Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Ramalan Shio Tikus-Kelinci Senin 26 Januari 2026: Cinta, Karier, Hoki!

    Ramalan Shio Tikus-Kelinci Senin 26 Januari 2026: Cinta, Karier, Hoki!

    Lula Lahfah: Multitalenta, Dari Medsos ke Bintang Film

    Lula Lahfah: Multitalenta, Dari Medsos ke Bintang Film

    Perjanjian Pranikah Brooklyn-Nicola Bikin Beckham Khawatir Berat

    Perjanjian Pranikah Brooklyn-Nicola Bikin Beckham Khawatir Berat

    Ramalan Cinta Zodiak 23 Januari: Gemini Lihai, Taurus Bebas Cemas!

    Ramalan Cinta Zodiak 23 Januari: Gemini Lihai, Taurus Bebas Cemas!

    Ramalan Zodiak Libra 22 Januari 2026: Prioritaskan Waktu Bersama Keluarga

    Ramalan Zodiak Libra 22 Januari 2026: Prioritaskan Waktu Bersama Keluarga

    Ramalan Karier 22 Januari 2026: Virgo Scorpio Sagitarius Paling Beruntung

    Ramalan Karier 22 Januari 2026: Virgo Scorpio Sagitarius Paling Beruntung

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Ramalan Shio Tikus-Kelinci Senin 26 Januari 2026: Cinta, Karier, Hoki!

    Ramalan Shio Tikus-Kelinci Senin 26 Januari 2026: Cinta, Karier, Hoki!

    Lula Lahfah: Multitalenta, Dari Medsos ke Bintang Film

    Lula Lahfah: Multitalenta, Dari Medsos ke Bintang Film

    Perjanjian Pranikah Brooklyn-Nicola Bikin Beckham Khawatir Berat

    Perjanjian Pranikah Brooklyn-Nicola Bikin Beckham Khawatir Berat

    Ramalan Cinta Zodiak 23 Januari: Gemini Lihai, Taurus Bebas Cemas!

    Ramalan Cinta Zodiak 23 Januari: Gemini Lihai, Taurus Bebas Cemas!

    Ramalan Zodiak Libra 22 Januari 2026: Prioritaskan Waktu Bersama Keluarga

    Ramalan Zodiak Libra 22 Januari 2026: Prioritaskan Waktu Bersama Keluarga

    Ramalan Karier 22 Januari 2026: Virgo Scorpio Sagitarius Paling Beruntung

    Ramalan Karier 22 Januari 2026: Virgo Scorpio Sagitarius Paling Beruntung

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Berita

Agen ICE tembak mati perawat di Minneapolis

Oki Wijaya by Oki Wijaya
January 28, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Agen ICE tembak mati perawat di Minneapolis

#image_title

RELATED POSTS

Waspada! Risiko & Peluang Utang Pendek Pemerintah Terungkap.

Jabodetabek Hujan Deras: Waspada Banjir, Ini Info Penting

Lula Lahfah Meninggal: Polisi Ungkap Fakta Terbaru

Ketegangan sosiopolitik di Amerika Serikat kembali mencapai titik didih yang mengkhawatirkan menyusul insiden fatal yang melibatkan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di kota Minneapolis. Pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, sebuah operasi penindakan imigrasi berubah menjadi tragedi berdarah yang merenggut nyawa seorang warga sipil di tengah lingkungan perkotaan yang sudah lama membara. Korban diidentifikasi oleh pihak keluarga sebagai Alex Pretti, seorang pria berusia 37 tahun yang mendedikasikan hidupnya sebagai perawat di Unit Perawatan Intensif (ICU), sebuah profesi yang ironisnya berfokus pada penyelamatan nyawa manusia. Kematian Pretti bukan sekadar angka statistik dalam operasi keamanan federal, melainkan menjadi pemicu gelombang kemarahan publik yang masif. Penembakan ini terjadi di tengah kebijakan agresif pemerintahan Presiden Donald Trump yang mengerahkan personel bersenjata lengkap ke kota-kota besar untuk melakukan operasi pembersihan imigran, sebuah langkah yang oleh banyak pihak dianggap sebagai militerisasi penegakan hukum domestik yang melampaui batas konstitusional.

Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O’Hara, memberikan konfirmasi resmi dalam sebuah pengarahan media yang suram, menyatakan bahwa Pretti dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat setelah menderita luka tembak parah di beberapa bagian tubuhnya. O’Hara secara eksplisit menekankan fakta krusial bahwa Pretti adalah penduduk asli Minneapolis dan merupakan warga negara Amerika Serikat yang sah, sebuah detail yang langsung meruntuhkan narasi awal mengenai target operasi imigrasi yang biasanya menyasar warga negara asing tanpa dokumen. Insiden ini terjadi di tengah pengerahan besar-besaran agen federal, termasuk dari Patroli Perbatasan dan ICE, yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di wilayah Minnesota sebagai bagian dari strategi nasional “Anti-Imigrasi” yang dicanangkan oleh Trump. Kehadiran agen-agen federal ini di jalanan Minneapolis telah menciptakan atmosfer ketakutan dan ketidakpastian, mengubah kawasan pemukiman yang tenang menjadi zona konflik administratif yang mematikan.

Eskalasi Kekerasan Federal dan Krisis Kemanusiaan di Minnesota

Tragedi yang menimpa Alex Pretti bukanlah sebuah insiden terisolasi, melainkan puncak dari rangkaian kekerasan yang melibatkan aparat federal di Minneapolis dalam kurun waktu yang sangat singkat. Kota ini telah diguncang oleh protes harian yang meluas sejak 7 Januari 2026, menyusul penembakan fatal terhadap Renee Good, seorang wanita berusia 37 tahun yang tewas seketika ketika seorang agen ICE melepaskan tembakan membabi buta ke arah kendaraannya. Tidak berhenti di situ, hanya sepekan sebelum kematian Pretti, seorang pria berkebangsaan Venezuela juga menjadi korban penembakan oleh agen federal dalam insiden terpisah yang hingga kini masih diselimuti misteri. Rentetan peristiwa ini menciptakan persepsi publik bahwa penegakan hukum imigrasi telah bergeser menjadi tindakan represif yang tidak pandang bulu, di mana keselamatan warga sipil, baik warga negara maupun imigran, berada dalam ancaman konstan dari otoritas yang seharusnya melindungi mereka.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, dalam sebuah konferensi pers darurat yang diadakan di Saint Paul, melontarkan kritik pedas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintah federal. Walz menegaskan bahwa apa yang terjadi di Minneapolis sudah jauh melampaui koridor penegakan hukum imigrasi yang standar. Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai sebuah “kampanye kebrutalan terorganisir” yang secara sistematis menargetkan rakyat Minnesota. Dengan nada bicara yang penuh emosi namun tegas, Walz menyatakan bahwa negara bagian Minnesota tidak akan tinggal diam dan akan mengambil alih kendali penuh atas penyelidikan pembunuhan ini guna memastikan adanya akuntabilitas yang transparan. Pernyataan Walz ini menandai keretakan hubungan yang semakin dalam antara otoritas negara bagian dan pemerintah pusat, menciptakan kebuntuan yurisdiksi yang memperumit proses hukum bagi para korban kekerasan federal.

Kontradiksi Narasi: Antara Pembelaan Diri dan Bukti Digital

Di sisi lain, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui juru bicaranya, Tricia McLaughlin, merilis pernyataan resmi yang membangun narasi pembelaan diri bagi para agennya. Menurut versi pemerintah federal, insiden tersebut bermula ketika seorang agen Patroli Perbatasan AS terpaksa melepaskan tembakan terhadap seseorang yang dianggap mengancam keselamatan petugas. DHS mengklaim bahwa korban membawa senjata api dan menunjukkan perlawanan aktif saat petugas mencoba melakukan pelucutan senjata dalam sebuah operasi rutin penindakan imigrasi. McLaughlin menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah langkah darurat untuk melindungi nyawa petugas di lapangan. Namun, klaim ini segera menghadapi tantangan serius dari bukti-bukti visual yang mulai beredar luas di platform media sosial, yang memberikan sudut pandang yang sangat berbeda dari laporan resmi pemerintah.

Rekaman video amatir yang diambil oleh saksi mata menunjukkan adegan yang mengerikan dan membingungkan; sekelompok petugas federal terlihat bergulat dengan seorang pria hingga terjatuh ke tanah sebelum rentetan tembakan terdengar memecah keheningan. Video lain yang diambil dari sudut pandang berbeda memperlihatkan detail yang lebih mengganggu, di mana pria tersebut—yang diduga adalah Pretti—tampak hanya memegang sebuah telepon seluler di tangannya, bukan senjata api seperti yang diklaim oleh DHS. Sebelum ditembak berkali-kali dalam jarak dekat, wajah pria tersebut terlihat disemprot dengan cairan yang diduga kuat adalah semprotan merica, sebuah tindakan yang seharusnya sudah cukup untuk melumpuhkan target tanpa perlu menggunakan kekuatan mematikan. Perbedaan mencolok antara narasi “perlawanan bersenjata” dari pemerintah dan bukti video “penggunaan kekuatan berlebihan” ini memicu kemarahan publik yang lebih besar dan tuntutan akan penyelidikan independen yang tidak memihak.

