Ringkasan Berita:
- Terjadi banjir di Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang.
- Petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas kala itu mendekati salah satu mobil yang ternyata sopirnya sudah meninggal dunia.
- Berdasarkan identitas yang ditemukan petugas di lokasi kejadian, korban diketahui bernama Rohim.
JAKARTA – Ibu Kota kembali dihadapkan pada tantangan klasik: banjir yang melumpuhkan sebagian wilayahnya. Pada Kamis, 22 Januari 2026 siang, Jalan Latumeten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, berubah menjadi lautan air, memicu kemacetan parah yang mengular hingga berkilo-kilometer. Namun, di tengah hiruk pikuk dan keputusasaan para pengendara yang terjebak, sebuah insiden tragis dan tak terduga mengungkap fakta memilukan yang jauh melampaui sekadar kendala lalu lintas. Sebuah mobil yang seharusnya bergerak maju justru berhenti total, bukan karena mogok akibat terendam banjir, melainkan karena pengemudinya telah tiada.
Situasi lalu lintas di Jalan Latumeten kala itu memang sangat kacau. Genangan air yang cukup tinggi membuat banyak kendaraan kesulitan melaju, bahkan tak sedikit yang mogok di tengah jalan. Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Grogol Petamburan diterjunkan untuk mengurai kemacetan dan memberikan bantuan kepada pengendara yang membutuhkan. Di antara deretan kendaraan yang bergerak lambat atau bahkan terhenti, perhatian Kanit Lantas Grogol Petamburan, AKP Arif Rahman Hakim, tertuju pada sebuah minibus Daihatsu Sigra berwarna silver yang tampak diam tak bergerak, meskipun ruang di depannya sudah cukup lapang. Keberadaan mobil yang tak merespons pergerakan lalu lintas ini menjadi anomali yang mencurigakan di tengah kekacauan yang dominan disebabkan oleh banjir.
AKP Arif Rahman Hakim, dengan sigap mendekati kendaraan tersebut. Awalnya, ia mengira mobil itu hanya mogok, sebuah kejadian lumrah di tengah banjir, dan berniat untuk membantu mendorongnya ke tepi jalan agar tidak semakin memperparah kemacetan panjang yang sudah terjadi. Ia berulang kali mencoba memanggil pengemudi atau mengetuk jendela, namun tidak ada respons sama sekali. Kecurigaan pun mulai menyelimuti. Setelah beberapa saat tanpa jawaban, Arif memutuskan untuk memeriksa lebih dekat. Ia mendapati mesin mobil masih dalam kondisi menyala, sebuah detail penting yang mengindikasikan bahwa masalahnya bukan pada kerusakan mesin. Lebih lanjut, pintu mobil ternyata tidak terkunci, memungkinkan petugas untuk membuka dan memastikan kondisi pengemudi di dalamnya.
Momen pembukaan pintu itu menjadi titik balik yang mengejutkan. Saat pintu dibuka, AKP Arif Rahman Hakim menemukan seorang pria sudah tidak bernyawa di balik kemudi. “Saya buka, ternyata sudah meninggal di dalam kendaraan,” ujar Arif Rahman Hakim saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis, menggambarkan detik-detik penemuan yang tragis tersebut. Penemuan ini sontak mengubah fokus dari penanganan banjir dan kemacetan menjadi penanganan kasus kematian mendadak di jalan raya.
Berdasarkan identitas yang ditemukan petugas di lokasi kejadian, korban diketahui bernama Rohim. Pria malang tersebut merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, dan diperkirakan berusia sekitar 40 tahun. Proses identifikasi awal ini menjadi langkah krusial untuk mengonfirmasi identitas korban dan memulai penyelidikan lebih lanjut. Pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim kepolisian dan medis yang tiba di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Hal ini mengarahkan penyelidikan awal pada kemungkinan penyebab alamiah. “Kemungkinan sakit jantung, mungkin,” tambah Arif, mengemukakan hipotesis awal yang perlu dikonfirmasi melalui autopsi. Dugaan ini didasari oleh tidak adanya indikasi lain yang mencurigakan, serta sifat kematian mendadak yang seringkali dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti serangan jantung.

Usai dilakukan identifikasi awal dan olah TKP, jenazah Rohim segera dievakuasi oleh tim forensik ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Evakuasi ini bertujuan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi, guna memastikan secara medis penyebab pasti kematian korban. Prosedur ini sangat penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan juga untuk keperluan administrasi hukum. Insiden ini menyoroti kerentanan individu di tengah kondisi ekstrem, di mana stres dan kondisi kesehatan yang mendasari dapat memicu tragedi tak terduga di tengah bencana alam.
Dampak Banjir di Ibu Kota: Melumpuhkan Arteri Utama

















