Dunia hiburan digital tanah air baru-baru ini diguncang oleh gelombang kontroversi yang melibatkan dua figur publik populer, Fajar Sadboy dan komika Indra Frimawan, menyusul sebuah potongan video viral dari kanal YouTube Deddy Corbuzier yang memicu perdebatan sengit mengenai batasan etika dalam komedi. Insiden yang terjadi dalam program siniar atau podcast Close The Door pada awal Februari 2026 tersebut memperlihatkan gestur Indra Frimawan yang diduga meludahi Fajar Labatjo atau yang akrab disapa Fajar Sadboy, memicu kemarahan kolektif warganet hingga munculnya seruan boikot terhadap sang komika. Meskipun tekanan publik terus meningkat, Fajar Sadboy justru muncul ke permukaan dengan sikap yang mengejutkan, memberikan klarifikasi mendalam untuk membela rekan sejawatnya tersebut dan menegaskan bahwa seluruh kejadian yang terekam hanyalah bagian dari dinamika candaan antar-komedian yang tidak perlu dipandang secara negatif oleh masyarakat luas.
Ketegangan ini bermula ketika sebuah cuplikan video dari episode podcast yang tayang pada 6 Februari lalu mulai beredar luas di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tepatnya pada menit ke-45 saat pembicaraan sedang berlangsung hangat, Indra Frimawan terlihat melakukan gerakan menoleh secara tiba-tiba ke arah Fajar Sadboy dan melakukan gestur yang sangat mirip dengan tindakan meludah. Reaksi Fajar yang tampak terkejut dalam potongan video tersebut menjadi sumbu ledak bagi opini publik. Warganet yang menyaksikan adegan itu tanpa konteks penuh segera melayangkan kritik tajam, menuduh Indra Frimawan telah melakukan tindakan yang merendahkan martabat dan tidak memiliki sopan santun, terlebih mengingat status Fajar yang lebih muda dan sedang berupaya membangun karier profesionalnya di industri hiburan nasional.
Dinamika Kontroversi di Balik Layar Podcast Close The Door
Menanggapi eskalasi kemarahan publik yang semakin tidak terkendali, Fajar Sadboy akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meredam situasi. Klarifikasi ini tidak dilakukan melalui rilis pers formal, melainkan melalui sesi siaran langsung di TikTok bersama aktris Amanda Manopo. Dalam kesempatan tersebut, Amanda yang juga merasa penasaran dengan kebenaran berita yang beredar, mencoba memancing Fajar untuk menceritakan kronologi sebenarnya dari sudut pandang korban yang diduga dirugikan. Amanda mempertanyakan apakah benar Fajar mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa ludahan dari Indra Frimawan saat mereka menjadi bintang tamu bersama di kanal milik Deddy Corbuzier. Pertanyaan ini menjadi krusial karena publik membutuhkan konfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan untuk menentukan apakah tindakan tersebut merupakan pelecehan atau sekadar bagian dari skenario komedi (gimmick).
Fajar Sadboy, dengan gaya bicaranya yang khas namun kali ini terlihat lebih dewasa, secara tegas membantah adanya unsur penghinaan dalam insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Indra Frimawan selama proses syuting berlangsung sangat baik dan penuh dengan rasa hormat. “Oh yang sama abang Indra, dia baik kok sama aku,” ungkap Fajar dengan nada santai, mencoba meyakinkan pengikutnya bahwa tidak ada dendam atau rasa sakit hati yang ia rasakan. Fajar menekankan bahwa sebagai seseorang yang kini juga berkecimpung di dunia komedi dan akting, ia memahami betul bahwa dalam sebuah konten hiburan, sering kali terdapat elemen-elemen spontanitas yang bertujuan untuk memancing tawa penonton, meskipun terkadang interpretasi penonton bisa sangat berbeda dengan intensi aslinya.
Lebih lanjut, pemeran tokoh Umski dalam film “Pay Later” ini menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa dengan mencoba mencairkan suasana menggunakan teknik self-deprecating humor atau komedi yang menertawakan diri sendiri. Secara jenaka, ia membalas pertanyaan Amanda Manopo dengan sebuah pelesetan kata yang cerdas. “Terus aku kan juga komedoan kan,” jawab Fajar, merujuk pada kata “komedian” namun diplesetkan menjadi “komedoan”. Gurauan ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa Fajar tidak ingin dirinya diposisikan sebagai korban yang malang. Ia justru ingin publik melihatnya sebagai seorang penghibur profesional yang mampu mengelola situasi canggung di atas panggung tanpa harus melibatkan emosi pribadi yang berlebihan.
Pembelaan Fajar Sadboy dan Fenomena Cancel Culture di Media Sosial
Namun, yang paling menarik perhatian publik adalah pernyataan penutup Fajar yang justru cenderung menyalahkan dirinya sendiri atas kegaduhan yang terjadi. “Mungkin itu karena itu salah aku kan,” tandasnya. Pernyataan ini memicu diskusi baru di kalangan pengamat media sosial mengenai tekanan psikologis yang mungkin dirasakan oleh artis pendatang baru ketika berhadapan dengan senior atau situasi viral. Meski Fajar bermaksud untuk merendah dan menghentikan polemik, banyak pihak menilai bahwa sikap defensif yang ia tunjukkan merupakan bentuk loyalitas terhadap ekosistem komedi yang sering kali menggunakan batas-batas sensitivitas sebagai bahan materi. Fajar tampak sangat berhati-hati agar klarifikasinya tidak justru menyudutkan Indra Frimawan lebih jauh, mengingat dampak dari cancel culture di Indonesia bisa sangat merusak karier seseorang dalam waktu singkat.
Di sisi lain, kolom komentar di akun Instagram pribadi Indra Frimawan, @frimawan_, sempat menjadi medan pertempuran opini. Ribuan komentar negatif membanjiri unggahannya, di mana banyak warganet yang menyuarakan boikot dan mempertanyakan standar etika penyiaran di kanal YouTube sebesar Close The Door. Kritik yang muncul tidak hanya menyasar pada tindakan fisik yang diduga meludah tersebut, tetapi juga pada degradasi nilai kesopanan dalam konten hiburan digital saat ini. Beberapa netizen berkomentar bahwa meskipun sebuah aksi adalah settingan atau gimmick, ada batasan-batasan moral yang tidak boleh dilanggar demi menjaga adab, terutama ketika konten tersebut dikonsumsi oleh jutaan penonton dari berbagai lapisan usia dan latar belakang budaya.
Sebagai penutup dari polemik ini, Fajar Sadboy tampaknya lebih memilih untuk fokus pada perkembangan kariernya yang tengah menanjak daripada terjebak dalam pusaran konflik yang tidak produktif. Setelah sukses bertransformasi dari seorang pemuda yang viral karena patah hati menjadi seorang aktor dan komedian, Fajar kini memiliki visi besar untuk masa depannya. Ia sempat mengungkapkan aspirasinya untuk menggunakan kesuksesan finansial yang ia raih saat ini demi kebaikan orang banyak di kampung halamannya, termasuk rencana membangun rumah bagi keluarganya hingga mendirikan masjid. Sikap bijak Fajar dalam menghadapi insiden dengan Indra Frimawan ini setidaknya memberikan pelajaran penting bagi publik mengenai pentingnya melihat sebuah peristiwa secara utuh sebelum memberikan penghakiman massal di ruang digital.

















