Sebuah insiden tragis yang menimpa tiga warga di wilayah Jakarta Pusat pada Jumat, 23 Januari, menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur perkotaan terhadap fenomena alam, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur ibu kota pada hari itu memicu tumbangnya sejumlah pohon, mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka serius. Salah satu korban, yang mengalami patah tulang pada paha kirinya, bahkan harus segera menjalani tindakan operasi untuk memulihkan kondisinya.
Dua Lokasi Bencana: Pom Bensin Pramuka Raya dan Jalan Percetakan Negara Raya
Peristiwa nahas ini tidak terjadi di satu titik, melainkan menyebar di dua lokasi berbeda yang cukup signifikan di Jakarta Pusat. Lokasi pertama adalah di sekitar kawasan Pom Bensin Pramuka Raya, sebuah area yang seringkali ramai aktivitas. Lokasi kedua, yang juga menjadi saksi bisu insiden ini, adalah di sepanjang Jalan Percetakan Negara Raya. Kedua area ini, meskipun memiliki karakteristik yang berbeda, sama-sama menjadi korban keganasan alam yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Penanganan Medis Intensif di RS Islam Cempaka Putih
Menyikapi kondisi para korban, pihak kepolisian segera mengambil langkah cepat untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang memadai. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mengkonfirmasi bahwa seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Di fasilitas kesehatan ini, para korban menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk rontgen, untuk mendiagnosis tingkat keparahan cedera yang mereka alami. Kombes Pol Reynold Hutagalung menyatakan, “Jumlah korban ada tiga orang. Seluruhnya sudah ditangani pihak medis dan dilakukan pemeriksaan rontgen.” Pernyataan ini menegaskan keseriusan penanganan yang diberikan kepada para korban.
Profil Korban dan Tingkat Keparahan Luka
Dari tiga korban yang tertimpa pohon tumbang, masing-masing memiliki cerita dan tingkat keparahan luka yang berbeda. Korban pertama adalah Ardiyansah, seorang pemuda berusia 22 tahun. Ia mengalami keluhan nyeri pada tulang belakangnya serta merasakan pusing. Kondisinya memungkinkan untuk menjalani rawat jalan, namun tetap memerlukan pemantauan medis. Ardiyansah tertimpa pohon saat sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Percetakan Negara Raya. Insiden ini terjadi tepat di depan Gedung BPOM, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika ia sedang dalam perjalanan dari arah Percetakan Negara menuju Salemba Tengah. Kejadian ini tentu saja menimbulkan trauma fisik dan psikologis bagi Ardiyansah.
Korban kedua adalah Syaiful Bahri, berusia 45 tahun. Ia melaporkan adanya nyeri pada bagian pinggang serta punggung bagian kanan. Seperti Ardiyansah, Syaiful Bahri juga menjalani perawatan rawat jalan. Meskipun tidak separah korban ketiga, cedera pada area pinggang dan punggung ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya dan memerlukan istirahat serta fisioterapi.
Sementara itu, korban ketiga, Farhan (26 tahun), mengalami luka yang paling serius di antara ketiganya. Ia menderita patah tulang pada paha kirinya, sebuah cedera yang sangat signifikan dan menyebabkan kakinya tidak dapat digerakkan sama sekali. Tingkat keparahan cedera ini mengharuskan Farhan untuk segera mendapatkan intervensi medis yang lebih agresif. “Pasien atas nama Farhan diarahkan untuk dilakukan tindakan operasi,” terang Kombes Pol Reynold Hutagalung. Keputusan untuk melakukan operasi ini diambil demi memulihkan fungsi kaki Farhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

















