Dunia aktivisme Indonesia kembali menyoroti kondisi kesehatan Andrie Yunus, seorang aktivis senior dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Pada 25 Maret 2026, ia dikabarkan harus kembali masuk ke ruang operasi di Kencana RSCM untuk menjalani tindakan medis krusial pada bagian mata dan jaringan wajahnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang pasca insiden penyiraman air keras yang menimpanya.
Evaluasi Medis dan Tindakan Lanjutan di RSCM
Keputusan untuk melakukan operasi lanjutan ini bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Humas RSCM, Yoga Nara, tim dokter spesialis yang menangani Andrie Yunus telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan di sekitar mata dan wajah sang aktivis.
Tindakan operasi yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan kolaborasi antara dokter spesialis mata dan bedah plastik. Sinergi dua disiplin ilmu ini sangat diperlukan untuk memperbaiki struktur jaringan yang terdampak pasca trauma kimia, sekaligus memastikan fungsi organ vital tetap terjaga dengan optimal.
Mengapa Operasi Lanjutan Diperlukan?
Berdasarkan laporan medis terkini, Andrie Yunus sempat didiagnosis mengalami iskemia pada mata kanan. Iskemia merupakan kondisi di mana pasokan darah ke jaringan mata berkurang, yang jika tidak segera ditangani, dapat memicu kerusakan permanen atau kebutaan.
Operasi yang dilakukan tim medis RSCM bertujuan untuk:
- Memperbaiki vaskularisasi atau aliran darah pada jaringan mata yang mengalami iskemia.
- Rekonstruksi jaringan wajah melalui bedah plastik agar fungsi perlindungan mata tetap terjaga.
- Mencegah komplikasi lebih lanjut yang berisiko memperburuk kondisi kesehatan penglihatan Andrie Yunus.
<img alt="MKRI.ID | Andrie Yunus Testifies on KontraS's Interruption During Army …" src="https://www.mkri.id/public/content/berita/large/berita175248301736ba5940c719a9c7d4df.jpg” style=”max-width:100%; height:auto; border-radius:8px; margin: 1rem 0;” />
Profil Andrie Yunus dalam Perjuangan HAM
Andrie Yunus dikenal luas sebagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia. Sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, ia sering terlibat dalam advokasi kebijakan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat kecil. Keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran sering kali menempatkannya pada posisi yang berisiko tinggi.
Kasus penyiraman air keras yang menimpanya menjadi pengingat keras bagi publik mengenai ancaman kekerasan terhadap aktivis yang masih nyata terjadi di Indonesia hingga tahun 2026. Meskipun harus menghadapi serangkaian operasi yang menyakitkan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir bagi Andrie.
:quality(30):format(webp)/surabaya/foto/bank/originals/Andrie-Yunus-Wakil-Koordinator-Bidang-Eksternal-KontraS.jpg)
Tantangan Pemulihan dan Harapan Kedepan
Proses pemulihan pasca operasi mata dan bedah plastik merupakan perjalanan yang panjang. Tim dokter RSCM menekankan pentingnya masa observasi intensif setelah tindakan medis tersebut.
Fokus Perawatan Pasca Operasi:
- Monitoring Jaringan: Memastikan tidak ada penolakan jaringan atau infeksi sekunder pasca bedah plastik.
- Terapi Fungsi Mata: Rehabilitasi penglihatan untuk memaksimalkan fungsi mata kanan yang sempat mengalami iskemia.
- Dukungan Psikososial: Mengingat dampak trauma fisik yang dialami, pendampingan bagi Andrie Yunus tetap menjadi prioritas selain aspek medis.
Dukungan moral dari rekan-rekan aktivis dan publik diharapkan dapat membantu proses pemulihan Andrie Yunus. Masyarakat Indonesia terus berharap agar penegakan hukum terkait pelaku penyiraman air keras segera menemui titik terang, sehingga keadilan tidak hanya dirasakan melalui kesembuhan fisik, tetapi juga melalui pertanggungjawaban hukum.
Kesimpulan
Operasi lanjutan yang dijalani oleh Andrie Yunus pada Maret 2026 menjadi bukti nyata betapa beratnya dampak dari aksi kekerasan yang menargetkan pejuang HAM. Dengan penanganan medis profesional di RSCM, diharapkan fungsi mata dan jaringan wajah Andrie dapat pulih kembali.
Kasus ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan lebih nyata bagi para aktivis. Keberanian Andrie Yunus dalam menjalankan tugasnya di KontraS tetap menjadi inspirasi bagi banyak pihak, meski saat ini ia harus berjuang melawan keterbatasan fisik akibat tindakan kriminal yang menimpanya.
















