Dari jantung kota suci Makkah, sebuah munajat mendalam dipanjatkan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang baru-baru ini menunaikan ibadah umrah menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Perjalanan spiritual ini bukan sekadar ritual pribadi, melainkan sebuah manifestasi doa tulus yang secara khusus didedikasikan untuk persatuan, kerukunan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Bersama putra-putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani, serta menantunya Nancy Prananda, Presiden Kelima Republik Indonesia ini memimpin rombongan dalam serangkaian ibadah yang sarat makna, dipandu oleh Duta Besar RI untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Agama (nonaktif), Zuhairi Misrawi, pada Sabtu (14/2). Momen sakral ini menjadi sorotan, mengingat posisi Megawati sebagai tokoh sentral dalam kancah politik nasional, sekaligus menegaskan pentingnya dimensi spiritual dalam kepemimpinan dan perjuangan kebangsaan.
Dalam setiap putaran tawaf dan langkah sa’i, gema doa yang dipanjatkan oleh Megawati dan rombongan berfokus pada keutuhan dan kemajuan Indonesia. Zuhairi Misrawi, yang memimpin jalannya munajat, secara lugas menyampaikan harapan agar bangsa ini senantiasa dijauhkan dari segala bentuk perpecahan dan adu domba. “Pertahankan kesatuan negeri kami, terus persatukan kami dalam persaudaraan, jauhkan kami dari perpecahan dan adu domba,” demikian lantunan doa yang menggema di Masjidil Haram. Doa ini merefleksikan keprihatinan mendalam terhadap potensi fragmentasi sosial dan politik yang kerap mengancam stabilitas sebuah negara majemuk seperti Indonesia. Harapan agar persatuan tetap kokoh, bahkan di tengah perbedaan yang tak terhindarkan, menjadi inti dari setiap untaian kata yang diucapkan. Megawati, dengan khusyuk, mengaminkan setiap doa, menegaskan komitmen pribadinya terhadap nilai-nilai persatuan yang telah lama diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.
Lebih lanjut, munajat tersebut juga secara eksplisit memohon kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia serta kebahagiaan yang berkelanjutan. “Sejahterakanlah rakyat kami, bahagiakan kami, satukan terus kami di bawah Pancasila, yang di bawahnya kami bertekad untuk terus bersatu meski kami berbeda-beda,” ucap Zuhairi, yang diikuti oleh Megawati dan anggota keluarganya. Penekanan pada Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu menunjukkan kesadaran akan pentingnya fondasi kebangsaan dalam menjaga harmoni. Di tengah kondisi geopolitik global yang diwarnai ketegangan dan konflik di berbagai belahan dunia, doa ini juga menyertakan permohonan agar Indonesia dianugerahi kedamaian dan dijauhkan dari gejolak serupa. “Suburkan negeri kami. Turunkan banyak rejeki dari langit buat rakyat kami. Jauhkan kami dari setiap perpecahan, sekecil apa pun perpecahan itu, ya Allah, ya Rahman,” doa yang diaminkan Megawati dan keluarga, mencerminkan harapan akan kemakmuran dan stabilitas yang menyeluruh bagi seluruh tumpah darah Indonesia.
Doa Khusus untuk Pemimpin Bangsa dan Keluarga
Selain mendoakan bangsa, rangkaian ibadah umrah ini juga menjadi momen bagi Zuhairi Misrawi untuk memanjatkan doa khusus bagi Megawati Soekarnoputri pribadi. Dalam salah satu putaran tawaf, doa dipanjatkan agar Megawati senantiasa diberi kekuatan dan keteguhan dalam menjaga ideologi Pancasila, sebuah amanah yang sangat erat kaitannya dengan latar belakang keluarganya sebagai putri Proklamator. Doa ini juga memohon perlindungan dari segala bentuk fitnah tak bertanggung jawab yang kerap menyertai perjalanan seorang tokoh publik. “Ya Allah, jauhkan ibu kami tercinta, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, dari semua fitnah yang tak bertanggung jawab. Jagalah beliau dari semua musibah. Jika ada orang jahat, halangi semua niat dan tindakan jahatnya terhadap ibu kami tercinta,” lantun Zuhairi. Permohonan ini tidak hanya mencakup perlindungan fisik, tetapi juga mental dan spiritual dari berbagai serangan atau prasangka buruk.
Doa untuk Megawati juga diperluas dengan harapan agar pihak-pihak yang memiliki prasangka buruk, iri, atau dengki terhadapnya diberikan pencerahan. “Jika ada orang iri dan dengki, terangi jiwa dan pikiran orang-orang dengki itu dengan kebenaran informasi tentang ibu kami,” ucap Zuhairi saat memimpin doa pada tawaf putaran kelima. Ini merupakan ikhtiar spiritual yang mendalam, tidak hanya untuk melindungi Megawati, tetapi juga untuk menyebarkan energi positif dan pemahaman. Zuhairi menegaskan bahwa seluruh doa ini adalah bentuk ikhtiar spiritual agar Megawati tetap diberi keteguhan lahir dan batin dalam menjalankan perannya sebagai tokoh bangsa yang memiliki pengaruh besar. “Limpahkan padanya kekuatan spiritual agar beliau mampu menjaga ideologi Pancasila, kuatkan pikirannya agar beliau tidak salah membuat keputusan, terangi jiwanya dengan cahaya ilmu yang Engkau turunkan dari langit agar beliau selalu menunjukkan kecerdasannya,” sebutnya, menekankan pentingnya kebijaksanaan dan kecerdasan dalam setiap keputusan yang diambilnya demi kemaslahatan bangsa. Selain itu, dalam munajat ini juga terselip doa bagi keharmonisan keluarga, khususnya agar Prananda Prabowo dan Puan Maharani senantiasa rukun, jauh dari fitnah yang dapat mengganggu persaudaraan dan perjuangan bersama.
Perjalanan Spiritual Menjelang Bulan Suci Ramadan
Ibadah umrah yang dilaksanakan Megawati ini memiliki makna yang lebih dalam karena bertepatan dengan momen krusial menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Bersama putra dan putrinya, Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo beserta istri Nancy Prananda, serta Ketua DPR Puan Maharani, rombongan memulai rangkaian ibadah dengan mengambil miqat di Masjid Tan’im sebelum bergerak menuju Masjidil Haram. Pemilihan waktu ini, menurut Zuhairi, menjadikan umrah kali ini sangat bermakna dan mempunyai arti penting dalam rangka menyambut bulan penuh berkah tersebut. Spiritualitas yang diperkuat melalui ibadah di Tanah Suci diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.

















