Kepergian mendadak selebgram Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 telah meninggalkan luka yang teramat dalam bagi lingkaran sahabat terdekatnya, terutama bagi Karin Novilda atau yang lebih akrab disapa Awkarin. Setelah sempat menetap di Melbourne, Australia, sejak September 2025, Awkarin akhirnya kembali ke Indonesia dan langsung menuju tempat peristirahatan terakhir sahabatnya tersebut pada Senin, 2 Februari 2026. Momen ziarah yang penuh dengan isak tangis ini menjadi puncak dari rasa kehilangan yang dirasakan oleh Awkarin, yang merasa sangat terpukul karena tidak berada di sisi Lula saat detik-detik terakhir kepergiannya di apartemen pribadinya. Kehadiran Awkarin di makam tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah bentuk permohonan maaf dan penghormatan terakhir bagi sosok yang telah menemaninya selama sepuluh tahun terakhir dalam suka maupun duka.
Kepulangan Awkarin ke Tanah Air memang telah dinantikan oleh banyak pihak, namun tidak ada yang menyangka bahwa agenda utamanya setibanya di Jakarta adalah menghadapi kenyataan pahit di depan sebuah pusara. Selama beberapa bulan terakhir, Awkarin diketahui sedang menjalani kehidupan baru di Australia, sebuah fase yang membuatnya harus terpisah jarak ribuan kilometer dari para sahabatnya di Jakarta. Namun, berita duka mengenai meninggalnya Lula Lahfah, yang juga dikenal sebagai kekasih dari musisi dan kreator konten Reza Arap, memaksa Awkarin untuk segera mengakhiri masa tinggalnya di luar negeri. Setibanya di bandara, ia tidak membuang waktu lama dan langsung bergegas menuju pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang ia anggap lebih dari sekadar teman, melainkan bagian dari keluarga pilihannya sendiri.
Dalam momen ziarah tersebut, Awkarin tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh para sahabat seperjuangannya yang juga merupakan figur publik ternama, yakni Keanu AGL dan Dara Arafah. Kehadiran mereka di sisi Awkarin seolah menjadi pilar kekuatan bagi sang selebgram yang tampak sangat rapuh saat bersimpuh di depan makam Lula. Isak tangis pecah ketika Awkarin mulai menaburkan bunga dan memanjatkan doa. Dalam unggahan emosional di media sosialnya, Awkarin secara terbuka mengungkapkan penyesalan yang mendalam. Ia merasa bersalah karena baru bisa datang berziarah hampir dua pekan setelah pemakaman dilakukan. Penyesalan ini semakin diperparah dengan fakta bahwa ada beberapa saran atau nasihat yang sempat ia berikan kepada Lula, namun sayangnya tidak sempat didengar atau dijalankan oleh almarhumah sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Ikatan Abadi ‘Rahasia Negara’ dan Sejarah Persahabatan Satu Dekade
Persahabatan antara Awkarin dan Lula Lahfah bukanlah hubungan yang baru seumur jagung. Melalui untaian kata-kata menyentuh yang dibagikannya, Awkarin mengenang kembali awal mula terbentuknya geng mereka yang diberi nama “Rahasia Negara” pada tahun 2016 silam. Nama unik ini tidak dipilih tanpa alasan; grup yang awalnya hanya beranggotakan empat orang—yakni Awkarin, Lula Lahfah, Sarah, dan Risya—terbentuk karena mereka berempat menyimpan rahasia besar yang sama, yang tidak diketahui oleh siapapun di luar lingkaran tersebut. Ikatan yang didasari oleh kepercayaan dan rahasia bersama inilah yang membuat fondasi pertemanan mereka begitu kokoh hingga mampu bertahan selama satu dekade penuh, melewati berbagai dinamika industri hiburan dan kehidupan pribadi masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, kelompok “Rahasia Negara” ini berkembang dari empat orang menjadi delapan orang. Meskipun anggotanya bertambah, nilai-nilai loyalitas dan kebersamaan tetap menjadi prioritas utama mereka. Awkarin menekankan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, mereka selalu berusaha untuk tetap solid dan saling mendukung satu sama lain. Kehilangan Lula Lahfah berarti hilangnya salah satu pilar utama yang telah ada sejak hari pertama grup ini terbentuk. Bagi Awkarin, Lula adalah sosok yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun dalam sejarah hidupnya. Kenangan-kenangan saat mereka merintis karier bersama dari nol hingga menjadi selebritas papan atas di Indonesia kini menjadi memori yang amat berharga sekaligus menyakitkan untuk diingat kembali.
Dalam pesannya yang ditujukan langsung kepada mendiang Lula, Awkarin menuliskan betapa beruntungnya ia dan teman-temannya telah mengenal Lula dalam kehidupan mereka. Ia merasa bahwa sebagian besar waktu Lula di dunia telah dihabiskan bersama mereka, menciptakan ribuan kenangan yang kini menjadi warisan emosional bagi yang ditinggalkan. “Terima kasih Lula buat waktunya selama di dunia Lula habiskan sebagiannya sama kita. We’re so lucky to have known you in our lives,” tulisnya dengan penuh rasa syukur sekaligus duka. Ungkapan ini mencerminkan betapa eratnya hubungan mereka, di mana batas antara teman dan saudara sudah lama memudar.
Penyesalan Mendalam dan Isak Tangis di Pusara Sahabat
Suasana di makam semakin emosional ketika Awkarin membicarakan masa depan grup mereka tanpa kehadiran Lula. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan mereka semua tidak akan pernah sama lagi. Setiap kali mereka berkumpul di masa depan, akan selalu ada kursi kosong dan ruang hampa yang seharusnya diisi oleh keceriaan Lula. Ketidakhadiran Lula dalam pertemuan-pertemuan mendatang diprediksi akan menjadi pengingat permanen akan kehilangan yang mereka alami pada awal tahun 2026 ini. Awkarin menegaskan bahwa meskipun raga Lula sudah tidak ada, posisinya di dalam hati setiap anggota “Rahasia Negara” tetap abadi dan tidak akan pernah tergeser oleh kehadiran orang baru.
Selain mengungkapkan rasa kehilangan, Awkarin juga menggunakan momen ini untuk mengucapkan terima kasih atas persahabatan sepuluh tahun yang luar biasa. Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat, terutama di industri yang penuh dengan perubahan cepat seperti dunia media sosial. Bertahan bersama selama satu dekade menunjukkan betapa kuatnya karakter Lula sebagai seorang sahabat. Awkarin menutup pesannya dengan doa agar Lula Lahfah mendapatkan ketenangan di alam sana. “Rest in peace, Lula Lahfah. Thank you for the 10 years of friendship, Lul,” pungkasnya, menandai akhir dari sebuah babak panjang namun awal dari sebuah kenangan yang akan terus ia bawa sepanjang hayat.
Kepergian Lula Lahfah di usia yang masih relatif muda memang mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia meninggal dunia di lingkungan pribadinya pada 23 Januari 2026. Sebagai kekasih dari Reza Arap, Lula juga memiliki pengaruh besar dan dicintai oleh banyak penggemar. Namun, bagi Awkarin dan anggota geng “Rahasia Negara” lainnya, Lula bukan sekadar figur publik atau kekasih seorang artis, melainkan bagian dari jiwa mereka. Kini, dengan kembalinya Awkarin ke Indonesia dan selesainya proses ziarah tersebut, diharapkan ada sedikit kedamaian yang bisa dirasakan oleh mereka yang ditinggalkan, meskipun rasa rindu dan penyesalan mungkin akan tetap ada untuk waktu yang sangat lama.

















