Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Agama Spiritual

Ramadan 2026: Sidang Isbat 17 Februari, Kapan Mulai Puasa?

aksaralokal by aksaralokal
February 23, 2026
Reading Time: 6 mins read
0
Ramadan 2026: Sidang Isbat 17 Februari, Kapan Mulai Puasa?

#image_title

Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan jadwal krusial: Sidang Isbat penetapan awal puasa akan diselenggarakan pada Selasa, 17 Februari 2026. Momen penting ini menjadi penentu kapan umat Islam di seluruh penjuru negeri akan memulai ibadah puasa serentak, sebuah ritual tahunan yang sarat makna spiritual dan sosial. Keputusan ini didasarkan pada kombinasi metode perhitungan astronomi (hisab) dan observasi visual hilal (rukyat), sebuah proses yang melibatkan berbagai tahapan ketat untuk memastikan akurasi dan legitimasi penetapan. Sidang ini tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga forum deliberatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan organisasi massa Islam terkemuka dan para ahli di bidang astronomi dan falakiyah, demi mencapai konsensus yang dapat diterima oleh seluruh umat.

RELATED POSTS

Prediksi Awal Puasa Ramadan 2026: Jadwal Global Asia Hingga Amerika

Ucapan Ramadhan 2026: Viral di Medsos!

Prambanan Gemerlap! 1008 Dipa Terangi Mahashivaratri Perdana Indonesia

Ilustrasi Sidang Isbat

Membedah Proses Penentuan Awal Ramadhan: Dari Hisab Hingga Rukyat

Proses penetapan awal Ramadhan di Indonesia merupakan sebuah rangkaian tahapan yang komprehensif, dirancang untuk mencapai ketepatan dan keseragaman dalam memulai ibadah puasa. Fondasi utama dari proses ini adalah metode hisab, sebuah pendekatan ilmiah yang memanfaatkan perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan dan matahari. Data-data astronomis yang krusial dalam hisab meliputi:

  • Waktu terjadinya konjungsi (ijtimak): Konjungsi atau ijtimak adalah momen ketika Bulan berada pada posisi bujur langit yang sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Ini menandakan dimulainya bulan astronomis baru, namun bukan berarti hilal (bulan sabit muda) langsung terlihat.
  • Ketinggian hilal saat matahari terbenam: Setelah ijtimak, bulan akan mulai menjauh dari konjungsi dengan matahari. Ketinggian hilal di atas cakrawala saat matahari terbenam adalah salah satu parameter kunci. Semakin tinggi hilal, semakin besar kemungkinan hilal dapat diamati.
  • Sudut elongasi bulan terhadap matahari: Elongasi adalah jarak sudut antara Matahari dan Bulan di langit. Sudut elongasi yang memadai diperlukan agar hilal dapat terpisah dari silau Matahari dan terlihat.
  • Parameter visibilitas hilal lainnya: Selain ketinggian dan elongasi, faktor-faktor lain seperti umur bulan setelah ijtimak, jarak sudut antara pusat piringan bulan dan matahari, serta faktor atmosfer juga turut dipertimbangkan dalam perhitungan visibilitas hilal.

Data-data astronomis yang dihasilkan dari metode hisab ini kemudian menjadi landasan awal yang sangat penting. Perhitungan ini memberikan prediksi ilmiah mengenai kemungkinan terlihatnya hilal di berbagai wilayah geografis Indonesia, termasuk pada saat matahari terbenam di hari yang diperkirakan menjadi awal Ramadhan.

Penerimaan Laporan Rukyatul Hilal: Konfirmasi Empiris di Lapangan

Setelah pemaparan mendalam mengenai data hisab dan prediksi astronomis, tahapan selanjutnya dalam Sidang Isbat adalah penerimaan laporan hasil rukyatul hilal. Rukyatul hilal adalah proses pengamatan visual langsung terhadap hilal (bulan sabit muda) di langit. Kemenag bersama lembaga terkait telah menentukan sejumlah titik pengamatan (pos observasi) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pemilihan titik-titik ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan pada pertimbangan geografis yang strategis, seperti ketinggian tempat, kondisi geografis yang minim polusi cahaya, serta potensi visibilitas hilal yang tinggi.

Setiap laporan pengamatan yang masuk dari para petugas rukyat di lapangan akan melalui proses verifikasi yang cermat. Tujuannya adalah untuk memastikan keabsahan dan akurasi laporan sebelum dijadikan bahan pembahasan lebih lanjut dalam forum sidang. Kehadiran laporan rukyatul hilal ini memiliki peran krusial sebagai konfirmasi empiris, yaitu bukti nyata di lapangan yang dapat memvalidasi atau mengoreksi hasil perhitungan astronomi yang telah dipaparkan sebelumnya. Ini adalah jembatan antara teori astronomi dan realitas pengamatan.

