Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini mengenai potensi terjadinya hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung pada periode 21 hingga 22 Januari 2026, mengharuskan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Analisis Mendalam Fenomena Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang
Hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi oleh BMKG merupakan manifestasi dari dinamika atmosfer yang kompleks di wilayah Indonesia. Fenomena ini umumnya dipicu oleh beberapa faktor meteorologis yang saling berinteraksi. Salah satu faktor utama adalah keberadaan pola tekanan udara rendah di sekitar wilayah perairan Indonesia atau di daratan. Pola tekanan rendah ini cenderung menarik massa udara dari sekitarnya, menciptakan konvergensi atau pertemuan angin. Ketika massa udara yang lembab bertemu dan terangkat ke atmosfer yang lebih tinggi, proses kondensasi terjadi, membentuk awan kumulonimbus yang besar dan berpotensi menghasilkan curah hujan tinggi.
Selain itu, anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata di perairan sekitar Indonesia juga dapat berperan signifikan. Air laut yang lebih hangat menguap lebih banyak, melepaskan uap air ke atmosfer. Uap air ini menjadi “bahan bakar” bagi pertumbuhan awan hujan. Kelembaban atmosfer yang tinggi ini, dikombinasikan dengan sistem konvergensi, menciptakan kondisi yang sangat kondusif untuk pembentukan hujan lebat. Keberadaan palung tekanan rendah (trough) atau sirkulasi siklonik lokal juga dapat memicu pengangkatan massa udara secara vertikal yang lebih kuat, sehingga intensitas hujan semakin meningkat.
Sementara itu, angin kencang seringkali berkaitan erat dengan perbedaan tekanan udara yang signifikan dalam skala lokal atau regional. Gradien tekanan yang curam, yang sering terjadi di sekitar pusat tekanan rendah atau di zona pertemuan angin, dapat menyebabkan pergerakan udara yang cepat. Di lapisan atmosfer yang lebih rendah, angin kencang dapat timbul akibat adanya downdraft (aliran udara turun) yang kuat dari awan kumulonimbus. Aliran udara turun ini membawa angin dari ketinggian ke permukaan, yang terkadang dapat terasa sangat kencang dan merusak.
Faktor-faktor lain seperti keberadaan daerah belokan angin (shear) yang kuat, baik secara horizontal maupun vertikal, juga dapat berkontribusi pada peningkatan intensitas hujan dan angin. Shear angin dapat membantu dalam organisasi sistem badai, memfasilitasi pertumbuhan awan, dan meningkatkan potensi terjadinya angin kencang. Pemahaman mendalam terhadap interaksi berbagai elemen atmosfer ini sangat krusial dalam merumuskan prediksi cuaca yang akurat dan memberikan peringatan dini yang efektif.
Prakiraan Detail BMKG untuk Periode 21-22 Januari 2026
Berdasarkan analisis dan pemodelan meteorologis terkini, BMKG telah mengeluarkan rincian prakiraan cuaca untuk tanggal 21 dan 22 Januari 2026. Data ini memberikan gambaran spesifik mengenai wilayah mana saja yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas berbeda, serta daerah yang diperkirakan akan dilanda angin kencang. Informasi ini sangat penting bagi pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, serta masyarakat umum untuk melakukan perencanaan dan mitigasi yang tepat sasaran.
Prakiraan Cuaca untuk Hari Kamis, 22 Januari 2026
Pada hari Kamis, 22 Januari 2026, BMKG memproyeksikan bahwa beberapa wilayah di Indonesia akan diselimuti oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini meliputi:
- Sumatera Selatan: Wilayah ini diprediksi akan mengalami curah hujan yang cukup signifikan, berpotensi menyebabkan genangan air di beberapa area.
- Lampung: Hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan melanda, memerlukan perhatian terhadap potensi peningkatan debit air sungai.
- Banten: Masyarakat di Banten diimbau untuk waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat memicu banjir lokal.
- DI Yogyakarta: Wilayah ini juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.
- Sulawesi Tengah: Prakiraan menunjukkan adanya curah hujan sedang-lebat, penting untuk memantau kondisi hidrologis.