Konfrontasi Politik Tingkat Tinggi dan Masa Depan Penegakan Hukum

Presiden Donald Trump, melalui platform Truth Social, merespons kritik Gubernur Walz dan Walikota Minneapolis Jacob Frey dengan gaya retorika yang agresif dan konfrontatif. Trump menyebut kedua pemimpin Demokrat tersebut sebagai “orang-orang bodoh politik yang munafik” dan menuduh mereka sengaja menghasut pemberontakan rakyat melalui retorika yang ia anggap berbahaya dan arogan. Trump bersikeras bahwa operasi federal diperlukan karena kegagalan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan hukum imigrasi. Perseteruan ini bukan sekadar debat kebijakan, melainkan mencerminkan polarisasi ideologis yang mendalam di Amerika Serikat, di mana isu imigrasi dan keamanan nasional digunakan sebagai instrumen politik untuk mendiskreditkan lawan-lawan domestik.

Dukungan terhadap tindakan keras federal juga datang dari eselon tertinggi pemerintahan, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Jaksa Agung Pam Bondi. Mereka secara kolektif menyalahkan kepemimpinan di Minnesota atas jatuhnya korban jiwa, dengan argumen bahwa penolakan pejabat negara bagian untuk bekerja sama dengan otoritas federal telah menciptakan situasi lapangan yang tidak terkendali. Vance menyatakan bahwa agen ICE sebenarnya ingin bekerja sama dengan penegak hukum setempat, namun permintaan tersebut selalu ditolak oleh pimpinan Minneapolis. Sementara itu, Pam Bondi mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman telah mengirimkan surat teguran keras kepada Gubernur Walz, menuntut dukungan total terhadap kebijakan Presiden Trump. Di tengah tarik-menarik kekuasaan ini, masyarakat Minneapolis terjepit di antara dua kekuatan besar, sementara keluarga Alex Pretti kini harus berjuang menuntut keadilan bagi seorang perawat yang hidupnya berakhir tragis di tangan aparat negara.

Tags: Agen ICEICEMinneapolisPenembakan PerawatTragedi Imigrasi
ShareTweetPin
Oki Wijaya

Oki Wijaya

Related Posts

Waspada! Risiko & Peluang Utang Pendek Pemerintah Terungkap.
Berita

Waspada! Risiko & Peluang Utang Pendek Pemerintah Terungkap.

January 28, 2026
Jabodetabek Hujan Deras: Waspada Banjir, Ini Info Penting
Berita

Jabodetabek Hujan Deras: Waspada Banjir, Ini Info Penting

January 28, 2026
Lula Lahfah Meninggal: Polisi Ungkap Fakta Terbaru
Berita

Lula Lahfah Meninggal: Polisi Ungkap Fakta Terbaru

January 28, 2026
Menteri KKP Pingsan di Upacara: Terkuak Penyebabnya!
Berita

Menteri KKP Pingsan di Upacara: Terkuak Penyebabnya!

January 28, 2026
KPK Sita Catatan Keuangan Bupati Pati, Bukti Korupsi Terkuak!
Berita

KPK Sita Catatan Keuangan Bupati Pati, Bukti Korupsi Terkuak!

January 28, 2026
Harga Emas Hari Ini: Cek Antam, UBS, Galeri24 Terbaru!
Berita

Harga Emas Hari Ini: Cek Antam, UBS, Galeri24 Terbaru!

January 28, 2026
Next Post
Gagalkan Sabu Deodoran: Lapas Ambarawa Ungkap Trik Napi

Gagalkan Sabu Deodoran: Lapas Ambarawa Ungkap Trik Napi

Man City Kokoh di Puncak, Spurs Tergelincir Liga Inggris

Man City Kokoh di Puncak, Spurs Tergelincir Liga Inggris

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

iPhone 18 Bocor: Fitur Gila Apple Terungkap!

iPhone 18 Bocor: Fitur Gila Apple Terungkap!

January 26, 2026
Brooklyn Beckham Buka Suara: Konflik Keluarga Beckham Terungkap

Brooklyn Beckham Buka Suara: Konflik Keluarga Beckham Terungkap

January 23, 2026
Casemiro Janji: MU Makin Perkasa, Ini Buktinya!

Casemiro Janji: MU Makin Perkasa, Ini Buktinya!

January 25, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terungkap! Eks Sekjen Kemnaker Peras Rp 12 M, Beli Mobil Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Gol Semen Padang Dianulir, Dejan Antonic Murka!
  • Jokowi Latih Relawan Menangkan PSI Jateng
  • Man City Kokoh di Puncak, Spurs Tergelincir Liga Inggris

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keselamatan Penerbangan
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pemulihan Bencana
  • Pendidikan
  • Politics
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026