-
Kecamatan Kedungjati: Tercatat ada 7 desa yang terdampak oleh banjir, mempengaruhi sebanyak 2.362 kepala keluarga. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter.
-
Kecamatan Tegowanu: Sebanyak 2 desa di kecamatan ini terendam banjir, berdampak pada 600 kepala keluarga. Ketinggian air yang dilaporkan berada di kisaran 20 hingga 30 sentimeter.
-
Kecamatan Gubug: Desa Penadaran menjadi salah satu wilayah yang terdampak, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
-
Kecamatan Purwodadi: Kelurahan Purwodadi melaporkan adanya 584 kepala keluarga yang terdampak. Sementara itu, Kelurahan Kalongan mengalami genangan air yang cukup tinggi, mencapai 1 meter, dan berdampak pada sekitar 1.180 kepala keluarga. Desa Karanganyar dan Ngraji juga terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.
-
Kecamatan Karangrayung: Desa Karangsono dan Desa Mojoagung terendam banjir. Di Desa Mojoagung, jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter, menyebabkan air masuk ke permukiman warga. Ketinggian air di kedua desa ini dilaporkan sekitar 15 hingga 20 sentimeter.
-
Kecamatan Geyer: Desa Bangsri mengalami genangan air dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter.
-
Kecamatan Toroh: Sebanyak 8 desa di kecamatan ini terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.
-
Kecamatan Pulokulon: Desa Karangharjo dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
-
Kecamatan Penawangan: Desa Leyangan juga tergenang oleh luapan air.
Upaya Penanggulangan dan Peringatan Dini
Menghadapi situasi darurat ini, BPBD Jawa Tengah, bersama dengan instansi terkait dan relawan, terus berupaya melakukan penanganan. Selain fokus pada perbaikan tanggul yang jebol, tim juga melakukan asesmen terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan mendesak para pengungsi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah-wilayah yang telah teridentifikasi rawan. Peningkatan sistem peringatan dini dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana menjadi langkah krusial untuk mengurangi risiko di masa mendatang. Pihak berwenang juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai untuk mengantisipasi kejadian serupa.

















