Sebuah fenomena cuaca ekstrem yang mengejutkan melanda kawasan Stadion Pakansari di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis siang, 12 Februari 2026. Hujan lebat yang disertai dengan terjangan angin puting beliung berkekuatan tinggi telah menyebabkan kerusakan signifikan, dengan fokus utama pada atap utama Stadion Pakansari yang mengalami kerusakan parah. Kejadian ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur olahraga kebanggaan daerah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar dan membutuhkan respons cepat dari pihak berwenang untuk penanganan dan evaluasi dampak kerugian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Respons Cepat Tanggap Bencana
Menyikapi dampak dari angin puting beliung yang menerjang, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bogor segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim respons cepat ini bertugas untuk melakukan identifikasi awal, penanganan darurat, serta upaya evakuasi bagi siapa saja yang mungkin terdampak atau berada dalam situasi bahaya. Kehadiran petugas gabungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani bencana alam yang terjadi, memprioritaskan keselamatan warga dan pemulihan fasilitas publik secepat mungkin.
Kerugian Material dan Dampak Sekunder
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, Asnan, memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. Beliau memastikan bahwa, meskipun terjadi kerusakan yang cukup luas, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa angin puting beliung ini. Namun, sejumlah fasilitas dan bangunan yang berada di sekitar kompleks Gelora Pakansari dilaporkan mengalami kerusakan. Kerugian material masih dalam tahap pendataan rinci oleh petugas yang diturunkan ke lapangan. Angin kencang yang diperkirakan terjadi selepas waktu salat zuhur ini tidak hanya merusak atap utama stadion, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada Gedung Laga Tangkas, merobohkan sebagian plafon stadion, serta menumbangkan sejumlah pohon besar yang rindang di area sekitar stadion.
Kesaksian dan Kronologi Kejadian
Angin kencang yang menerjang kawasan Stadion Pakansari terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, memberikan gambaran visual yang mencekam mengenai kekuatan fenomena alam tersebut. Dalam rekaman tersebut, terlihat material atap stadion beterbangan akibat hembusan angin yang sangat kuat. Warga dan para pedagang yang beraktivitas di sekitar stadion dilaporkan sempat panik dan berlarian menyelamatkan diri saat angin menerjang. Beberapa gerobak dagang dan bahkan sepeda motor yang terparkir di area tersebut ikut tersapu oleh amukan angin. Pergerakan angin dilaporkan bergerak dari arah utara ke selatan, kemudian berbelok ke arah timur sebelum akhirnya menghantam bangunan utama stadion, menciptakan pusaran angin yang merusak.
Detail Kerusakan dan Fasilitas Terdampak
Asnan lebih lanjut merinci tingkat kerusakan yang terjadi. Bagian atap stadion menjadi area yang paling parah terdampak oleh terjangan angin puting beliung. Selain kerusakan pada atap stadion utama, sejumlah fasilitas pendukung lainnya juga mengalami kerusakan. Gedung Laga Tangkas, yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelora Pakansari, juga tidak luput dari kerusakan. Plafon di beberapa bagian stadion dilaporkan ambruk, menambah daftar kerusakan yang harus ditangani. Di luar bangunan utama, pepohonan besar yang tumbuh di sekitar kawasan stadion tumbang, menimbulkan potensi bahaya tambahan jika tidak segera ditangani. Selain itu, setidaknya dua unit mobil dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini. Salah satu mobil yang rusak parah diketahui merupakan milik salah seorang pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang tertimpa pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.
Analisis Dampak dan Tindakan Lanjutan
Peristiwa angin puting beliung di Stadion Pakansari ini menjadi insiden yang cukup signifikan, mengingat skala kerusakan yang ditimbulkan pada salah satu fasilitas olahraga penting di Kabupaten Bogor. Kerusakan pada atap stadion tidak hanya mengganggu fungsi utama stadion sebagai arena olahraga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang besar untuk perbaikan. Pendataan kerugian yang sedang dilakukan oleh petugas gabungan akan menjadi dasar untuk perencanaan pemulihan dan perbaikan. Selain itu, penumbangan pohon-pohon besar di sekitar kawasan juga menimbulkan isu keamanan dan kebersihan yang perlu segera diatasi. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan, memastikan keamanan kawasan, dan melakukan evaluasi terhadap sistem peringatan dini bencana alam untuk mitigasi di masa mendatang. Fenomena cuaca ekstrem seperti ini semakin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.

