- Sulawesi Tenggara: Hujan dengan intensitas serupa diprediksi akan terjadi, memerlukan kewaspadaan terhadap potensi longsor di daerah perbukitan.
- Maluku Utara: Wilayah kepulauan ini berpotensi mengalami hujan sedang-lebat yang dapat mempengaruhi aktivitas pelayaran.
- Maluku: Prakiraan BMKG mencakup hujan sedang-lebat untuk provinsi Maluku.
- Papua Barat: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan mengguyur, perlu diwaspadai potensi gangguan transportasi.
- Papua Tengah: Wilayah ini juga masuk dalam kategori berpotensi hujan sedang-lebat.
- Papua Pegunungan: Daerah pegunungan ini rentan terhadap dampak hujan lebat, termasuk risiko tanah longsor.
- Papua: Prakiraan menunjukkan adanya hujan sedang-lebat di sebagian besar wilayah Papua.
- Papua Selatan: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi, penting untuk memantau ketinggian air.
Lebih lanjut, BMKG memberikan peringatan khusus untuk potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa provinsi. Kondisi ini memerlukan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi karena potensi dampaknya yang lebih besar. Wilayah-wilayah tersebut adalah:
- Bengkulu: Provinsi ini berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga mitigasi bencana banjir dan longsor menjadi prioritas.
- Jakarta: Ibu kota negara diprediksi akan dilanda hujan lebat hingga sangat lebat, yang secara historis seringkali memicu banjir.
- Jawa Barat: Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi ini harus bersiap menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di daerah aliran sungai dan dataran rendah.
- Jawa Tengah: Prakiraan menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, memerlukan perhatian khusus terhadap daerah rawan bencana.
- Jawa Timur: Provinsi ini juga masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan sangat lebat, perlu kesiapsiagaan ekstra.
- Bali: Pulau Dewata diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, berpotensi mengganggu aktivitas pariwisata dan transportasi.
- Nusa Tenggara Barat: Wilayah ini berpotensi mengalami curah hujan yang sangat tinggi, perlu diwaspadai potensi banjir bandang dan tanah longsor.
- Nusa Tenggara Timur: Sama seperti NTB, NTT juga diprediksi akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
- Sulawesi Selatan: Provinsi ini juga masuk dalam kategori berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Selain hujan lebat, fenomena angin kencang juga diprediksi akan melanda sejumlah wilayah. Angin kencang ini dapat meningkatkan risiko kerusakan akibat terjangan angin, seperti pohon tumbang dan kerusakan pada bangunan. Wilayah yang diperkirakan akan mengalami angin kencang meliputi:
- Bali: Selain hujan, Bali juga berpotensi mengalami angin kencang.
- Banten: Angin kencang dapat menambah risiko dampak dari hujan lebat.
- Jawa Barat: Kombinasi hujan lebat dan angin kencang memerlukan perhatian serius.
- Jawa Tengah: Angin kencang dapat memperparah dampak kerusakan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
- Jawa Timur: Wilayah ini berpotensi mengalami angin kencang yang signifikan.
- Kalimantan Barat: Angin kencang diprediksi akan melanda, perlu diwaspadai potensi kerusakan.
- Kepulauan Bangka Belitung: Provinsi kepulauan ini juga berpotensi mengalami angin kencang.
- Lampung: Angin kencang dapat menambah risiko bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan perbukitan.
- Maluku: Angin kencang dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim.
- Nusa Tenggara Barat: Angin kencang dapat meningkatkan potensi kerusakan akibat terjangan angin.
- Nusa Tenggara Timur: Wilayah ini juga berpotensi mengalami angin kencang yang cukup kuat.
- Sulawesi Selatan: Angin kencang dapat menambah risiko dampak dari cuaca ekstrem.
- Sulawesi Tengah: Prakiraan juga mencakup potensi angin kencang di wilayah ini.
- Sulawesi Utara: Angin kencang diprediksi akan melanda, perlu diwaspadai potensi kerusakan.
Peringatan ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terkini apabila ada perubahan signifikan.


















