- Jakarta Pusat: Jl. KS Tubun di Kelurahan Petamburan mencatatkan genangan setinggi 15 cm yang mengganggu arus kendaraan menuju arah Tanah Abang.
- Jakarta Utara: Terdapat tiga titik utama, yakni Jl. Rawa Indah Dua di Kelurahan Pegangsaan Dua (15 cm), Jl. Terusan Klp Hybrida Rawa Indah di Kelurahan Sukapura (10 cm), dan yang paling parah adalah Jl. Inspeksi Kirana di Kelurahan Semper Timur dengan ketinggian air mencapai 50 cm, yang membuat kendaraan roda dua sulit melintas.
- Jakarta Barat: Wilayah ini memiliki titik jalan tergenang terbanyak. Jl. Daan Mogot KM 12 di seberang Victoria mencatatkan ketinggian 15 cm, sementara Jl. Srengseng Raya di Kelurahan Srengseng terendam hingga 40 cm. Selain itu, Jl. Puri Kembangan di depan SMK Budi Murni (15 cm), Jl. Kompleks BTN di Kelurahan Meruya Utara (20 cm), dan Jl. Daan Mogot di Halte Taman Kota (15 cm) juga dilaporkan terhambat oleh genangan.
- Jakarta Selatan: Akses transportasi di Jl. Cileduk Raya, Kelurahan Cipulir terganggu oleh air setinggi 15 cm. Kondisi lebih berat ditemukan di Jl. Pulo Raya IV, Kelurahan Petogogan dengan ketinggian 45 cm, serta GG. Langgar di Kelurahan Rawajati yang terendam hingga 30 cm.
- Jakarta Timur: Jl. Raya Cipinang Indah di dekat SMK Penabur, Kelurahan Pondok Bambu, mencatatkan genangan setinggi 10 cm yang meskipun dangkal, tetap memperlambat laju lalu lintas di jam sibuk.
Menanggapi situasi kritis ini, Mohammad Yohan selaku Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh kekuatan personel telah dikerahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pompa stasioner maupun pompa mobile beroperasi secara maksimal untuk menyedot genangan. Selain itu, petugas di lapangan diinstruksikan untuk membersihkan tali-tali air dari sumbatan sampah agar aliran air menuju drainase utama dapat berjalan lancar. “Kami menargetkan genangan untuk surut dalam waktu secepat mungkin agar aktivitas warga dapat kembali normal,” tegas Yohan dalam keterangan resminya. BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah serta segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan evakuasi atau bantuan medis mendesak.
Upaya penanganan banjir kali ini juga melibatkan peran aktif dari para lurah dan camat untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak, seperti air bersih, makanan siap saji, dan layanan kesehatan, dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan sinkronisasi data dan tindakan di lapangan guna memitigasi dampak yang lebih luas, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Transformasi infrastruktur pengendali banjir jangka panjang tetap menjadi prioritas, namun untuk saat ini, respons cepat dan koordinasi taktis di lapangan menjadi kunci utama dalam menghadapi kepungan banjir yang melanda Ibu Kota pada akhir Januari ini.


















