Dalam upaya transformatif untuk memposisikan diri di garda terdepan revolusi teknologi global, Universitas Gunadarma secara resmi mencatatkan sejarah sebagai institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Google Gemini Arena. Inisiatif strategis ini dirancang bukan sekadar sebagai pameran teknologi biasa, melainkan sebagai sebuah ekosistem pembelajaran imersif yang bertujuan untuk memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika. Perhelatan akbar yang berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 ini, menandai babak baru dalam integrasi teknologi mutakhir ke dalam kurikulum dan budaya akademik perguruan tinggi di tanah air.
Ketua Pelaksana Google Gemini Arena, Astie Darmayantie, dalam keterangannya menekankan bahwa urgensi dari acara ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan pemanfaatan AI secara etis dan aplikatif. Menurutnya, Google Gemini bukan hanya sekadar alat bantu pencarian, melainkan mitra berpikir yang mampu mengakselerasi potensi intelektual mahasiswa. Penyelenggaraan acara ini dirancang dengan pendekatan 360 derajat yang menggabungkan berbagai elemen interaktif, mulai dari aktivasi booth yang dinamis, rangkaian workshop intensif, hingga kehadiran unit van keliling yang memastikan jangkauan edukasi merata di seluruh area kampus. Astie menegaskan bahwa pengalaman pembelajaran menyeluruh ini adalah kunci agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga inovator yang mampu mengoperasikan teknologi AI untuk memecahkan masalah kompleks di dunia nyata.
Transformasi Pedagogi Melalui Workshop “Unlocking Gemini, Your AI Bestie”
Salah satu pilar utama yang menjadi magnet dalam rangkaian acara ini adalah Google Gemini Arena Workshop yang mengusung tema provokatif dan relevan: “Unlocking Gemini, Your AI Bestie”. Program ini dirancang secara sistematis untuk mendobrak batasan tradisional dalam metode pembelajaran. Workshop ini tidak hanya menghadirkan satu sesi utama yang komprehensif, tetapi juga dilengkapi dengan empat sesi mini workshop yang sangat spesifik dan tematik. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu—mulai dari teknik, ekonomi, hingga ilmu komunikasi—untuk menemukan relevansi AI dalam bidang studi mereka masing-masing. Fokus utama dari sesi-sesi ini mencakup beberapa aspek krusial dalam kehidupan akademik dan profesional masa depan:
- Riset Jurnal Berbasis AI: Mengajarkan mahasiswa cara melakukan penelusuran literatur yang mendalam dan efisien menggunakan algoritma pemrosesan bahasa alami.
- Pembuatan Presentasi Visual: Memanfaatkan AI untuk merancang narasi visual yang persuasif dan profesional dalam waktu singkat.
- Pemecahan Soal Kompleks: Menggunakan logika komputasional Gemini untuk membantu membedah persoalan matematika, logika, maupun pemrograman.
- Pengolahan Literatur Akademik: Teknik merangkum dan menganalisis ribuan halaman jurnal ilmiah secara akurat tanpa kehilangan esensi konteksnya.
- Optimalisasi CV dan Kesiapan Karier: Strategi membangun profil profesional yang kompetitif dengan bantuan analisis AI terhadap tren pasar kerja global.
Pada sesi workshop utama yang digelar pada 22 Januari 2026 di Auditorium Kampus D Universitas Gunadarma, antusiasme peserta mencapai puncaknya. Di sini, para ahli memperkenalkan serangkaian fitur mutakhir dalam ekosistem Google AI yang sebelumnya mungkin hanya dikenal secara superfisial oleh publik. Fitur-fitur seperti Gemini Live yang memungkinkan interaksi suara secara real-time, Gemini Canvas untuk kolaborasi visual kreatif, hingga NotebookLM yang berfungsi sebagai asisten riset pribadi yang berbasis pada sumber data spesifik, menjadi sorotan utama. Selain itu, diperkenalkan pula fitur Deep Research untuk investigasi data yang lebih mendalam serta Nano Banana yang menawarkan efisiensi komputasi pada perangkat mobile. Astie Darmayantie, yang juga merupakan dosen di Fakultas Informatika, menjelaskan bahwa penguasaan fitur-fitur ini akan memberikan keunggulan kompetitif bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir dan melakukan penelitian orisinal yang berkualitas tinggi.
Aktivasi Interaktif dan Implementasi Teknologi di Seluruh Area Kampus
Google Gemini Arena tidak hanya berhenti pada ruang-ruang kelas dan auditorium. Strategi implementasi yang diusung oleh Universitas Gunadarma mencakup aktivasi fisik yang tersebar di berbagai titik strategis kampus. Melalui instalasi interaktif seperti Captain’s Spotlight, mahasiswa diajak untuk mendemonstrasikan kepemimpinan digital mereka. Ada pula Study Rescue Button, sebuah instalasi yang secara simbolis menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi solusi cepat saat mahasiswa menghadapi kebuntuan akademik. Kehadiran Mirror Arena dan berbagai Interactive Booth lainnya memberikan pengalaman taktil di mana mahasiswa dapat mencoba langsung kecepatan respons dan intuisi dari mesin kecerdasan buatan Gemini dalam suasana yang menyenangkan namun tetap edukatif.
Untuk memastikan inklusivitas dan jangkauan yang lebih luas, panitia juga mengerahkan van activation yang bergerak secara dinamis mengelilingi lokasi-lokasi strategis di lingkungan Universitas Gunadarma. Unit van ini berfungsi sebagai pusat informasi berjalan sekaligus tempat demonstrasi singkat bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi di antara jadwal perkuliahan. Dengan cara ini, literasi AI tidak lagi dianggap sebagai materi yang berat atau eksklusif bagi jurusan tertentu saja, melainkan menjadi pengetahuan umum yang dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali. Pendekatan jemput bola ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa secara signifikan selama periode acara berlangsung.
Tabel: Rangkaian Aktivitas Utama Google Gemini Arena 2026
| Kategori Aktivitas | Deskripsi Program | Target Capaian |
|---|---|---|
| Main Workshop | Edukasi fitur Gemini Live, Canvas, dan NotebookLM di Auditorium Kampus D. | Pemahaman mendalam fitur AI untuk riset akademik. |
| Mini Workshop | Sesi kelompok kecil fokus pada CV, presentasi, dan pemecahan soal. | Keterampilan praktis siap kerja (career readiness). |
| Booth Activation | Instalasi interaktif: Captain’s Spotlight dan Study Rescue Button. | Pengalaman user interface (UI) dan user experience (UX) AI secara langsung. |
| Van Activation | Unit edukasi keliling di area luar ruangan kampus. | Pemerataan informasi dan akses literasi AI bagi seluruh mahasiswa. |
Kolaborasi sinergis antara raksasa teknologi Google dan Universitas Gunadarma ini dipandang sebagai langkah visioner dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks. Melalui Google Gemini Arena, diharapkan muncul sebuah standar baru dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan akademis—di mana AI tidak digunakan untuk menggantikan peran berpikir manusia, melainkan untuk memperluas cakrawala berpikir tersebut secara produktif, etis, dan inovatif. Astie Darmayantie menutup penjelasannya dengan sebuah harapan besar bahwa inisiatif ini akan melahirkan generasi lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dalam menggunakan teknologi untuk kemajuan masyarakat dan industri di masa depan. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini pada 23 Januari 2026, Universitas Gunadarma telah menetapkan tolok ukur tinggi bagi institusi pendidikan lain dalam hal adopsi teknologi AI yang tepat guna dan berorientasi pada masa depan.


















