Menjelang puncak perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar telah merancang sebuah inisiatif krusial untuk meringankan beban masyarakat dalam menunaikan tradisi mudik. Sebanyak 2.840 tiket mudik gratis akan disediakan, membuka pintu bagi ribuan warga untuk kembali ke kampung halaman dengan lebih terjangkau dan nyaman pada periode 13 hingga 15 Maret 2026. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi silaturahmi keluarga, tetapi juga merupakan strategi proaktif untuk mengendalikan lonjakan kendaraan pribadi yang kerap menyebabkan kemacetan parah di berbagai ruas jalan. Pendaftaran direncanakan dibuka secara serentak pada Kamis atau Jumat pekan ini, dengan seluruh proses administrasi dan informasi terpusat pada satu platform digital yang mudah diakses, yaitu aplikasi SapaWarga. Keberangkatan utama dijadwalkan dari Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, menjadi titik sentral bagi para pemudik yang telah mendaftar untuk memulai perjalanan mereka.
Ragam Rute dan Armada yang Disiapkan untuk Mudik Gratis 2026
Inisiatif mudik gratis yang digagas oleh Dishub Jabar untuk Lebaran 2026 ini dirancang dengan cermat untuk menjangkau berbagai destinasi favorit para pemudik. Total terdapat 10 rute perjalanan yang telah ditetapkan, mencakup jalur-jalur yang paling sering dilalui masyarakat Jawa Barat saat momen hari raya. Rute-rute tersebut meliputi perjalanan dari pusat kota Bandung menuju berbagai daerah seperti Sukabumi dan Ciledug. Selain itu, konektivitas ke wilayah Jawa Tengah juga menjadi prioritas, dengan dibukanya rute dari Bandung menuju Solo dan Yogyakarta. Bagi masyarakat yang berada di wilayah timur Jawa Barat, rute dari Bekasi menuju Tasikmalaya juga disediakan. Perjalanan dari wilayah Bogor juga terakomodasi, dengan rute Bogor menuju Palabuhanratu. Rute dari Bekasi diperluas dengan tujuan Purbalingga dan kembali ke Bandung. Terakhir, rute dari Cileungsi (Bogor) menuju Bandung melengkapi daftar 10 rute yang ditawarkan.
Untuk melayani ribuan pemudik ini, Dishub Jabar telah menyiapkan armada sebanyak 53 unit bus. Armada yang digunakan tidak hanya terdiri dari bus reguler yang telah memiliki jalur trayek tetap dan pengalaman operasional yang teruji, tetapi juga mencakup bus pariwisata. Pemilihan bus reguler dengan trayek tetap menjadi pertimbangan utama, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jabar, Agus Didik Suseno. Beliau menekankan bahwa penggunaan armada yang sudah terbiasa melayani rute antarkota memastikan tingkat keandalan dan keamanan yang lebih tinggi. “Artinya, yang sudah punya rute tetap, sehingga dia punya asal dan tujuan dari asal terminal dan sudah punya pengalaman melayani,” ujar Agus, menggarisbawahi pentingnya pengalaman operasional dalam menjaga kelancaran program ini.
Mekanisme Pendaftaran dan Keunggulan Aplikasi SapaWarga
Proses pendaftaran untuk program mudik gratis ini dirancang agar efisien dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendaftaran direncanakan akan dibuka secara resmi pada hari Kamis atau Jumat pada pekan ini, memberikan kesempatan bagi para calon pemudik untuk segera mengamankan tempat mereka. Seluruh proses pendaftaran dan pencarian informasi akan terintegrasi dalam satu platform digital yang komprehensif, yaitu aplikasi SapaWarga. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak hanya dapat melakukan pendaftaran, tetapi juga mengakses berbagai informasi penting lainnya yang berkaitan dengan program mudik gratis. Mulai dari jadwal keberangkatan yang rinci, persyaratan pendaftaran yang harus dipenuhi, detail mengenai jenis armada yang akan digunakan, hingga peta rute perjalanan yang akan ditempuh. Pendekatan digital ini diharapkan dapat meminimalkan antrean fisik dan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik mereka.
Jadwal keberangkatan mudik gratis ini secara spesifik telah ditetapkan berlangsung pada tanggal 13 hingga 15 Maret 2026. Titik keberangkatan utama untuk seluruh peserta program ini akan terpusat di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Pemilihan terminal ini sebagai pusat keberangkatan bertujuan untuk memudahkan koordinasi dan logistik, serta memastikan bahwa seluruh armada bus dapat diberangkatkan secara terorganisir. Dengan kuota yang tersedia sebanyak 2.840 kursi, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan transportasi untuk kembali ke kampung halaman.
Kolaborasi dengan Jasa Raharja dan Upaya Menekan Kepadatan Arus Mudik
Selain program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, inisiatif mudik gratis ini juga mendapatkan dukungan dari Jasa Raharja, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi. Jasa Raharja turut berkontribusi dalam menyediakan layanan mudik gratis melalui aplikasi SapaWarga yang sama. Kontribusi Jasa Raharja meliputi penyediaan 10 unit bus pariwisata, yang secara total akan menyediakan 480 kursi tambahan bagi para pemudik. Rute yang dilayani oleh armada Jasa Raharja mencakup beberapa destinasi populer di Jawa Tengah, seperti Bandung–Yogyakarta dengan satu bus (48 kursi), Bandung–Wonogiri dengan empat bus (192 kursi), Bandung–Solo dengan tiga bus (144 kursi), Bandung–Semarang dengan satu bus (48 kursi), serta Bandung–Sragen dengan satu bus (48 kursi). Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN ini menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Agus Didik Suseno menambahkan bahwa program mudik gratis tahun 2026 ini secara spesifik difokuskan pada fase keberangkatan atau mudik saja, dan belum mencakup layanan untuk arus balik. Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap optimis bahwa inisiatif ini akan memberikan dampak positif yang berarti. “Walaupun mungkin kecil, kita berupaya mengurangi kepadatan dan membantu saudara kita yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya,” ungkapnya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menekan potensi kemacetan yang kerap terjadi selama periode Lebaran, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
Anggaran dan Potensi Kolaborasi Swasta untuk Optimalisasi Layanan
Untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan program mudik gratis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp530 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk menutupi berbagai biaya operasional, mulai dari penyediaan armada, bahan bakar, hingga biaya-biaya lain yang terkait dengan penyelenggaraan program. Selain alokasi anggaran dari APBD, Dishub Jabar juga secara proaktif membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan optimalisasi layanan mudik gratis di masa mendatang. Dengan dukungan dari sektor swasta, program ini berpotensi untuk diperluas jangkauannya, menambah jumlah armada, atau bahkan memperpanjang periode pelayanannya, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat luas.

