Musyawarah dan Pengambilan Keputusan: Menuju Kesepakatan Umat

Tahap paling menentukan dalam Sidang Isbat adalah proses musyawarah dan pengambilan keputusan. Seluruh peserta sidang, yang terdiri dari perwakilan pemerintah, ormas Islam, pakar astronomi, dan tokoh agama, akan secara seksama mendiskusikan dan menganalisis seluruh data yang telah disajikan. Data hisab yang bersifat prediktif akan dibandingkan dengan laporan rukyatul hilal yang bersifat observasional. Perdebatan dan diskusi akan mengemuka jika terdapat perbedaan antara hasil perhitungan dan pengamatan.

Apabila hasil hisab dan laporan rukyat secara meyakinkan menunjukkan bahwa hilal telah terlihat dan memenuhi kriteria visibilitas yang telah ditetapkan oleh syariat Islam dan kalender astronomi, maka keputusan yang diambil adalah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari berikutnya. Namun, jika hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi kriteria yang berlaku, maka bulan Syakban, bulan sebelum Ramadhan, akan digenapkan menjadi 30 hari, yang berarti awal Ramadhan akan jatuh dua hari setelah tanggal yang diprediksi oleh hisab semata. Keputusan akhir yang dihasilkan dalam sidang ini bersifat resmi dan memiliki kekuatan hukum serta otoritas keagamaan. Pengumuman hasil keputusan ini akan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers yang disiarkan secara luas, sehingga seluruh masyarakat dapat mengetahui tanggal pasti dimulainya ibadah puasa.

Metode Rukyat dan Hisab: Pilar Penetapan Awal Ramadhan

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia mengandalkan dua metode utama yang saling melengkapi: metode rukyat dan metode hisab. Kedua metode ini memiliki peran dan signifikansi masing-masing dalam memastikan ketepatan penentuan kalender Hijriah.

Metode Rukyat: Pengamatan Langsung Hilal

Metode rukyat, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, adalah proses pengamatan langsung terhadap hilal, yaitu bulan sabit muda yang pertama kali terlihat setelah bulan baru astronomis dimulai. Pengamatan ini dilakukan secara intensif di berbagai lokasi yang telah ditentukan secara strategis oleh Kementerian Agama bersama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Badan Hisab dan Rukyat (BHR) serta ormas Islam. Pelaksanaan rukyatul hilal ini dilakukan setelah matahari terbenam, karena pada saat itulah hilal memiliki potensi untuk terlihat di ufuk barat. Rukyatul hilal menjadi bukti visual yang sangat penting, karena memberikan konfirmasi langsung mengenai munculnya bulan baru. Keberhasilan atau kegagalan pengamatan hilal di berbagai titik menjadi salah satu bahan utama yang akan dibawa dan dibahas dalam forum Sidang Isbat.

Pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan secara simultan di banyak titik pengamatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Tujuannya adalah untuk mendapatkan laporan yang representatif dan akurat dari berbagai sudut pandang geografis. Laporan-laporan hasil pengamatan inilah yang kemudian disampaikan dalam Sidang Isbat sebagai salah satu dasar terpenting dalam pengambilan keputusan akhir mengenai awal bulan Ramadhan.

Metode Hisab: Perhitungan Astronomi yang Presisi

Di sisi lain, metode hisab merujuk pada perhitungan astronomi yang canggih untuk menentukan posisi bulan dan matahari pada waktu tertentu. Perhitungan ini sangatlah presisi dan melibatkan pemahaman mendalam tentang orbit bulan dan bumi, serta hukum-hukum fisika benda langit. Parameter-parameter astronomi yang menjadi fokus utama dalam hisab meliputi waktu terjadinya ijtimak (konjungsi), ketinggian hilal saat matahari terbenam, sudut elongasi bulan terhadap matahari, serta berbagai parameter lain yang memengaruhi visibilitas hilal, seperti umur bulan setelah ijtimak dan faktor-faktor atmosfer.

Metode hisab dianggap memberikan dasar ilmiah yang kuat dan prediktif sebelum laporan rukyat disajikan. Dengan hisab, para astronom dan falakiyah dapat memprediksi kapan dan di mana hilal kemungkinan besar akan terlihat. Dalam praktik penetapan awal Ramadhan saat ini, Kementerian Agama Republik Indonesia mengadopsi pendekatan gabungan, yaitu mengintegrasikan metode hisab dan rukyat. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil memiliki legitimasi ilmiah yang kuat dari perhitungan astronomi, sekaligus akuntabilitas keagamaan yang didukung oleh observasi visual di lapangan. Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat meminimalkan potensi perbedaan pendapat dan memperkuat kesatuan umat dalam memulai ibadah Ramadhan.

