Pertarungan sengit di pekan ke-21 Super League 2025-2026 dipastikan akan tersaji ketika Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kick-off dijadwalkan pukul 19.00 WIB dan akan disiarkan langsung oleh Indosiar. Laga ini krusial bagi kedua tim, di mana Persebaya berambisi mempertahankan posisinya di papan atas klasemen, sementara Bhayangkara FC berusaha bangkit dari zona tengah. Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga ajang pembuktian strategi dan kekuatan skuad yang telah disusun matang oleh kedua pelatih.
Persebaya Surabaya, yang saat ini menduduki peringkat kelima klasemen dengan mengoleksi 35 poin, memiliki misi penting untuk tidak tergelincir dalam persaingan ketat menuju puncak. Selisih lima poin dengan Malut United di posisi keempat menjadi motivasi tersendiri bagi “Bajol Ijo” untuk meraih kemenangan kandang. Di sisi lain, Bhayangkara FC menempati urutan ke-11 dengan raihan 26 poin. Perbedaan posisi ini menunjukkan urgensi yang berbeda bagi kedua tim dalam menghadapi pertandingan ini. Persebaya membutuhkan poin penuh untuk menjaga momentum dan ambisi juara, sementara Bhayangkara FC perlu memperbaiki performa dan menjauh dari ancaman zona degradasi.
Perombakan Skuad dan Strategi Taktis
Menjelang bentrokan krusial ini, kedua tim telah merilis susunan pemain yang menunjukkan adanya penyesuaian taktis. Persebaya Surabaya, di bawah komando pelatih Bernardo Tavares, tampaknya akan menurunkan skuad yang berorientasi pada serangan. Trio penyerang yang diisi oleh Bruno Moreira, Mihailo Perovic, dan Gali Freitas menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan. Kehadiran Risto Mitrevski di lini belakang bersama Jefferson da Silva, Koko Ari, dan dukungan gelandang kreatif seperti Francisco Rivera, Milos Raickovic, Rachmat Irianto, serta Toni Firmansyah, mengindikasikan ambisi Persebaya untuk mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal. Formasi ini diharapkan mampu memberikan tekanan konstan dan menciptakan peluang gol yang signifikan.
Di kubu Bhayangkara FC, pelatih Paul Munster menghadapi tantangan tersendiri. Absennya sang kapten, Wahyu Subo Seto, akibat akumulasi kartu kuning menjadi pukulan telak. Posisinya di lini tengah akan diisi oleh gelandang bertahan asal Brasil, Moises Wolschick, yang juga akan mengemban tugas sebagai kapten tim. Keputusan menarik lainnya adalah langsung memainkan Ryo Matsumura sebagai starter. Pemain yang baru saja digaet dari Persija Jakarta ini diharapkan dapat memberikan dimensi baru dalam serangan Bhayangkara FC. Keberadaan Ryo Matsumura bersama pemain-pemain seperti Bernard Henri Cedric Doumbia dan Privat Mbarga di lini depan, serta Moussa Sidibe, menunjukkan bahwa Bhayangkara FC tidak akan bermain bertahan total, melainkan mencoba memanfaatkan kecepatan dan kreativitas para pemainnya untuk mencuri poin di Surabaya.
Analisis Kedalaman Skuad dan Potensi Performa
Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penentu dalam sebuah kompetisi panjang seperti Super League. Persebaya Surabaya memiliki daftar pemain cadangan yang cukup mumpuni, seperti Oktafianus Fernando, Dimas Wicaksono Putra Rahman, Leonardo Silva Lelis, dan Pedro Ricardo Rodrigues de Matos. Keberadaan pemain-pemain berpengalaman ini memberikan opsi bagi pelatih Bernardo Tavares untuk melakukan rotasi atau perubahan taktik jika diperlukan selama pertandingan. Fleksibilitas ini sangat penting untuk menjaga kebugaran pemain dan merespons dinamika permainan yang cepat berubah.
Sementara itu, Bhayangkara FC juga memiliki pemain-pemain berkualitas di bangku cadangan, termasuk nama-nama seperti Ilija Spasojevic, Dendy Sulistyawan, dan Sho Yamamoto. Kehadiran pemain-pemain ini memberikan harapan bagi Bhayangkara FC untuk memiliki opsi serangan yang beragam dan kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Meskipun mengalami inkonsistensi performa musim ini, seperti kekalahan terbaru dari Borneo FC, Bhayangkara FC memiliki sejarah dengan beberapa pemain yang pernah membela Persebaya, yang mungkin bisa menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil maksimal. Potensi kejutan selalu ada, terutama dengan adanya pemain-pemain berkualitas yang siap unjuk gigi.
Perangkat pertandingan yang memimpin laga ini adalah wasit utama Yudai Yamamoto, didampingi asisten wasit Bangbang Syamsudar dan Heru Triswanto. Sistem Video Assistant Referee (VAR) akan dioperasikan oleh Armin Dwi Suryatin dengan Asri sebagai AVAR, serta Ginanjar Rahman Latief sebagai wasit cadangan. Keberadaan tim perangkat pertandingan yang profesional diharapkan dapat menjaga integritas dan kelancaran jalannya pertandingan, meminimalkan potensi kontroversi, dan memastikan permainan berjalan sesuai aturan.
Melihat klasemen sementara, Persebaya Surabaya berada di posisi yang lebih menguntungkan untuk bersaing di papan atas. Dengan 35 poin dari 20 pertandingan, mereka hanya tertinggal lima poin dari Malut United di posisi keempat. Kemenangan dalam laga ini akan semakin memangkas jarak dan memperbesar peluang mereka untuk lolos ke babak selanjutnya atau bahkan bersaing memperebutkan gelar juara. Di sisi lain, Bhayangkara FC, yang mengumpulkan 26 poin dari 20 pertandingan, berada di posisi ke-11. Perbedaan performa ini menjadi tantangan besar bagi Bhayangkara FC untuk dapat menaklukkan Persebaya di kandangnya. Prediksi skor yang mengunggulkan Persebaya dengan kemungkinan kemenangan 2-1, 2-0, atau 3-1 mencerminkan pandangan umum mengenai kekuatan kedua tim saat ini.

















