Kabupaten Klaten diselimuti suasana duka yang mendalam menyusul berpulangnya Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, yang mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kepergian pemimpin muda yang baru menginjak usia 33 tahun ini menandai hilangnya salah satu putra terbaik Jawa Tengah yang dikenal memiliki dedikasi tinggi serta visi progresif dalam memajukan daerahnya. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdiannya yang tulus, Pemerintah Kabupaten Klaten menyelenggarakan upacara pemakaman secara kenegaraan pada Ahad, 8 Februari 2026, yang dipusatkan di tempat pemakaman umum Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari. Prosesi yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan bagi keluarga besar, tetapi juga menjadi momentum penghormatan terakhir dari ribuan pelayat yang memadati rumah duka hingga lokasi peristirahatan terakhir, mencerminkan betapa besarnya pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadap sosok almarhum selama masa baktinya.
Pelaksanaan upacara pemakaman kenegaraan tersebut dilakukan dengan protokol yang sangat tertib, mencerminkan status almarhum sebagai pejabat negara yang dihormati. Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Klaten, upacara ini dihadiri oleh jajaran elit pemerintahan dari berbagai tingkatan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir, didampingi oleh sejumlah pimpinan daerah dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta atau Solo Raya. Di antara para pelayat tingkat tinggi tersebut, tampak hadir Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Bupati Karanganyar Rober Christanto, yang menunjukkan solidaritas antar-pemimpin daerah di Jawa Tengah. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa Benny Indra Ardhianto bukan sekadar pejabat lokal, melainkan figur yang memiliki jejaring luas dan dihormati di tingkat regional atas kontribusinya dalam berbagai koordinasi pembangunan lintas daerah.
Selain para kepala daerah, sejumlah tokoh kunci di Kabupaten Klaten juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir di rumah duka yang berlokasi di Desa Karang, Kecamatan Delanggu. Terlihat hadir Bupati Klaten periode 2021–2025, Sri Mulyani, yang memiliki kedekatan kerja cukup panjang dengan almarhum, serta Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko. Unsur pimpinan daerah lainnya (Forkopimda) juga lengkap menghadiri prosesi tersebut, termasuk Komandan Kodim 0723/Klaten Letnan Kolonel Slamet Hardianto, Kepala Kepolisian Resor Klaten Ajun Komisaris Besar Polisi Faruk Rozi, serta mantan Kapolres Klaten Ajun Komisaris Besar Polisi Nur Cahyo Ari Prasetyo. Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini menjadi simbol penghormatan militer dan sipil bagi Benny, yang selama hidupnya dikenal sangat kooperatif dan aktif dalam menjaga kondusivitas serta keamanan di wilayah Kabupaten Klaten.
Dedikasi Pemimpin Muda dan Kehilangan Besar bagi Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam pidato penghormatannya mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Benny. Luthfi menekankan bahwa Jawa Tengah baru saja kehilangan salah satu kader kepemimpinan terbaiknya yang memiliki masa depan sangat cerah. Menurut Luthfi, Benny adalah sosok pimpinan muda yang memiliki semangat juang yang jarang ditemukan, terutama dalam upayanya yang gigih untuk memajukan daerah Klaten di tengah berbagai tantangan zaman. Luthfi juga mengungkapkan sisi personal almarhum yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri. Hubungan emosional yang erat ini telah terjalin lama, bahkan sejak sebelum Benny menduduki jabatan publik sebagai Wakil Bupati. Kedekatan ini memberikan gambaran bahwa Benny adalah sosok yang rendah hati dan selalu mau belajar dari para seniornya, sehingga kepergiannya meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Senada dengan Gubernur, Wali Kota Surakarta Respati Ardi juga menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam. Respati, yang datang bertakziah bersama istrinya, Venessa Winastesia, mengenang Benny sebagai sahabat sekaligus saudara yang sangat dekat. Bagi Respati, Benny adalah mitra diskusi yang cerdas, baik dalam konteks pemerintahan maupun dalam dinamika organisasi partai. Ia menggambarkan Benny sebagai sosok pemimpin muda yang memiliki etos kerja keras dan semangat pengabdian yang luar biasa tinggi. Kabar kepergian Benny dipandang Respati bukan hanya sebagai kehilangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Klaten, tetapi juga bagi seluruh jajaran pemerintah daerah di sekitarnya yang sering berkolaborasi dengan almarhum. Respati juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar amal ibadah Benny diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan, terutama istri dan anak-anaknya, diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.
Jejak Politik Visioner dan Perjuangan Melawan Sakit

