Peran Sentral Kementerian Agama dalam Sidang Isbat

Kementerian Agama Republik Indonesia memegang peran sentral dan tak tergantikan dalam penyelenggaraan Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan. Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas urusan keagamaan, Kemenag memiliki mandat dan kewajiban untuk memastikan bahwa seluruh proses penetapan kalender Hijriah, termasuk awal Ramadhan, dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Peran Kemenag dalam forum krusial ini mencakup serangkaian tugas penting:

  • Menetapkan Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Sidang: Kemenag bertanggung jawab penuh untuk menentukan kapan dan di mana Sidang Isbat akan dilaksanakan. Keputusan ini biasanya diumumkan jauh-jauh hari sebelum tanggal pelaksanaan agar seluruh pihak terkait dapat mempersiapkan diri.
  • Mengkoordinasikan Tim Ahli Hisab dan Rukyat: Kemenag membentuk dan mengkoordinasikan tim ahli yang terdiri dari para pakar di bidang hisab (astronomi) dan rukyat (observasi hilal). Tim ini bertugas menyiapkan data-data astronomis dan mengorganisir pelaksanaan pengamatan hilal di lapangan.
  • Mengundang Perwakilan Ormas Islam dan Lembaga Ilmiah: Kemenag secara resmi mengundang perwakilan dari berbagai organisasi massa Islam terkemuka di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan organisasi lainnya, serta perwakilan dari lembaga-lembaga ilmiah yang relevan. Kehadiran mereka memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan pandangan dan aspirasi umat Islam secara luas.
  • Memfasilitasi Forum Musyawarah dan Pembahasan Data: Kemenag bertindak sebagai fasilitator utama dalam sidang. Tugasnya adalah menyediakan forum yang kondusif bagi seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan, mendiskusikan data hisab dan rukyat, serta mencapai mufakat.
  • Mengumumkan Hasil Keputusan kepada Publik: Setelah keputusan final dicapai melalui musyawarah mufakat, Kemenag memiliki kewajiban untuk mengumumkan hasil Sidang Isbat kepada publik melalui konferensi pers. Pengumuman ini menjadi rujukan resmi pemerintah bagi seluruh masyarakat Muslim di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan.

Seluruh rangkaian penyelenggaraan Sidang Isbat dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan administratif, tetapi juga diterima oleh seluruh elemen masyarakat. Pengumuman hasil sidang isbat kemudian menjadi landasan dan panduan resmi yang digunakan oleh pemerintah dan masyarakat luas untuk memulai salah satu rukun Islam yang paling fundamental, yaitu ibadah puasa Ramadhan.

Tags: 17 FebruariAwal PuasaKapan PuasaRamadan 2026Sidang Isbat
ShareTweetPin
aksaralokal

aksaralokal

Related Posts

Prediksi Awal Puasa Ramadan 2026: Jadwal Global Asia Hingga Amerika
Agama Spiritual

Prediksi Awal Puasa Ramadan 2026: Jadwal Global Asia Hingga Amerika

February 28, 2026
Ucapan Ramadhan 2026: Viral di Medsos!
Agama Spiritual

Ucapan Ramadhan 2026: Viral di Medsos!

February 27, 2026
Prambanan Gemerlap! 1008 Dipa Terangi Mahashivaratri Perdana Indonesia
Agama Spiritual

Prambanan Gemerlap! 1008 Dipa Terangi Mahashivaratri Perdana Indonesia

February 27, 2026
Fatwa MUI: Buang Sampah Sembarangan Itu Dosa!
Agama Spiritual

Fatwa MUI: Buang Sampah Sembarangan Itu Dosa!

February 27, 2026
MUI: Awal Ramadan 1447 Berpotensi Beda, Ini Faktanya!
Agama Spiritual

MUI: Awal Ramadan 1447 Berpotensi Beda, Ini Faktanya!

February 27, 2026
Misa Minggu 15 Februari 2026: Refleksi Hidup Katolik
Agama Spiritual

Misa Minggu 15 Februari 2026: Refleksi Hidup Katolik

February 27, 2026
Next Post
Prabowo Akui Keracunan MBG, Presiden Bangga Sukses 99,99%: Logika?

Prabowo Akui Keracunan MBG, Presiden Bangga Sukses 99,99%: Logika?

Barba Gemilang, Castel Percaya: Persib Kejar Misi 4-0

Barba Gemilang, Castel Percaya: Persib Kejar Misi 4-0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Fadia Tiwi: Debut Indonesia Masters 2026 Mengejutkan!

Fadia Tiwi: Debut Indonesia Masters 2026 Mengejutkan!

January 22, 2026
Kejagung Ungkap Korupsi CPO POME, Geledah Perusahaan

Kejagung Ungkap Korupsi CPO POME, Geledah Perusahaan

February 22, 2026
Friderica PJS Ketua DK OJK: Kerja Keras Tanpa Libur

Friderica PJS Ketua DK OJK: Kerja Keras Tanpa Libur

February 8, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Semarang Banjir: Ratusan Warga Mengungsi, Situasi Darurat
  • Persija Akhiri Kutukan Bali, Maxwell Ungkap Rahasia Kemenangan Solid Tim
  • 106 Ribu BPJS PBI Katastropik Aktif Kembali, Jaminan Kesehatan Aman!

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026