiritual dan keagamaan menjadi prioritas dalam pembangunan ibu kota negara yang baru.

















