Striker Persija Jakarta asal Maroko, Alaaeddine Ajaraie, tengah merasakan kebahagiaan ganda di tanah air. Tidak hanya berhasil mencetak gol perdananya yang krusial bagi kemenangan tim Macan Kemayoran atas PSM Makassar dengan skor 2-1 pada Jumat (20/2), momen istimewa ini bertepatan dengan ibadah puasa Ramadan pertamanya di Indonesia. Ajaraie mengungkapkan bahwa menjalani bulan suci ini di tengah hiruk pikuk kompetisi sepak bola profesional di Indonesia justru memberinya kekuatan ekstra dan pengalaman yang tak terlupakan. Keputusan Persija untuk merekrutnya terbukti semakin memperkaya perjalanan spiritual dan profesionalnya, menjadikannya momen yang penuh berkah sekaligus tantangan.
Ramadan di Lapangan Hijau: Sebuah Tantangan yang Biasa
Bagi Alaaeddine Ajaraie, bertanding di bulan Ramadan bukanlah hal baru. Pengalamannya sebagai seorang Muslim yang taat membuatnya terbiasa menyesuaikan diri dengan jadwal pertandingan yang berbenturan dengan kewajiban berpuasa. Ia menjelaskan bahwa secara naluriah, ia telah terbiasa menjalani pertandingan di bulan Ramadan, bahkan cenderung menganggapnya sebagai sebuah tantangan yang lebih menarik. Alasan di baliknya sederhana namun mendalam: “Bahkan, menurut saya, itu lebih menantang dibanding pertandingan malam, karena biasanya saya bermain sore hari menjelang Maghrib. Jadi ini sudah biasa bagi saya,” ungkapnya dalam sebuah sesi konferensi pers yang berlangsung khidmat.
Ajaraie meyakini bahwa ada kekuatan spiritual yang diturunkan oleh Sang Pencipta selama bulan Ramadan. “Saya percaya Allah memberi kami kekuatan lebih di bulan Ramadan, alhamdulillah,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Keyakinan ini menjadi sumber motivasi tambahan baginya untuk terus memberikan performa terbaik di lapangan, meskipun harus berpuasa. Ia tidak melihat puasa sebagai hambatan, melainkan sebagai anugerah yang justru meningkatkan performa fisiknya. Energi ekstra yang ia rasakan di lapangan merupakan bukti nyata dari kekuatan spiritual yang ia yakini.
Gol Perdana dan Berkah Ramadan
Momen gol perdana Alaaeddine Ajaraie bagi Persija Jakarta menjadi penanda penting dalam perjalanannya bersama tim ibu kota. Gol yang tercipta dalam pertandingan krusial melawan PSM Makassar ini tidak hanya membawa kemenangan bagi timnya, tetapi juga menjadi simbol keberkahan Ramadan baginya. Ia mengaku sangat bersyukur atas kontribusi yang diberikannya, terutama dalam pertandingan yang penuh tekanan tersebut. “Alhamdulillah atas kemenangan ini,” ujarnya dengan tulus. Gol tersebut seolah menjadi bukti bahwa ia mampu mengatasi tantangan fisik dan mental yang dihadapi selama bulan puasa, sekaligus membuktikan komitmennya untuk tim.
Ajaraie menambahkan bahwa ia merasa bangga bisa mengenakan seragam Persija dan berkontribusi bagi kemenangan tim. Pengalaman bermain di Indonesia, khususnya selama bulan Ramadan, memberinya perspektif baru tentang bagaimana menjalankan ibadah dan profesionalisme secara bersamaan. Ia sangat menghargai dukungan dari rekan-rekan setimnya yang membantunya untuk tetap fokus dan mengeluarkan potensi terbaiknya. “Terima kasih kepada tim yang membuat saya bisa mengeluarkan energi lebih,” ucapnya. Baginya, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan momen yang sangat spesial bagi seluruh umat Muslim di dunia.
Lebih lanjut, Ajaraie menekankan pentingnya semangat juang setiap pemain dalam menghadapi setiap pertandingan. Ia melihat setiap laga sebagai sebuah “final” yang harus dimenangkan dengan segenap upaya. “Bagi kami, setiap pertandingan seperti final,” tegasnya. Ia menyadari bahwa tim mana pun yang berhadapan dengan Persija akan mengerahkan kemampuan maksimal mereka. Oleh karena itu, ia dan seluruh tim dituntut untuk selalu siap dan memberikan yang terbaik. “Kami menyadari hal itu dan alhamdulillah, seluruh tim menunjukkan kerja luar biasa hari ini. Saya senang, terutama untuk tim,” tambahnya.
Menatap ke depan, Alaaeddine Ajaraie dan tim Persija Jakarta tidak berpuas diri dengan kemenangan yang telah diraih. Ia menegaskan pentingnya fokus pada pertandingan selanjutnya yang dijadwalkan hanya dalam empat hari ke depan. “InsyaAllah, kami memiliki pertandingan lagi dalam empat hari ke depan,” katanya. Strategi yang akan diterapkan adalah fokus pada pemulihan fisik dan mental, serta persiapan matang untuk meraih kemenangan berikutnya. “Kami harus beristirahat, melakukan pemulihan, dan kembali memikirkan kemenangan berikutnya, InsyaAllah,” tutupnya dengan optimisme.
















