Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan untuk menghadiri sebuah momen penting yang menggabungkan pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025-2030 dengan agenda doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara akbar ini akan diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini, bersama dengan para menteri Kabinet Merah Putih, pejabat tinggi negara, serta pimpinan lembaga-lembaga negara, menandakan signifikansi acara ini dalam lanskap keagamaan dan kenegaraan. Rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya sekadar seremoni formal, tetapi juga menjadi wadah untuk memohon perlindungan ilahi bagi Indonesia di tengah berbagai ujian dan tantangan yang dihadapi bangsa.
Wakil Ketua Umum MUI, Muhammad Cholil Nafis, dalam keterangannya pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, mengonfirmasi bahwa kehadiran Presiden Prabowo masih dalam tahap konfirmasi akhir. Meskipun demikian, ekspektasi terhadap partisipasi beliau sangat tinggi, mengingat peran MUI sebagai lembaga yang mewadahi dan memberikan panduan keagamaan bagi umat Islam di Indonesia. Acara ini sendiri dijadwalkan akan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Agenda awal akan diawali dengan sesi doa bersama yang khusyuk, dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan resmi pengurus MUI periode 2025-2030. Pemilihan Masjid Istiqlal sebagai lokasi acara menegaskan skala dan kemegahan acara ini, sekaligus menjadi simbol persatuan umat Islam di ibu kota.
Skala dan Peserta Acara Pengukuhan MUI
Acara pengukuhan dan taaruf pengurus MUI periode 2025-2030 ini diprediksi akan dihadiri oleh puluhan ribu jamaah. Sekretaris Steering Committee (SC) Panitia, Rofiqul Umam Ahmad, dalam keterangannya pada Selasa, 3 Februari 2026, merinci bahwa acara ini akan melibatkan sekitar 56.000 jamaah yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mencakup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Provinsi Banten. Angka yang sangat besar ini mencerminkan antusiasme dan partisipasi aktif umat dalam menyambut kepengurusan baru MUI. Kehadiran jamaah dari berbagai penjuru wilayah Jabodetabek dan sekitarnya ini tidak hanya memperkuat makna persatuan, tetapi juga menunjukkan kedekatan MUI dengan masyarakat luas.
Rofiqul Umam Ahmad juga menjelaskan bahwa pengukuhan kepengurusan ini dikemas dalam sebuah acara yang lebih luas, yaitu doa dan munajat bersama. Beliau secara spesifik menyatakan bahwa acara ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto. Lebih lanjut, forum ini juga akan dihadiri oleh para menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih, serta pejabat tinggi negara yang memiliki kedudukan setara dengan menteri. Kehadiran para pemangku kebijakan di tingkat eksekutif ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun bangsa. Selain itu, pimpinan dari lembaga-lembaga negara strategis seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga dijadwalkan untuk turut serta dalam acara bersejarah ini. Kehadiran perwakilan dari ketiga cabang kekuasaan negara ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara agama dan negara untuk kemajuan Indonesia.
Agenda Doa dan Munajat untuk Keselamatan Bangsa
Sebelum prosesi pengukuhan pengurus MUI secara resmi dilaksanakan, rangkaian acara akan diisi dengan sesi doa bersama yang mendalam. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal, acara ini akan mencakup pembacaan Surat Yasin, lantunan selawat, serta zikir. Aktivitas-aktivitas spiritual ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu mendoakan keselamatan bangsa Indonesia. Rofiqul Umam Ahmad menekankan bahwa kegiatan munajat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai musibah dan ujian yang belakangan ini dihadapi oleh bangsa. Melalui doa bersama ini, diharapkan Indonesia dapat senantiasa dilindungi dan diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sesi munajat ini akan dipimpin langsung oleh sejumlah ulama terkemuka dan para kiai sepuh, yang memiliki kedalaman spiritual dan pengetahuan agama yang mumpuni. Kehadiran para ulama dan kiai ini diharapkan dapat memberikan energi spiritual yang kuat bagi seluruh jamaah yang hadir, serta mengantarkan doa-doa yang tulus untuk kebaikan bangsa.
Acara yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal ini tidak hanya menjadi momen seremonial bagi MUI, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan mengundang Presiden, jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, serta ribuan jamaah, acara ini menjadi simbol persatuan umat Islam dan dukungan pemerintah terhadap peran MUI dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral bangsa. Rangkaian doa, zikir, dan munajat yang dipimpin oleh para ulama terkemuka diharapkan dapat memberikan kekuatan spiritual dan ketenangan bagi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman. Momentum ini menjadi penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan Pancasila.

















