Di tengah hiruk pikuk persiapan kompetisi sepak bola profesional, sebuah inisiatif berharga untuk menumbuhkan bibit unggul dan mempererat tali persaudaraan antar insan sepak bola terhampar di Lapangan Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta. Komunitas sepak bola jurnalis, SeeJontor FC (SJFC), pada Jumat, 6 Februari 2026, menggelar sebuah coaching clinic yang tak hanya fokus pada aspek teknis permainan, tetapi juga merangkul nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan “Tour De Central Java 2026” yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Februari 2026, dengan tema khusus “Safari Ramadan” yang kian memperkaya makna kegiatan menjelang bulan suci.
Sebanyak 55 anak usia dini yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Pakem Soccer School antusias mengikuti sesi pelatihan yang dipandu langsung oleh dua nama besar dalam sejarah sepak bola nasional: Erol Iba dan Jendri Pitoy. Kedua mantan punggawa Timnas Indonesia ini, yang kini aktif berkarier di klub Super League 2025/2026 PSBS Biak, membawa pengalaman dan pengetahuan mendalam mereka untuk dibagikan kepada generasi penerus. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga memberikan kesempatan langka bagi para talenta muda untuk belajar teknik dasar sepak bola dari para profesional yang telah teruji di kancah nasional maupun internasional.
Membekali Generasi Muda dengan Teknik dan Semangat Juang
Sesi coaching clinic ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para pemain muda. Erol Iba dan Jendri Pitoy tidak hanya mengajarkan gerakan-gerakan teknis dasar seperti kontrol bola, operan, dan dribbling, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting yang membentuk seorang atlet sejati. Jendri Pitoy, dengan penuh semangat, mengungkapkan harapannya, “Sebagai insan sepak bola, saya dan Coach Erol Iba ingin berbagi pengalaman dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia.” Pernyataan ini mencerminkan dedikasi para legenda untuk berkontribusi pada pembinaan sepak bola usia dini di tanah air, memastikan bahwa bakat-bakat muda mendapatkan bimbingan yang tepat sejak dini.
Lebih jauh lagi, Erol Iba menambahkan sebuah pesan motivasi yang mendalam, “Punya mimpi itu penting, tapi jangan hanya bermimpi. Bangun dan kejarlah mimpimu dengan kerja keras.” Kata-kata ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan dalam sepak bola, seperti halnya dalam bidang kehidupan lainnya, membutuhkan lebih dari sekadar bakat alami; ia menuntut disiplin, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Melalui sesi ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan fisik, tetapi juga dibangkitkan semangat juang dan keyakinan diri untuk meraih cita-cita mereka di dunia sepak bola.
Lebih dari Sekadar Latihan: Aksi Sosial dan Silaturahmi
Komitmen SeeJontor FC dalam acara ini melampaui sekadar pembinaan sepak bola usia dini. Rangkaian kegiatan “Tour De Central Java 2026” ini juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial yang menyentuh. SJFC memberikan bantuan berupa voucher perlengkapan sepak bola senilai Rp8 juta yang diserahkan kepada SSB Pakem Soccer School. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas latihan dan pengembangan para pemain muda di sekolah tersebut. Selain itu, menjelang bulan Ramadan, SJFC juga menyalurkan santunan kepada Panti Asuhan Sabilulhuda, menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama dan semangat berbagi di bulan penuh berkah.
Engel Glendy Sahanggamu, selaku Pembina SeeJontor FC, menggarisbawahi esensi dari kegiatan ini, “Kegiatan SJFC ini sangat positif. Tidak hanya membina sepak bola usia dini, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan silaturahmi. Inilah semangat sepak bola yang seharusnya terus dijaga dan dikembangkan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sepak bola bagi SJFC bukan hanya tentang kompetisi dan prestasi, tetapi juga tentang membangun komunitas yang solid, menumbuhkan empati, dan mempererat hubungan antar individu. Semangat inilah yang ingin mereka sebarkan melalui setiap kegiatan yang mereka selenggarakan.
Rangkaian acara di Sleman ditutup dengan sebuah pertandingan persahabatan yang mempertemukan tim SJFC dengan PWI Yogyakarta. Pertandingan ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, terutama menjelang perayaan Hari Pers Nasional. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan profesional dan pribadi, menciptakan sinergi positif antara komunitas jurnalis dan berbagai elemen masyarakat.
Memperkuat Fondasi Sepak Bola Grassroots
Ketua SeeJontor FC, Mochamad Hary Prasetya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama para sponsor yang telah memberikan kontribusi berharga. Ia menegaskan kembali tujuan utama dari coaching clinic ini, “Melalui coaching clinic ini, kami ingin memperkuat pembinaan sepak bola grassroots.” Penguatan sepak bola akar rumput ini merupakan langkah krusial dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Sebelumnya, SJFC telah menggelar kegiatan serupa di Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa Barat, menunjukkan konsistensi dan komitmen mereka dalam program pembinaan ini. Kini, fokus mereka bergeser ke Yogyakarta dan Boyolali, memperluas jangkauan dampak positif.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Yogyakarta, “Tour De Central Java 2026” akan berlanjut ke Boyolali. Di sana, para anggota SJFC akan kembali menunjukkan semangat sportivitas dan kebersamaan melalui laga ekshibisi melawan tim Kompas TV yang dijadwalkan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi antar jurnalis dan media yang memiliki kecintaan yang sama terhadap olahraga sepak bola.

















